Jurnal Agrotek Tropika https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA <p align="justify"><strong>Jurnal Agrotek Tropika (JAT)</strong> is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Jurnal Agrotek Tropika published since 2013 and published four times in one year ie in February, May, August, and November. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI). This is an open access journal which means that all content is freely available without charge to the user or his/her institution. Users are allowed to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of the articles, or use them for any other lawful purpose, without asking prior permission from the publisher or the author. This is in accordance with the BOAI definition of open access. <strong>JAT</strong> has been indexed in <a href="https://search.crossref.org/?from_ui=&amp;q=agrotek+tropika">Crossref</a>, <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/4025">Sinta</a>, <a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=DlQ6rhEAAAAJ&amp;hl=en">Google Scholar</a>, <a href="https://www.neliti.com/id/journals/jurnal-agrotek-tropika">Neliti</a>, and <a href="https://pkp.sfu.ca/2021/10/05/pkp-index-retiring-as-of-january-1-2022/">PKP Index</a></p> <p><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/4025"><img src="https://jurnal.fp.unila.ac.id/public/site/images/wisnu/s2.png" alt="" width="150" height="54" /></a></p> en-US <p><br />Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0" rel="license">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a>.</p><p>The copyright holder is the author. Authors publishing under any license allowed by the journal retain the copyright and full publishing rights without restrictions.</p><p>The <a href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">Creative Commons Attribution 4.0 International</a> (CC BY 4.0) license allows users to copy, distribute, and adapt the work, even for commercial purposes, as long as proper attribution is given to the original creator. This is a highly flexible license that encourages widespread dissemination and use of creative works, supporting innovation and collaboration across various fields.</p><p><a style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 10px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #ffffff;" href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/" rel="license"><img style="border: 0px; cursor: default;" src="https://i.creativecommons.org/l/by/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" /></a></p><p> </p> ixoras21@gmail.com (Purba Sanjaya) septi.nurulaini@gmail.com (Septi Nurul Aini, S.P., M.Si.) Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU PADA BERBAGAI TINGKAT SALINITAS DAN DOSIS SILIKA https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/7681 <p>Produksi kacang hijau di Indonesia masih rendah karena luas penanaman yang terbatas. Penambahan luas penanaman melalui pemanfaatan lahan suboptimal seperti lahan salin dapat menjadi pemecahan masalah rendahnya produksi kacang hijau dalam negeri. Tanah salin memiliki keterbatasan berupa garam berlebih yang merugikan pertumbuhan tanaman. Pupuk silika dilaporkan dapat meningkatkan kemampuan tanaman menghadapi cekaman salinitas. Penelitian ditujukan untuk mengkaji bagaimana pengaruh dosis pupuk silika, tingkat salinitas,<br />dan interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian di<br />dalam greenhouse ini memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor penelitian<br />yaitu. dosis pupuk silika (P) sebagai faktor pertama dan tingkat salinitas (S) sebagai faktor<br />kedua. Dosis pupuk silika terdiri atas 4 taraf yaitu 0 ml L-1 = P1, 2 mL L-1 =P2, 4 mL L-1 = P3 dan 6 mL L-1 = P4. Salinitas terdiri atas 3 tingkat yaitu &lt; 2 dS m-1 = S1, 4 dS m-1 = S2 dan 8 dS m-1 = S3. Kombinasi faktor penelitian menghasilkan 12 bentuk perlakuan dan di ulang 3 kali sehingga terbentuk 36 unit percobaan. Data penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk silika hanya berpengaruh pada jumlah daun trifoliat kacang hijau pada umur 42 hari setelah tanam.<br />Jumlah daun trifoliat tertinggi diperoleh pada dosis pupuk silika 0 ml L-1, yaitu 6,89 helai.<br />Tingkat salinitas menurunkan hampir seluruh variabel pertumbuhan, hasil dan fisiologi<br />tanaman kacang hijau. Interaksi dosis pupuk silika dan tingkat salinitas mempengaruhi jumlah<br />polong per tanaman. Jumlah polong tertinggi diperoleh melalui pemberian pupuk silika 6 mL<br />L-1 pada kondisi salinitas &lt; 2 dS m-1.</p> didik darmono, Sakhidin, Ponendi Hidayat Copyright (c) 2025 didik darmono http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/7681 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 APLIKASI BAHAN ORGANIK DAN Arachis pintoii PADA MATERIAL LETUSAN GUNUNG API (KELUD DAN BROMO): PERUBAHAN UNSUR HARA C DAN N https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/7778 <p>Material letusan gunung api memiliki kesuburan potensial yang tinggi, namun kandungan hara C dan N tergolong sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah perlakuan bahan organik <em>Tithonia diversifolia</em> dan <em>Arachis pintoii</em> sebagai tanaman penutup tanah selama setahun dapat meningkatkan kandungan C dan N dari material letusan gunung api. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok sebanyak 8 perlakuan yang diulang tiga kali. Material letusan diambil dari Gunung Kelud dan Gunung Bromo, lolos ayakan 2 mm untuk memperoleh ukuran partikel yang seragam. Daun dan batang <em>Tithonia diversifolia</em> digunakan sebagai bahan organik yang dicacah sebelum dicampur dengan material letusan. <em>Arachis pintoii</em> sebagai tanaman penutup tanah diharapkan dapat membantu proses pelapukan material letusan, serta memfiksasi N dari udara. <em>Arachis pintoii</em> ditanam setelah 2 minggu inkubasi bahan organik dengan bahan letusan. Contoh tanah diambil setelah 1 tahun perlakuan, dan diukur kandungan C (Walkley-Black) dan N (Kjehldahl) pada material letusan gunung api . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan C-organik dan N-total pada material letusan gunung api mengalami peningkatan setelah diberikan bahan organik dan tanaman penutup tanah selama 1 tahun. Kandungan C-Organik tertinggi pada material Gunung Kelud sebesar 0,41±0,01% (VkB0A1), sedangkan pada Gunung Bromo sebesar 0,28±0,04% (VbB1A0 dan VbB1A1). Kandungan N-total tertinggi pada Gunung Kelud sebesar 0,004±0,001% (VkB1A0) dan Gunung Bromo sebesar 0,003±0,001% (VbB1A0). Material Gunung Kelud cenderung mengalami peningkatan C-Organik dan N-total lebih tinggi daripada material Gunung Bromo. Kandungan C-Organik tertinggi dijumpai pada penanaman <em>Arachis pintoii</em>, sedangkan N-total tertinggi dijumpai pada pemberian bahan organik <em>Tithonia diversifolia</em>.</p> Christianti Agustina, Anita Novita Sari, Bella Nurdiyanti, Sri Rahayu Utami Copyright (c) 2025 Christanti Agustina http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/7778 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 EKSPLORASI DAN UJI POTENSI JAMUR DARI LAHAN PERTANAMAN KENTANG DI KABUPATEN BREBES SEBAGAI REMEDIATOR KADMIUM (Cd) https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/8146 <p>Kentang (<em>Solanum tuberosum </em>L.) merupakan tanaman hortikultura sumber karbohidrat, bahan baku industri makanan olahan dan memiliki nilai jual tinggi. Petani menggunakan pupuk dan pestisida kimia sintetis sangat intensif dalam proses budidaya sehingga berpotensi meninggalkan cemaran logam berat kadmium di tanah. Kadmium yang terakumulasi ditanah dapat masuk ke jaringan tanaman dan mengganggu kesehatan manusia. Upaya bioremidiasi perlu dilakukan untuk menurunkan tingkat cemaran. Jamur tanah memiliki potensi sebagai agen remidiasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi, mengidentifikasi dan menguji kemampuan isolat jamur asal lahan pertanaman kentang di Kabupaten Brebes, serta menguji perkecambahan padi pada media bekas remediasi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikologi Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, pada bulan Januari sampai Oktober 2022. