Embriogenesis Dan Daya Tetas Ikan Pelangi (Melanotaenia parva) Pada Salinitas Yang Berbeda

Dahlia Mubarokah, Tarsim Tarsim, Tutik Kadarini

Abstract


Ikan hias adalah salah satu potensi  perikanan yang cukup besar di Indonesia. Budidaya ikan hias air tawar memiliki nilai ekspor yang cukup tinggi dan berpeluang dapat meningkatkan devisa. Ikan hias dapat dijadikan alternatif usaha yang dapat memberikan keuntungan finansial. Ikan pelangi (Melanotaenia parva) merupakan salah satu ikan hias air tawar yang memiliki warna, bentuk dan ukuran yang menarik, serta mudah dibudidayakan. Budidaya ikan pelangi memiliki kendala terutama pada ketersediaan benih. Ketersediaan benih berhubungan dengan waktu penetasan telur yang membutuhkan waktu lama. Peningkatan salinitas dapat digunakan untuk meningkatkan ketersediaan benih ikan pelangi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap daya tetas dan lama waktu penetasan telur ikan pelangi. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan salinitas yaitu 0; 2; 4; 6; 8; dan 10 ppt dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetasan telur menggunakan salinitas yang berbeda berpengaruh terhadap lama embriogenesis. Telur ikan pelangi yang ditetaskan pada salinitas 4 ppt lebih cepat menetas dibandingkan dengan perlakuan lain. Kontras dengan lama waktu penetasan, ternyata salinitas  tidak berpengaruh terhadap daya tetas telur ikan pelangi. Penelitian ini menyarankan agar penggunaan air berkadar garam rendah disarankan untuk mempersingkat embriogenesis ikan pelangi.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
Aquasains Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Flag Counter

Aquasains Stats 
Indexed By: