PENGARUH APLIKASI BAHAN ORGANIK DAN GIPSUM TERHADAP KEMANTAPAN AGREGAT TANAH PADA PERTANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) DI LAHAN BPTP TEGINENENG LAMPUNG SELATAN

Ruby Priaegar Hamonangan, Afandi Afandi, Didin Wiharso, Karden E.S Manik

Abstract


Salah satu usaha untuk meningkatkan kesuburan tanah supaya hasil kedelai tinggi yaitu menggunakan pupuk organik (Birnadi, 2014). Pemberian bahan organik dapat menurunkan bulk density tanah karena membentuk agregat tanah yang lebih baik dan memantapkan agregat yang telah terbentuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan orgamik dan gipsum terhadap kemantapan agregat tanah pada pertanaman kedelai (Glycine max L. Merril). Penelitian ini dilaksanakan di Lahan BPTP Unit Percobaan Tegineneng, Lampung
Selatan dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan kedelai varietas Anjasmoro (V2) dengan 4 perlakuan yaitu
kontrol atau tanpa bahan organik (B0), dengan bahan organik dosis 5 ton/Ha (B1), aplikasi bahan organik 10 ton/ ha (B2) dan dengan pemberian Gipsum dosis 130 kg/ha (G1). Kombinasi perlakuan berjumlah 4 dan diulang 3 kali pada irigasi 0,5 dan 0,75. Hasil yang di dapat dari penelitian yang telah dilakukan adalah Aplikasi bahan organik dan gypsum berpengaruh nyata terhadap kemantapan agregat tanah perlakuan yang menunjukkan hasil terbaik adalah bahan organik 10 ton/ha.

Keywords


tap

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jat.v7i2.3262

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter

google widget

 

Agrotek Tropika