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dilanjutkan kualitatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga isolat jamur dengan konsentrasi kadmium (0, 25, dan 50 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 isolat yang ditemukan dan telah diidentifikasi dari genus <em>Trichoderma </em>sp., <em>Aspergillus </em>sp., <em>Fusarium </em>sp., dan <em>Penicillium </em>sp.. Tiga isolat terbaik dari hasil uji toleransi kadmium yaitu isolat dengan kode PP4 (<em>Trichoderma </em>sp.), WS4 (<em>Fusarium </em>sp.), dan WS8 (<em>Aspergillus </em>sp.). Isolat <em>Trichoderma </em>sp. mampu menyisihkan logam berat dalam media konsentrasi Cd 25 ppm mencapai 92% dengan kapasitas biomassa 22,75 mg/g. Biomassa terbaik pada uji kemampuan remediasi yaitu pada isolat WS4 (<em>Fusarium </em>sp.) dengan kadar Cd 25 ppm yaitu 0,69 g. Hasil uji perkecambahan benih padi menunjukkan media yang sudah diaplikasikan jamur tidak mempengaruhi penurunan pertumbuhan perkecambahan benih padi, variable pengamatan bobot segar, tinggi tanaman, jumlah akar, panjang akar, dan daya perkecambahan menunjukkan pertumbuhan yang sama dibanding kontrol.</p> Okti Herliana, Wilis Cahyani, Ahmad Fauzi, Rostaman, Shofiyatun Khasanah Copyright (c) 2025 Okti Herliana, Wilis Canyani, Ahmad Fauzi, Rostaman, Shofiyatun Khasanah http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/8146 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 PARAMETER GENETIK AKSESI JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) YANG DIKOLEKSI DARI PULAU JAWA, INDONESIA https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/8344 <p>Jahe merah merupakan jahe yang lebih pedas dibandingkan dengan jenis jahe lainnya, yang dapat dimanfaatkan dalam industri obat-obatan. Keterbatasan bibit menjadi permasalahan utama dalam budidaya jahe merah. Informasi tentang keragaman genetik ddan fenotipik jahe merah diperlukan untuk menentukan metode terbaik dalam menghasilkan varietas unggul baru melalui program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genotipe, fenotipe, dan heritabilitas 7 (tujuh) aksesi jahe merah yang dikoleksi dari 7 (tujuh) daerah di Pulau Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 (tujuh) aksesi jahe merah yang diteliti, berdasarkan 4 (empat) karakter agronomi kuantitatif yang diamati, mempunyai ragam genetik yang sempit dan ragam fenotipe yang luas. Berdasarkan nilai duga heritabilitas, diketahui bahwa tinggi tanaman dipengaruhi oleh faktor genetik, sedangkan luas daun, jumlah daun, dan diameter batang dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.</p> Eka Oktaviani, Agleri Rante, Agus Suroto Copyright (c) 2025 Agleri Rante, Eka Oktaviani, Agus Suroto http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/8344 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 PEMBERIAN MIKORIZA DAN PUPUK MAJEMUK GRAND K DALAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA LAHAN KERING MASAM https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/8549 <p>Penelitian ini dilakukan dengan tujuan adalah untuk menentukan dosis mikoriza dan pupuk Grand K yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada lahan kering masam. Penelitian ini berlangsung di Unit Percobaan Terpadu (UPT) Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Jalan Air Dingin Ujung, Pekanbaru, dari bulan September sampai November 2023. Studi ini menerapkan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang melibatkan dua faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah dosis mikoriza, 5 taraf perlakuan yaitu 0, 125, 250, 375 dan 500 g/plot. Faktor kedua dosis Pupuk Grand K terdiri dari 4 taraf perlakuan; 0, 10, 15 dan 20 g/plot. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, umur panen, jumlah umbi per rumpun, berat basah umbi per rumpun, berat kering per rumpun, dan susut bobot umbi. Analisis Anova dilakukan pada data pengamatan dan diuji lanjut BNJ taraf 5%. Hasil riset menunjukkan bahwa perlakuan mikoriza 500 g/plot dan Grand K 20 g/plot mampu menghasilkan tinggi tanaman, jumlah umbi/tanaman, berat umbi basah dan kering per tanaman serta susut umbi terbaik pada tanaman bawang merah. Perlakuan tunggal mikoriza 500 g/plot dan perlakuan tunggal Grand K dosis 20 g/plot memberikan perkembangan dan hasil yang lebih baik pada tanaman bawang merah.</p> Ernita Ernita, Raisa Baharuddin, Pandu Setyo Aji Copyright (c) 2025 Ernita Ernita, Raisa Baharuddin, Pandu Setyo Aji http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/8549 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 PENGHAMBATAN CENDAWAN ENDOFIT BUNGA BAWANG DAYAK Fusarium solani EnI TERHADAP CENDAWAN KONTAMINAN SECARA IN VITRO DAN CENDAWAN PATOGEN SECARA IN VIVO https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/8620 <p>Cendawan endofit adalah salah satu agen pengendali biologi yang dapat melindungi tanaman dari serangan patogen. Bawang dayak merupakan tanaman obat di Kalimantan Selatan sebagai inang dari cendawan endofit yang berpotensi sebagai agen pengendali biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan cendawan endofit bunga bawang dayak, <em>Fusarium solani</em> EnI, dalam mengendalikan penyakit layu fusarium di tanaman bawang merah, kemampuan hambatnya dengan <em>Aspergillus flavus</em> dan skrining bahan metabolit yang terkandung dalam ekstrak kultur endofit. Metode penelitian menggunakan uji penghambatan <em>in vitro</em> terhadap <em>A.flavus</em>, kejadian penyakit layu fusarium pada pada tanaman bawang yang merah yang diaplikasikan endofit cendawan bunga bawang dayak <em>F. solani</em> EnI di rumah kaca serta skrining fitokimia kultur endofit. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu perbedaan media tumbuh secara <em>in vitro</em> dan pengayaan cendawan endofit pada benih dan media tanam secara <em>in vivo</em>. Parameter pengamatan meliputi persen daya hambat, kejadian penyakit layu fusarium, tinggi tanaman, berat kering tanaman dan uji kualitatif fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan benih dan media tanam yang diperkaya cendawan endofit <em>F.solani</em> EnI pada bawang merah telah meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan layu fusarium ditunjukan dengan meningkatnya pertumbuhan tanaman dari parameter tinggi tanaman yaitu dengan nilai tanaman tertinggi 43 cm pada 7 MST dan berat kering tertinggi yaitu 22 g. Hal ini dikarenakan kemampuan endofit yang mengandung senyawa metabolit terpenoid yang bersifat antimikroba dari hasil kualitatif fitokimianya. Cendawan endofit <em>F. solani</em> EnI juga mampu menghambat pertumbuhan cendawan kontaminan <em>A. flavus</em> secara <em>in vitro </em>dengan daya hambat 50-68 % pada variasi media PDA, jagung dan kedelai.