Pengaruh Pupuk Hayati dan Konsentrasi Pupuk Pelengkap terhadap Respirasi Tanah pada Pertanaman Bawang Putih (Allium sativum L.) Ketinggian 500 Mdpl Kabupaten Tanggamus

Ayu Dwi Raminda, Sri Yusnaini, Kus Hendarto, Ainin Niswati

Abstract


Respirasi tanah merupakan pencerminan aktivitas mikroorganisme tanah. Pengukuran respirasi (mikroorganisme tanah) merupakan salah satu cara digunakan untuk menentukan tingkat aktivitas mikroorganisme tanah. Penetapan respirasi tanah berdasarkan penetapan jumlah CO 2 yang dihasilkan oleh mikroorganisme tanah dan jumlah O 2 yang digunakan oleh mikroorganisme tanah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati (Bio Max Grow), pupuk pelengkap Plant Catalyst dan interaksi antara kedua pupuk tersebut terhadap respirasi tanah pada pertanaman bawang putih (Allium Sativum L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, faktor pertama dosis pupuk hayati Bio Max Grow (B) dan faktor kedua konsentrasi pupuk pelengkap Plant Catalyst (P), setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 24 petak satuan percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam pada taraf 5% yang terlebih dahulu diuji hmogenitas ragamnya dengan menggunakan Uji
Bartlett dan adivitasnya diuji dengan Uji Tukey. Rata-rata nilai tengah dari data diuji dengan uji BNT pada taraf 5%. Hubungan antara pH tanah, kadar air tanah, suhu tanah, dan C-organik dengan respirasi tanah diuji
dengan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pupuk hayati 10 ml.L -1 (B 1 ) memberikan nilai respirasi yang lebih tinggi yaitu 61, 42 C-CO 2 mg. jam -1 m -2 dibanding dengan tanpa pupuk hayati yaitu 44,52 C-CO 2 mg. jam -1 m -2 pada pengamatan 45 hari setelah tanam (HST). Pemberian konsentrasi pupuk pelengkap memberikan nilai respirasi yang berbeda dengan tanpa pupuk pelengkap, tetapi antar pupuk pelengkap P 1 , P 2 , dan P 3 tidak berbeda, dengan nilai respirasi berurut 51,02 C-CO 2 mg. jam -1 m -2 , 63,69 C- CO 2 mg. jam -1 m -2 , dan 59,47 C-CO 2 mg. jam -1 m -2 pada pengamatan 45 hari setelah tanam (HST). Terdapat interaksi antara pemberian pupuk hayati dan konsentrasi pupuk pelengkap terhadap respirasi tanah pada pengamatan 45 hari setelah tanam (HST). Perlakuan tanpa pupuk hayati (B 0 ), menghasilkan nilai respirasi tertinggi pada konsentrasi pupuk pelengkap 1,5 g. L -1 yaitu 60,44 C-CO 2 mg. jam -1 m -2 dan tidak berbeda
dengan P 1 , sedangkan perlakuan pupuk hayati (B 1 ) nilai respirasi tertinggi terdapat pada konsentrasi pupuk pelengkap 1g.L -1 yaitu 91,64 C-CO 2 mg. jam -1 m -2 .

Keywords


bawang Putih, pupuk pelengkap, pupuk hayati, respirasi tanah

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jat.v7i2.3255

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter

google widget

 

Agrotek Tropika