EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN KRINYU (Chromolaena odorata) DAN TEKI (Cyperus rotundus L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Colletotrichum musae PATOGEN ANTRAKNOSA PADA PISANG (Musa paradisiacal L.)

Yanuar Muhammad Nur, Efri Efri, Radix Suharjo

Abstract


Penurunan jumlah ekspor pisang disebabkan oleh kualitas buah pisang yang kurang baik akibat serangan penyakit antraknosa. Hingga saat ini fungisida sintetik yang kurang ramah lingkungan masih digunakan untuk mengendalikan penyakit antraknosa sehingga perlu adanya fungisida alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2016 di Laboratorium Hama Penyakit Tanaman, Universitas Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun krinyu dan teki sebagai fungisida nabati dalam menekan pertumbuhan C. musae patogen antraknosa pada pisang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan dibagi menjadi kontrol, krinyu fraksi air, krinyu fraksi alkohol, teki fraksi air, teki fraksi alkohol, krinyu tanpa fraksinasi dan teki tanpa fraksinasi. Selanjutnya dilakukan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak krinyu tanpa fraksinasi lebih efektif menekan pertumbuhan dan pembentukan spora C. musae baik secara in vitro maupun in vivo.

Keywords


Colletotrichum musae, krinyu, pisang, teki

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jat.v6i1.2531

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter

google widget

 

Agrotek Tropika