</p> Noorkomala Sari, Untung Santoso, Akhmad Rizali, Siti Norhaliza, Tiya Dwi Nanda, Kris Budi Santoso Copyright (c) 2025 Noorkomala Sari, Untung Santoso, Akhmad Rizali, Siti Norhaliza, Tiya Dwi Nanda, Kris Budi Santoso http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/8620 Thu, 04 Dec 2025 00:00:00 +0000 KARAKTERISASI MORFOLOGI, AGRONOMI, DAN MOLEKULER PADI LOKAL SIGOLONG ASAL KABUPATEN BENKAYANG https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/8893 <p>Padi Sigolong adalah padi lokal yang dibudidayakan petani di Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang. Padi ini memiliki produktivitas yang lebih tinggi jika dibandingkan padi lokal lainnya di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi morfologi, agronomi, dan molekuler Padi Sigolong sebagai dasar identifikasi dan penandaan karakter-karakter unggul Padi Sigolong penunjang daya hasil tinggi. Karakterterisasi terdiri atas 30 karakter morfologi, 8 karakter agronomi masing-masing pada 100 tanaman, dan karakterisasi molekuler dengan menggunakan 4 primer marka RAPD (<em>Random Amplified polimorphic DNA</em>) yaitu : OPA 03, OPA 13, OPA 19, dan OPB 08. Hasil karakterisasi morfologi mendapatkan 3 karakter penunjang daya hasil tinggi yaitu sudut daun, sudut batang, dan daun bendera yang tegak. Karakterisasi agronomi mendapatkan 4 karakter penunjang daya hasil tinggi yaitu : jumlah anakan banyak, eksersi malai sempurna, fertilitas gabah yang tinggi, dan kerontokan gabah pada malai yang tergolong sedang. Karakterisasi molekuler dengan tiga primer yaitu : OPA 03, OPA 13, dan OPB 08 menghasilkan pita yang teramplikasi sedangkan primer OPA 19 tidak menghasilkan pita teramplifikasi. Primer OPB 08 menghasilkan lokus polimorfik yang paling tinggi sedangkan primer OPA 13 tidak menghasilkan lokus polimorfik. Hasil penghitungan indeks kesamaan genetik (<em>genetic similarity indices</em>) sampel yang diuji sebesar 0,7143, 0,7857 dan 0.8571 sehingga kesamaan genetik antar sampel yang diuji rata-rata sebesar 78%.</p> Pipit Prihatini, Tantri Palupi, Wasi'an Copyright (c) 2025 Pipit Prihatini http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/8893 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 PENGGUNAAN WADAH SARINGAN PUPUK LEPAS TERKENDALI (WSPLT) DALAM PENYEDIAAN HARA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI TANAH GAMBUT DENGAN KEDALAMAN MUKA AIR TANAH BERBEDA https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/9299 <p>Kajian penggunaan wadah saringan pupuk lepas terkendali (WSPLT) dan tinggi muka air tanah dilakukan bertujuan untuk melihat interaksi WSPLT dan tinggi muka air tanah di lahan gambut. Penelitian faktorial 3x2 dengan 3 ulangan dirancang menurut Split Plot dengan petak utama tinggi muka air tanah 40 cm dan 60 cm dengan anak petak ukuran saringan 60 mesh, 80 mesh, 100 mesh. Parameter yang diamati meliputi persentase kelarutan pupuk dari WPSLT, sifat kimia tanah, dan kadar hara daun kelapa sawit. Data kelarutan pupuk dianalisis menggunakan sidik ragam dan uji lanjut DNMRT pada taraf 5%, kadar hara daun dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh muka air tanah yang berbeda menghasilkan persentase kelarutan pupuk yang tidak berbeda. Pemberian pupuk dengan menggunakan WSPLT menghasilkan persentase kelarutan yang lebih rendah dibandingkan tanpa WSPLT. Penggunaan WSPLT dengan ukuran saringan yang berbeda menghasilkan persentase kelarutan yang tidak berbeda. Penggunaan WSPLT menghasilkan persentase kelarutan yang lebih rendah dari tanpa WSPLT, namun antara ukuran saringan menghasilkan persentase kelarutan yang tidak berbeda. Pada tinggi muka air tanah 40 cm terjadi peningkatan kadar hara N daun berkisar antara 15% sampai 23,79%, hara P daun berkisar antara 15% sampai 24%, dan hara K daun berkisar antara 68% sampai 82%. Sedangkan pada tinggi muka air tanah 60 cm terjadi peningkatan pada kadar hara N daun berkisar antara 13% sampai 14%, hara P daun tidak terjadi peningkatan, dan hara K daun berkisar antara 12% sampai 52% pada daun kelapa sawit.</p> Indrawan Indrawan, Syafrinal Syafrinal, Wawan Wawan Copyright (c) 2025 Indrawan Indrawan, Syafrinal Syafrinal, Wawan Wawan http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/9299 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS KESESUAIAN LAHAN DAS SAMPEAN BARU UNTUK BUDIDAYA PISANG CAVENDISH(Musa acuminata L) PT.XYZ DI KABUPATEN BONDOWOSO https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/9340 <p>Pisang cavendish menjadi jenis pisang yang banyak diminati di pasar internasional, sehingga untuk meningkatkan volume ekspor pisang Indonesia, jenis pisang yang tepat untuk di budidayakan adalah pisang cavendish. PT.XYZ menjadi salah satu perusahaan yang turut membudidayakan pisang cavendish dengan tujuan ekspor, yang terus melakukan perluasan area perkebunan termasuk di wilayah DAS Sampean Baru, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Perluasan dilakukan dengan sistem kemitraan bersama Pemerintah Kabupatern Bondowoso dan kelompok tani. Namun, belum dilakukan penilaian kesesuaian lahan untuk budidaya tanaman pisang cavendish. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan melakukan evaluasi kesesuaian lahan dan rekomendasi perluasan area penanaman di wilayah DAS Sampean Baru. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan dengan membandingkan kondisi parameter kriteria terkini dengan kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman pisang cavendish. Parameter <em>input</em> adalah jenis tanah, tutupan lahan, curah hujan, dan topografi yang dianalisis menggunakan ArcGis 10.3 melibatkan 7 parameter kriteria kesesuaian lahan tanaman pisang cavendish. Hasil menunjukkan DAS Sampean Baru memiliki 2 kelas kesesuaian lahan yaitu S1 (sangat sesuai) sebesar 15.303,99 ha (25,05%) dan S2 (cukup sesuai) 45.789,31 ha (74,95%). Perluasan area budidaya pisang cavendish dapat mengoptimalkan lahan – lahan dengan status S2. Kondisi tersebut memberikan kesimpulan bahwa secara keseluruhan wilayah DAS Sampean Baru sesuai untuk budidaya tanaman pisang cavendishnamun perlu diperhatikan bahwa kondisi kelas S2 memerlukan beberapa upaya penanganan untuk mencegah dampak dari keberadaan faktor pembatas.</p> Elida Novita, Idah Andriyani, Siswoyo Soekarno, Heru Ernanda, Halimatus Silvia Copyright (c) 2025 Elida Novita, Idah Andriyani, Siswoyo Soekarno, Heru Ernanda, Halimatus Silvia http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/9340 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 MODEL RESPON KEMUNDURAN SELAMA PERIODE III HIDUP BENIH SORGUM (Sorgum bicolor [L.] Moench) VARIETAS NUMBU DALAM RUANG SIMPAN BER-AC https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/9429 <p><strong>Model respons deteriorasi selama periode ketiga masa hidup benih sorgum (<em>Sorghum bicolor</em> [L] Moench) masih sedikit diteliti, khususnya pada ruang penyimpanan ber-AC dengan suhu relatif rendah.</strong> Penelitian yang bertujuan untuk menentukan model respon terbaik terhadap <strong>deteriorasi</strong> mutu benih sorgum varietas Numbu di ruang simpan ber-AC dengan suhu 18 ± 1,44°C telah dilakukan di Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung pada bulan Desember 2020 sampai dengan April 2021. Benih sorgum varietas Numbu yang telah disimpan selama 18, 32, 50, dan 66 bulan dalam ruang ber-AC diamati viabilitasnya menggunakan uji perkecambahan dengan metode kertas gulung (roll paper test) untuk mengukur kapasitas kecambah, laju berkecambah benih, dan vigor kecambah. Benih sorgum varietas Numbu itu juga diamati dengan uji tetrazolium. Empat model respons deteriorasi benih selama periode ketiga masa hidup benih sorgum Numbu yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara viabilitas benih dan lama penyimpanan menunjukkan bahwa model respons deteriorasi bentuk sigmoid lebih baik dibanding model linear, logaritmik, dan peluruhan eksponensial yang ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (R²) garis regresi paling tinggi.</p> Monik Nurhidayati, Eko Pramono, Agustiansyah Agustiansyah, Muhammad Kamal Copyright (c) 2025 Monik Nurhidayati, Eko Pramono, Agustiansyah Agustiansyah, Muhammad Kamal http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/9429 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 UJI KOMPOS AZOLLA DAN BIOSAKA TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA PRODUKSI TANAMAN PARE (Momordica charantia L.) https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/9497 <p>Tanaman pare (<em>Momordica charantia </em>L.) merupakan komoditas tanaman hortikultura yang berpotensi komersial tinggi karena mengandung nutrisi yang tinggi dan lengkap serta mempunyai khasiat bagi kesehatan. Namun, produksi pare masih rendah karena budidaya tanaman pare ditingkat petani masih bersifat usaha sampingan hanya dilakukan dalam jumlah kecil dilahan pekarangan dan tegalan serta kurangnya informasi bagi petani dalam melakukan teknik budidaya yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi dan tunggal kompos azolla dan biosaka terhadap pertumbuhan serta produksi tanaman pare. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, selama empat bulan mulai dari bulan Desember 2023 sampai Maret 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah kompos azolla terdiri 4 taraf perlakuan : 0, 200, 400, 600 g/tanaman, sedangkan faktor kedua adalah biosaka terdiri dari 5 taraf perlakuan : 0, 10, 20, 30, 40 ml/15 L air. Data dianalisis secara statistik dan dilanjutkan pada uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pemberian kompos azolla dan biosaka berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan terbaik terdapat pada dosis kompos azolla 600 g/tanaman dan konsentrasi biosaka 40 ml/15 L air.</p> Safira Az Zahra, Fathurrahman Copyright (c) 2025 Fathurrahman fathur F http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/9497 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 EFEK KONSENTRASI ASAP CAIR DAN WAKTU PERENDAMANNYA TERHADAP KUALITAS KOPRA PUTIH https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/9671 <p>Kopra konvensional biasanya daging buah kelapa diolah dengan dijemur atau digarang untuk menurunkan kadar air dan menghambat pertumbuhan mikroba. Serangan mikroba ini mengakibatkan penurunan kualitas kopra. Perlakuan asap cair pada produksi kopra diharapkan sebagai zat antimikroba alternatif yang aman, karena kandungan senyawa fenol dan asam organik di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kombinasi perlakuan konsentrasi asap cair tempurung kelapa dan waktu perendamannya yang paling baik terhadap kualitas kopra putih. Percobaan untuk menguji sepuluh kombinasi perlakuan antara konsentrasi asap cair 10, 15, dan 20% dan waktu perendamannya 5, 10, dan 20 menit dan satu perlakuan kontrol, yang masing-masing dilakukan tiga ulangan, yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap. Data pengamatan respons percobaan dianalisis statistik dengan Anova dan Uji Duncan pada taraf 5%. Hasil peneltian menunjukkan bahwa, perlakuan kombinasi konsentrasi dan lama peredaman berpengaruh terhadap parameter dari bebas fungi, keutuhan, warna, rendemen minyak kopra, dan kadar asam lemak bebas pada minyak kopra. Kombinasi perlakuan konsentrasi asap cair 10% dan waktu perendaman 10 menit memberi efek antimikroba yang optimum, sehingga menghasilkan kualitas kopra yang terbaik.</p> Budy Rahmat, Dewi Hamadatus Solihah, Dedi Natawijaya, Yanto Yulianto Copyright (c) 2025 Budy Rahmat http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/9671 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 MUTU FISIK DAN KIMIA GABAH DAN BERAS GALUR – GALUR DIHAPLOID PADI HITAM https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/9713 <p>Beras berwarna, khususnya beras hitam, merupakan jenis beras fungsional yang kaya akan antosianin dan memiliki nilai gizi tinggi. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, permintaan terhadap beras hitam pun meningkat. Namun, Indonesia saat ini baru memiliki satu varietas unggul padi hitam, yaitu Jeliteng, sehingga diperlukan alternatif varietas baru yang memiliki mutu fisik dan kimia gabah serta beras yang baik. Salah satu sumber potensial adalah galur-galur dihaploid hasil persilangan melalui kultur antera, tetapi informasi mengenai mutu fisik dan kimia gabah serta berasnya masih terbatas, padahal data tersebut penting untuk mendukung seleksi calon varietas unggul yang adaptif dan disukai konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu fisik dan kimia gabah serta beras dari galur-galur dihaploid padi hitam hasil kultur antera. Materi genetik terdiri atas 14 galur dihaploid dan dua varietas pembanding, yaitu Jeliteng (beras hitam) dan Aek Sibundong (beras merah). Pengujian meliputi karakter fisik (rendemen beras kepala, rendemen beras pecah kulit, panjang dan bentuk beras, persentase butir kapur, dan warna aleuron), kimia (kadar amilosa dan suhu gelatinisasi), serta uji organoleptik nasi (tekstur, rasa, aroma, dan penampilan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam galur (DK-2, DK-8, DK-9, DK-11, DK-12, dan DK-14) memiliki kadar amilosa lebih rendah dan rendemen beras lebih baik dibanding Jeliteng. Dua galur, DK-6 dan DK-7, menghasilkan nasi lebih pulen dengan kadar amilosa 18,41% dan 19,11%, serta rendemen beras pecah kulit masing-masing sebesar 68% dan 66%. Temuan ini menunjukkan potensi beberapa galur dihaploid sebagai calon varietas unggul padi hitam yang adaptif dan disukai konsumen.</p> Danu Kuncoro, Iswari Saraswati Dewi, Willy Bayuardi Suwarno, Awang Maharijaya, Bambang Sapta Purwoko Copyright (c) 2025 Bambang Sapta Purwoko http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/9713 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 RESPON KACANG TANAH (Arachis hypogaea L) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK HIJAU DAN PUPUK ORGANIK CAIR KIRINYUH https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/9929 <p>Kacang tanah di Indonesia merupakan komoditas pertanian terpenting setelah kedelai yang memiliki peran strategis pangan nasional sebagai sumber protein dan minyak nabati. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan dosis pupuk hijau dan dosis pupuk organik cair yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil yang optimal. Penelitian dilaksanakan di Gampong Meucat Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara pada bulan Januari – bulan April 2022. Rancangan percoban menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk hijau kirinyuh yang terdiri dari (K0) 0 g/polybag, (K1) 25 g/polybag, (K2) 50 g/polybag dan (K3) 75 g/polybag. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair kirinyuh yang terdiri dari (C0) 0 ml/liter, (C1) 80 ml/liter, (C2) 160 ml/liter. Peubah pengamatan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah polong per tanaman, bobot segar polong per tanaman, bobot kering polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot kering biji per tanaman, bobot 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan pupuk hijau kirinyuh dan pupuk organik cair kirinyuh dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah, dosis terbaik yaitu dosis (K3) 75 g/polybag. Konsetrasi pupuk organik cair kirinyuh juga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah, konsetrasi terbaik yaitu (C2) 160 ml/liter air. Interaksi antara dosis pupuk hijau dan konsentrasi pupuk organik cair kirinyuh pada bobot polong segar pertanaman dan bobot 100 biji. Interaksi K3C2 (75 g pupuk hijau/polybag dan 160 ml pupuk organik cair/liter) menghasilkan bobot segar polong terberat 61,99 g dan menghasikan bobot 100 biji terberat 46,32 g.</p> Hafifah Hafifah, Laila Nazirah, Muhammad Nazaruddin Copyright (c) 2025 Hafifah Hafifah, Laila Nazirah, Muhammad Nazaruddin http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/9929 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 EFEK CEKAMAN KEKERINGAN DAN DOSIS BIOCHAR JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI GOGO (Oryza sativa L.) https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/10318 Padi gogo (Oryza sativa L. var. gogo) ialah sebuah varietas padi yang dapat ditanam pada lahan kering yang sumber airnya hanya mengandalkan curah hujan. Cekaman kekeringan pada budidaya padi gogo di lahan kering terjadi karena irigasi berbasis curah hujan dan adanya perubahan iklim secara global, curah hujan jatuhnya tidak menentu sehingga padi gogo yang ditanam sering kali mengalami kekeringan pada fase-fase kritis akibat kurangnya kadar air tanah. Penggunaan arang jerami padi bisa mendorong efektivitas pupuk, memasok unsur hara makro, meningkatkan kesuburan, serta memperbaiki karakteristik fisik tanah. Studi berikut menerapkan Susunan Acak Kelompok Faktorial dalam 2 faktor, faktor ke-1 tersusun atas “cekaman kekeringan 100% kapasitas lapang (C0), 80% kapasitas lapang (C1), 60% kapasitas lapang (C2), dan 40% kapasitas lapang (C3)”, faktor ke-2 terdiri dari dosis biochar jerami padi “0 ton/ha (D0), 5 ton/ha (D1), 10 ton/ha (D2), dan 15 ton/ha (D3)”. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, KAR daun, banyaknya anakan produktif, banyaknya gabah isi per malai, berat segar gabah per polybag, serat berat kering gabah per polybag. Perolehan studi memuktikkan bahwasannya pemberian perlakuan cekaman kekeringan amat mempengaruhi pertumbuhan serta perolehan tanaman padi gogo. Semakin besar perlakuan cekaman kekeringan yang diberikan akan menurunkan nilai masing-masing variabel pengamatan. Pemberian dosis biochar jerami padi pada kadar 10 ton/ha terbaik pada variabel kandungan air relatif daun senilai 77,12%, banyaknya gabah isi per malai 23,30 g, berat segar gabah per polybag sebesar 4,74 ton/ha, dan berat kering gabah per polybag sebesar 3,79 ton/ha Frumencio Costa Araujo De Jesus, I Nyoman Rai, Ni Nyoman Ari Mayadewi Copyright (c) 2025 Frumencio Costa Araujo De Jesus http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/10318 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 EFEKTIVTAS ASAM HUMAT DAN BAKTERI PENAMBAT NITROGEN DALAM PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/10395 <p><em>Robusta coffee plantations in Indonesia still have low productivity levels compared to other countries such as Vietnam, namely, 0.8 tons/ha and 2.48 tons/ha. One of the factors determining plant productivity is the use of seeds. The seedling phase in coffee plants is an important phase that greatly determines the quality of future plant growth and production. Increasing the growth of the seedling phase is usually done by fulfilling nutrients through the application of inorganic fertilizers. Intensive application of inorganic fertilizers at high doses can accumulate fertilizer residues that harm the soil and the environment. Therefore, it is necessary to optimize the vegetative growth of Robusta coffee in the nursery phase by applying humic acid and Azospirillum sp. This research was conducted in June 2024 - September 2024 in the Ciparanje experimental field of Universitas Padjadjaran . The experimental design used was Randomized Group Design (RBD) with seven treatment combinations and repeated four times, each replicate consisting of three plants. Treatments included control, 40 mL/polybag Azospirillum, 20 mL/polybag Azospirillum, 10 mL/polybag humic acid, 5 mL/polybag humic acid, and a combination. The results showed that the combination of humic acid 10 mL/polybag + Azospirillum 40 mL/polybag had an effect on the increase in the number of leaves but did not show a significant impact on leaf area, chlorophyll index, stem diameter, and Azospirillum population.</em></p><p><em> </em></p> Intan Ratna Dewi Anjarsari, Anindya Khairunnisa, Mira Ariyanti Copyright (c) 2025 Intan Ratna Dewi Anjarsari http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/10395 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 RESPON PEMBERIAN FITOHORMON EKSTRAK LIDAH BUAYA DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN STEK BATANG TANAMAN VANILI (Vanilla planifolia Andrews) https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/10577 <p>Perbanyakan stek vanili masih memiliki beberapa hambatan seperti akar yang sulit tumbuh dan waktu tumbuh tunas yang lama. Penambahan fitohormon ekstrak lidah buaya dan nitrogen diharapkan mampu menstimulasi pertumbuhan akar dan tunas lebih cepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi konsentrasi ekstrak lidah buaya dan dosis pupuk nitrogen yang tepat untuk merangsang pertumbuhan stek batang tanaman vanili. Percobaan dilakukan secara faktorial menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor I konsentrasi fitohormon ekstrak lidah buaya yang terdiri atas 4 taraf yaitu E<sub>0</sub>: 0 ml/L air ( Kontrol), E<sub>1</sub>: 250 ml/L air, E<sub>2</sub>: 500 ml/L air dan E<sub>3</sub>: 750 ml/L air dan faktor II dosis pupuk nitrogen yang terdiri atas 4 taraf yaitu N<sub>0</sub>: 0 gram (Kontrol), N<sub>1</sub>: 7,5 gram/polybag, N<sub>2</sub>: 15 gram/polybag, N<sub>3</sub>: 22,5 gram/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kombinasi perlakuan konsentrasi fitohormon lidah buaya 750 ml/L air dan dosis pupuk nitrogen 0 gram (E<sub>3</sub>N<sub>0</sub>) memberikan pengaruh sangat nyata pada jumlah akar, panjang akar, volume akar, berat segar tanaman dan berat kering tanaman.</p> Distiana Wulanjari, Hepniatul Hasanah, Setiyono Setiyono, Muhammad Ghufron Rosyady Copyright (c) 2025 Distiana Wulanjari, Hepniatul Hasanah, Setiyono Setiyono, Muhammad Ghufron Rosyady http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/10577 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT UMBI UBI JALAR PADA PERKECAMBAHAN BIJI DAN PERTUMBUHAN GULMA JAJAGOAN (Echinochloa crus-galli) https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/10966 <p>Gulma <em>Echinochloa crus-galli</em> sangat kompetitif terhadap tanaman padi karena perkembangbiakan dan pertumbuhannya cepat, sehingga dapat menurunkan produksi padi. Alternatif pengendalian gulma dapat memanfaatkan senyawa alelokimia yang diperoleh dari tumbuhan, seperti kulit umbi ubi jalar (<em>Ipomoea batatas</em> L.). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak kulit umbi ubi jalar pada perkecambahan biji dan pertumbuhan gulma <em>Echinochloa crus-galli</em>. Penelitian ini terdiri dari dua set yaitu Uji Perkecambahan di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan yaitu kontrol dan konsentrasi ekstrak kulit umbi jalar 5%, 10%, 15%, 20% dan Uji Pertumbuhan di rumah kaca menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama konsentrasi ekstrak kulit umbi ubi jalar 5%, 10%, 15%, dan 20% dan faktor kedua dosis ekstrak 2,5 l ha-1 dan 5 l ha-1. Data hasil penelitian dilakukan uji homogenitas yang diuji dengan uji Barlett dan uji Aditivitas data dengan dilakukan uji Tukey. Bila asumsi terpenuhi, data dianalisis dengan analisis ragam dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi ekstrak kulit umbi ubi jalar di laboratorium pada konsentrasi 15-20% dapat menekan perkecambahan sampai 100% dan pengaplikasian ekstrak kulit umbi ubi jalar konsentrasi 10-20% dengan dosis 2,5 l ha-1 l ha-1 di rumah kaca dapat menghambat pertumbuhan jajagoan. Penekanan tertinggi gulma terjadi pada konsentrasi 20% dengan dosis 5% untuk seluruh peubah yang diamati.</p> Hidayat Pujisiswanto, Alamanda Lily Astari, Nanik Sriyani, Dad Resiworo J. Sembodo, Purba Sanjaya Copyright (c) 2025 Hidayat Pujisiswanto http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/10966 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH BIOAMELIORAN TERHADAP SERAPAN NITROGEN DAN FOSFOR SERTA HASIL TUMPANGSARI JAGUNG-KEDELAI https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/11421 <p>Lahan suboptimal memiliki potensi besar sebagai lahan pertanian produktif di masa depan. Untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, sistem tumpangsari merupakan alternatif budidaya yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh berbagai formulasi bioamelioran terhadap serapan nitrogen (N), fosfor (P), dan hasil tumpangsari jagung–kedelai. Penelitian dilaksanakan pada Juni–Agustus 2025 di Dusun Sumur Mual, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Analisis biologi dan kimia tanah dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan Kimia Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram. Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu: P0 (tanpa bioamelioran), F1 (10% kompos, 10% pupuk kandang, 10% biochar sekam, 70% pupuk hayati mikoriza), F2 (15%, 15%, 15%, 55%), F3 (20%, 20%, 20%, 40%), dan F4 (25%, 25%, 25%, 25%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan F4, yang terdiri atas campuran 25% kompos, 25% arang sekam, 25% pupuk kandang, dan 25% pupuk hayati mikoriza, menunjukkan hasil terbaik dalam meningkatkan populasi spora mikoriza dan persentase kolonisasi akar. Perlakuan ini juga memberikan hasil panen jagung dan kedelai yang lebih tinggi, serta meningkatkan konsentrasi hara tanah (N total dan P tersedia) dan serapan hara oleh tanaman. Aplikasi bioamelioran F4 mampu meningkatkan efektivitas bioamelioran dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas tumpangsari jagung- kedelai.</p> Wahyu Astiko, Mohamad Taufik Fauzi, Lolita Endang Susilowati, Lalu Zulkifli Copyright (c) 2025 Wahyu Astiko http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/11421 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 PERILAKU PERTUKARAN AMONIUM PADA TANAH ULTISOL DAN NITROGEN TERPANEN PADA TANAMAN JAGUNG AKIBAT PERLAKUAN OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN PADA MUSIM TANAM KE-9 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/12042 <p>Kadar nitrogen yang rendah pada tanah dengan tingkat kesuburan yang rendah seperti tanah Ultisol, menyebabkan penurunan produksi tanaman jagung. Upaya yang dapat diterapkan untuk memperbaiki kualitas tanah Ultisol yaitu dengan pengolahan tanah dan pemupukan yang tepat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan olah tanah dan pemupukan dalam meningkatkan parameter Q/I amonium (PBC<sub>NH4</sub><sup>+</sup>, <em>CR<sub>NH4</sub><sup>0</sup></em>, ∆NH<sub>4</sub><sup>0</sup> dan K<sub>G</sub>) dan nitrogen terpanen pada pertanaman jagung akibat perlakuan olah tanah dan pemupukan. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial (2×2) dengan 4 kelompok. Faktor pertama adalah perlakuan sistem olah tanah (T) yaitu T1 = olah tanah minimum, dan T2 = olah tanah intensif. Faktor kedua dalam penelitian ini adalah pemupukan (P) yaitu P0 = pemupukan setengah dan P1= pemupukan penuh. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan setengah meningkatkan parameter Q/I amonium (PBC<sub>NH4</sub><sup>+</sup>). Perlakuan pemupukan penuh berpengaruh meningkatkan (CR<sub>NH4</sub><sup>0</sup>). Perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan penuh meningkatkan (∆NH<sub>4</sub><sup>0</sup>). Perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan setengah meningkatkan (K<sub>G</sub>). Interaksi antara perlakuan olah tanah minimum dan pemupukan penuh berpengaruh terhadap parameter Q/I amonium. Parameter Q/I (CR<sub>NH4</sub><sup>0</sup>, KTK) berkorelasi nyata positif terhadap N terpanen tanaman jagung. Parameter Q/I (PBC<sub>NH4</sub><sup>+ </sup>dan K<sub>G</sub>) berkorelasi nyata negatif terhadap N terpanen tanaman jagung.</p> Azzah Alfia, Septi Nurul Aini, Nur Afni Afrianti, Supriatin Supriatin, Astriana Rahmi Setiawati, Jamalam Lumbanraja Jamalam Lumbanraja Copyright (c) 2025 Azzah Alfia, Septi Nurul Aini http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/12042 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 KINETIKA DEKOMPOSISI TANAMAN JAGUNG (BATANG, DAUN, DAN TONGKOL KOSONG) DI PERMUKAAN DAN DI LAPISAN OLAH TANAH) https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/12055 <p>Pengembalian biomassa tanaman jagung ke lahan menjadi salah satu upaya pemanfaatan limbah sebagai sumber bahan organik. Limbah biomassa tanaman yang dikembalikan ke lahan akan mengalami proses dekomposisi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui laju dekomposisi dan nisbah C/N bagian tanaman jagung (daun, batang dan tongkol kosong) di permukaan dan di lapisan olah tanah (0-20 cm). Penelitian ini dirancang dalam petak terbagi (<em>split plot</em>) yang terdiri dari 6 perlakuan. Petak utama adalah kedalaman tanah (A) yang terdiri dari A<sub>1</sub> = permukaan; A<sub>2 </sub>= lapisan olah tanah (0-20 cm), dan anak petak yang yaitu bagian tanaman jagung (B) yang terdiri dari : B<sub>1</sub> = daun; B<sub>2</sub> = batang ; B<sub>3</sub> = Tongkol Kosong. Tingkat dekomposisi diukur sebagai (k) = ln (X/X<sub>0</sub>)/t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan bagian tanaman dan kedalaman inkubasi terhadap laju dekomposisi tanaman jagung. Laju dekomposisi bagian daun yang diletakkan pada lapisan olah tanah merupakan interaksi terbaik dibandingkan dengan interaksi perlakuan lainnya. Nisbah C/N bagian tanaman berkorelasi negatif dengan konstata laju dekomposisi dengan nilai r (koefisien korelasi) -0,95.</p> Jessica Amarastha Hayu Panjerratri, Sri Yusnaini, Jamalam Lumbanraja, Supriatin Copyright (c) 2025 Jessica Amarastha Hayu Panjerratri Jessica Amarastha Hayu Panjerratri, Sri Yusnaini, Jamalam Lumbanraja, Supriatin http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/12055 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 IDENTIFIKASI DAN UJI SENSITIVITAS FUNGISIDA PENYEBAB PENYAKIT HANGUS DAUN (LEAF SCORCH) PADA TANAMAN TEBU DI PT GUNUNG MADU PLANTATIONS https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/12058 <p>Penyakit hangus daun (<em>leaf scorch</em>) tebu merupakan salah satu penyakit dengan potensi menimbulkan kehilangan hasil moderat. Penelitian bertujuan mengetahui identitas dan sensitivitas penyebab penyakit hangus daun pada tebu terhadap fungisida bahan aktif karbendazim, mankozeb, dan prokloraz mangan klorida kompleks. Penelitian dilaksanakan dari Juli 2023 sampai Februari 2024 di Laboratorium Disease PT Gunung Madu Plantations (PT GMP), Laboratorium Bioteknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Sampel tebu bergajala hangun daun diambil dari perkebunan tebu PT GMP. Identifikasi penyebab penyakit hangus daun dilakukan secara morfologi dan molekuler. Uji sensitivitas penyebab penyakit hangus daun terhadap fungisida dilakukan menggunakan metode makanan beracun. Fungisida dan konsentrasi yang digunakan yaitu; karbendazim (0,1 g/100 mL), mankozeb (0,24 g/100 mL), dan prokloraz mangan klorida kompleks (0,25 g/100 mL). Hasil identifikasi secara morfologi dan molekuler menunjukkan bahwa patogen hangus daun tebu di PT GMP adalah jamur <em>Saccharicola bicolor</em>. Hasil uji sensitivitas menunjukkan bahwa jamur <em>S. bicolor</em> bereaksi sangat sensitif terhadap fungisida dengan bahan aktif karbendazim, mankozeb, dan prokloraz mangan klorida kompleks.</p> Nora Apriska Verdiana, Titik Nur Aeny, Rosma Hasibuan, Heru Pranata, Tri Maryono Copyright (c) 2025 Nora Apriska Verdiana, Titik Nur Aeny, Rosma Hasibuan, Heru Pranata, Tri Maryono http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/12058 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH APLIKASI EKSTRAK KUNYIT (Curcuma longa Linn.) DAN Trichoderma sp. TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN KETERJADIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/12060 <p>Cabai rawit merupakan cabai yang permintaannya selalu meningkat walaupun produksinya berfluktuasi karena antraknosa. Pengendalian secara kimiawi dapat menyebabkan resistensi patogen serta menimbulkan berpengaruh negatif terhadap lingkungan. Upaya alternatif mengatasi antraknosa yaitu dengan penggunaan ekstrak kunyit dan <em>Trichoderma </em>sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak kunyit dan T<em>richoderma </em>sp. dalam melindungi tanaman dari keterjadian penyakit antraknosa serta efek bagi pertumbuhan dan produksi cabai rawit. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial (4x2). Faktor pertama konsentrasi ekstrak kunyit (K), yaitu tanpa ekstrak kunyit (K<sub>0</sub>), ekstrak kunyit 2,5% (K<sub>1</sub>), ekstrak kunyit 5% (K<sub>2</sub>), dan ekstrak kunyit 7,5% (K<sub>3</sub>). Faktor kedua pemberian isolat <em>Trichoderma </em>sp. (T), yaitu tanpa <em>Trichoderma </em>sp. (T<sub>0</sub>), dan dengan <em>Trichoderma </em>sp. kerapatan konidia 10<sup>6</sup> sel/ml. (T<sub>1</sub>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak kunyit dan <em>Trichoderma </em>sp. memiliki kemampuan dalam mengurangi keterjadian penyakit antraknosa dan meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, serta jumlah buah tanaman cabai rawit. Aplikasi ekstrak kunyit berpengaruh meningkatkan bobot per buah cabai rawit .</p> Andre Janu Wibowo, Suskandini Ratih Dirmawati, Rugayah, Joko Prasetyo Copyright (c) 2025 Andre Janu Wibowo, Suskandini Ratih Dirmawati, Rugayah, Joko Prasetyo http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/12060 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH APLIKASI KOMPOS KOTORAN SAPI DAN PUPUK PREMIUM TERHADAP BIOMASSA KARBON MIKROORGANISME TANAH PADA PERTANAMAN NANAS RATOON, LAMPUNG TENGAH https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/12061 <p>Biomassa karbon mikroorganisme (C-mik) tanah merupakan indikator kesuburan tanah yang dipengaruhi oleh penggunaan pupuk di dalam tanah. Pupuk premium pada penelitian ini merupakan produksi PT <em>Great Giant Pineapple</em> (GGP) yang di dalamnya terkandung campuran bahan organik dan amelioran yang diharapkan mampu meningkatkan C-mik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian kompos kotoran sapi dan pupuk premium dalam meningkatkan C-mik tanah pada pertanaman nanas. Penelitian dilakukan di PT GGP kemudian analisis tanah dilakukan di Laboratorium Bioteknologi, Universitas Lampung. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan pertama yaitu P<sub>1</sub> = standar budidaya tanaman, P<sub>2</sub> = kompos kotoran sapi (50 ton&nbsp;ha<sup>-1</sup>), P<sub>3</sub> = pupuk premium A (kompos kotoran sapi 77,6%, batubara muda 9,8%, zeolit 9,8%, LOB 1,8%, vermikompos 1%) dan P<sub>4</sub> = pupuk premium B (kompos kotoran sapi 72,7%, batubara muda 14,7%, zeolit 9,8%, LOB 1,8%, vermikompos 1%). Data yang diperoleh diuji homogenitas ragam dengan uji Bartlett dan aditifitas data dengan uji Tukey kemudian dilakukan uji analisis ragam taraf 5%. Kemudian, data diuji lanjut menggunakan uji Ortogonal Kontras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos kotoran sapi dan pupuk premium tidak berpengaruh terhadap C-mik tanah. Pemberian pupuk premium B menunjukkan nilai C-mik tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya yaitu sebesar 13,68 mg C-CO<sub>2</sub> kg tanah<sup>-1</sup> 10 hari<sup>-1</sup>. Uji korelasi menunjukkan adanya korelasi positif antara respirasi tanah, c-organik dan pH tanah dengan C-mik tanah.</p> Winih Sekaringtyas Ramadhani, Ulia Karlismayani, Dermiyati, M. A. Syamsul Arif Copyright (c) 2025 Winih Sekaringtyas Ramadhani, Ulia Karlismayani, Dermiyati, M. A. Syamsul Arif http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/12061 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH APLIKASI ASAM HUMAT DAN DOSIS PUPUK P TERHADAP P TERSEDIA TANAH DAN P TERPANEN TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogea L.) PADA TANAH ULTISOL https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/12064 <p>Permintaan kacang tanah terus meningkat, namun produksinya mengalami penurunan. Lahan yang memiliki tingkat kesuburan tanah rendah menjadi salah satu penyebab terjadinya penurunan produksi kacang tanah.Tanah Ultisol merupakan tanah yang memiliki ketersediaan P yang rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketersediaan P pada tanah Ultisol adalah dengan penambahan asam humat sebagai bahan pembenah tanah serta pemupukan P. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi asam humat dan pupuk P serta interaksi antar keduanya terhadap P tersedia tanah dan P terpanen tanaman kacang tanah pada tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan polibag dan merupakan merupakan penelitian lapang. Penelitian ini menggunakan rancanganperlakuan pola faktorial 2x5 dalam Rancangan Acak kelompok lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan sebagai kelompok. Faktor pertama merupakan pemberian asam humat dengan 2 taraf yaitu tanpa asam humat (H0) dan dengan asam humat (H1) pada dosis 30 kgha<sup>-</sup>¹ (0,075 g polibag<sup>-</sup>¹). Faktor kedua adalah dosis pupuk P yang terdiri dari 5 taraf yaitu: 0 kg ha<sup>-</sup>¹ (P0),50 kg ha<sup>-</sup>¹ (P1), 100 kg ha<sup>-</sup>¹ (P2), 150 kg ha<sup>-</sup>¹ (P3), 200 kg ha<sup>-</sup>¹ (P4).Hasilpenelitian menunjukkan bahwa: (1) Aplikasi asam humat dapat meningkatkan Ptersedia tanah secara kuadratik dan P terpanen tanaman brangkasan kacang tanah secara linier.(2) Aplikasi pupuk P dapatmeningkatkan P tersedia tanah dan P terpanen tanaman kacang tanah secara linier.(3) Terdapat pengaruh interaksi secara linier antara aplikasi asam humat dan dosis pupuk P tertinggi pada dosis 200 kg ha<sup>-1</sup> terhadap P tersedia tanah.</p> Ragil Saputra, Kuswanta Futas Hidayat, Nur Afni Afrianti, Sri Yusnaini Copyright (c) 2025 Ragil Saputra, Kuswanta Futas Hidayat, Nur Afni Afrianti, Sri Yusnaini http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/12064 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 TEKNOLOGI PERBANYAKAN TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz.) MELALUI EMBRIOGENESIS SOMATIK DENGAN MENGGUNAKAN EKSPLAN DAUN MUDA https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/12075 <p>Ubi kayu merupakan tanaman pangan penting dengan beragam fungsi. Perbaikan genetik ubi kayu dibutuhkan untuk menghasilkan tanaman dengan kuantitas dan kualitas yang lebih baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perbaikan genetik secara bioteknologi melalui transformasi genetik. Proses transformasi genetik memerlukan sel target yang dapat diperoleh melalui embriogenesis somatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi auksin terhadap induksi kalus primer dan embriogenesis somatik ubi kayu klon SN. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal berupa berbagai jenis dan konsentrasi ZPT, yaitu: kontrol (MS + NAA 6 mg/l), MS + Picloram (8 mg/l, 12 mg/l, dan 15 mg/l) + NAA 6 mg/l, dan MS + 2,4-D (8 mg/l, 12 mg/l, dan 15 mg/l) + NAA 6 mg/l. Hasil penelitian berdasarkan perhitungan rata-rata menunjukkan bahwa waktu muncul kalus tercepat adalah pada media dengan penambahan 2,4-D 8 mg/l + 6 mg/l NAA (9,79 hsi) dengan bobot kalus sebesar 0,091 g. Perlakuan picloram 12 mg/l, 2,4-D 8 mg/l, dan 2,4-D 12 mg/l menghasilkan persentase eksplan berkalus yang sama yaitu sebesar 92±1,1%. Persentase kalus berembrio perlakuan 2,4-D 8 mg/l adalah sebesar 44±1,8% dengan jumlah embrio sebanyak 35 embrio. Perlakuan picloram 12 mg/l memiliki persentase kalus berembrio sebesar 17±1,8% dan jumlah embrio sebanyak 8 embrio.</p> Sabrina Salsabila Sulaeman, Fitri Yelli, Agus Karyanto, Radix Suharjo Copyright (c) 2025 Sabrina Salsabila Sulaeman http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/12075 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 RESPON TIGA VARIETAS TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) TERHADAP LAMA PENGGENANGAN https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/12084 <p>Tebu (<em>Saccharum officinarum</em> L.) merupakan komoditas perkebunan yang dibudidayakan untuk bahan baku industri gula. Pengembangan lahan rawa memiliki tantangan seperti kondisi genangan dan kekeringan. Lahan tergenang berpengaruh pada proses fisiologis tanaman, sehingga menurunkan ketersediaan dan pasokan oksigen akar. Tingkat produksi varietas tebu ditentukan oleh kemampuan beradaptasi dengan lingkungannya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penggenangan dan varietas tebu terhadap pertumbuhan tebu. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 4×3 dengan 3 kelompok.&nbsp; Faktor pertama lama penggenangan(G), yaitu tanpa penggenangan(G0), 2 hari penggenangan(G1), 4 hari penggenangan(G2), 6 hari penggenangan(G3). Faktor kedua penggunaan varietas(V), yaitu GMP3(V1), GMP5(V2), dan GMP7(V3). Hasil penelitian menunjukkan varietas tebu berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering akar tunas, dan bobot segar tajuk. GMP3 pada variabel bobot segar tajuk menunjukkan hasil lebih baik daripada GMP5 dan GMP7. Lama penggenangan berpengaruh nyata menekan pertumbuhan pada jumlah daun menguning, kehijauan daun, bobot segar akar tunas, dan bobot kering akar tunas. Hal tersebut menunjukkan bahwa tanaman tebu dapat beradaptasi sampai penggenangan 6 hari ditunjukkan pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah daun menguning, kehijauan daun, bobot segar dan bobot kering akar tunas, dan bobot segar tajuk. Terdapat interaksi pada perlakuan tanpa penggenangan pada varietas GMP3, 2 hari penggenangan pada varietas GMP5, 6 hari penggenangan pada varietas GMP3, dan 6 hari penggenangan pada varietas GMP5 yang memberikan hasil terbaik terhadap bobot kering akar stek 4 msp</p> Shinta Puspita Sari, Rusdi Evizal, Afandi, Purba Sanjaya Copyright (c) 2025 Shinta Puspita Sari http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/12084 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 KADAR HARA KELAPA SAWIT PADA LAHAN GAMBUT YANG DIAPLIKASI MIKORIZA https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/7663 <p>Kesuburan tanah gambut tergolong rendah yang dicirikan dengan sifat kimia tanah antara lain pH yang rendah (masam), unsur hara makro (seperti K, Ca, Mg, P) dan mikro (seperti Cu, Zn, Mn, Bo) di tanah tergolong rendah hingga sangat rendah, sedangkan kapasitas tukar kation (KTK) memiliki nilai sangat tinggi, namun tingkat kejenuhan basa (KB) dari sangat rendah. Untuk meningkatkan ketersediaan hara dan penyerapan pada tanaman membutuhkan organisme mikoriza yang mampu meningkatkan daya tanaman dalam menyerap unsur hara. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kadar unsur hara tanaman kelapa sawit yang ditanam di lahan gambut dengan pemberian mikoriza pada beberapa tingkat umur tanaman. Penelitian menggunakan metode survei dan sampel secara <em>purposive random sampling</em> pada umur tanam yang berbeda (1, 2, 3, 4 tahun) yang diaplikasi mikoriza diawal tanam. Sampel daun yang diambil untuk umur &lt;3 tahun pada daun ke-9 dan daun ke-17 umur &gt;3 tahun. Sampel diambil secara acak dan dianalisis di laboratorium serta analisis ANOVA dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Parameter yang diamati meliputi unsur hara makro (N, P, K, Mg, Ca) dan mikro (B, Cu, Zn) pada daun. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi mikoriza sangat nyata meningkatkan hara P daun pada umur 1 tahun serta peningkatan tertinggi hara N dan K dari perlakuan lainnya.</p> Firlana Firlana, Nelvia, Delita Zul, Kumbara Copyright (c) 2025 Firlana Firlana http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/7663 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 EFFECT OF NUTRIENT SOLUTION CONCENTRATION ON THE GROWTH PERFORMANCE OF PAKCOY MUSTARD (Brassica rapa L.) UNDER A SENSOR-BASED NUTRIENT FILM TECHNIQUE HYDROPONIC SYSTEM https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/10465 <p><em>The growth of pakcoy mustard (Brassica rapa L.) is strongly influenced by the concentration and composition of hydroponic nutrient solutions. This study aims to determine the optimal nutrient solution concentration for maximized pakcoy mustard growth at harvest. The experimental setup adopted was a randomized block design featuring 5 different levels of electrical conductivity (EC), specifically 0.8 mS.cm<sup>-1</sup>, 1.2 mS.cm<sup>-1</sup>, 1.6 mS.cm<sup>-1</sup>, 2.0 mS.cm<sup>-1</sup>, and 2.4 mS.cm<sup>-1</sup>, with replicated ten times. The parameters evaluated to assess the efficacy of each treatment include plant height, number of leaves, leaf area, overall fresh weight of the plant, and chlorophyll levels. Data were analyzed using Duncan Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level(p &lt; 0.05). The results indicated that an EC of 2.0 mS.cm<sup>-1</sup> led to the greatest growth of pakcoy mustard, achieving a plant height of 9.6±2.38 cm, a leaf count of 23.9±2.13, a leaf area of 32.81±8.95 cm<sup>2</sup>, and a chlorophyll concentration of 5.9±0.52 mg.l<sup>-1</sup>with a harvest period of four weeks.</em></p> Popy Hartatie Hardjo, Zelia Camoes dos Santos, Stefan Saputra Sugiarno, Timothy Amadeus Filhend Plessers Copyright (c) 2025 Popy Hartatie Hardjo, Zelia Camoes dos Santos, Stefan Saputra Sugiarno, Timothy Amadeus Filhend Plessers http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/10465 Fri, 26 Dec 2025 00:00:00 +0000 KARAKTERISTIK BEBERAPA SIFAT KIMIA ULTISOL AKIBAT MASA BERA PADA SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN NITROGEN JANGKA PANJANG (TAHUN TANAM KE-37) https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/12044 <p>Praktik pengolahan tanah dan pemupukan jangka panjang merupakan bagian kegiatan budidaya tanaman yang mempengaruhi secara langsung kesuburan tanah. Pemilihan tidak tepat metode praktik dapat menyebabkan penurunan kesuburan tanah, akibat penipisan kandungan bahan organik tanah, erosi, atau akibat leaching dan memicu terjadinya degradasi tanah. Masa bera adalah fase istirahat tanah yang bertujuan untuk peningkatan dan pemulihan kesuburan tanah secara alami. Tujuan penelitian yaitu untuk mengkaji karakteristik beberapa sifat kimia Ultisol akibat masa bera pada sistem olah tanah dan pemupukan nitrogen jangka panjang (tahun tanam ke-37). Tempat pelaksanaan penelitian adalah lahan percobaan tanpa olah tanah jangka panjang Polinela dan Laboratorium Ilmu Tanah FP Unila. Penelitian dirancang dengan RAK 2 faktor dan 4 ulangan yaitu praktik olah tanah jangka panjang (T1 = olah tanah intensif, T2 = olah tanah minimum, dan T3 = tanpa olah tanah) dan pemupukan N jangka panjang (N0 = tanpa pupuk N dan N2 = pemupukan N 200 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa bera mampu meningkatkan pH tanah dan C-organik untuk semua perlakuan. Masa bera meningkatkan KTK tanah pada perlakuan pemupukan N jangka panjang. Praktik olah tanah dan pemupukan N jangka panjang sebagai faktor tunggal memberikan pengaruh signifikan terhadap pH tanah setelah masa bera dengan nilai pH tanah tertinggi pada perlakuan OTI dan pemupukan N jangka panjang.</p> irene zaqyah, Nur Afni Afrianti, Roby Fernandi, Hery Novpriansyah, Sri Yusnaini, Rusdi Evizal, Tandaditya Ariefandra Airlangga, Hafiz Luthfi, Suprianto, Kresna Shifa Usodri Copyright (c) 2025 irene zaqyah http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/12044 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000 IN VITRO PLANT REGENERATION FROM CHRYSANTHEMUM CALLUS INDUCED BY GAMMA IRRADIATION AND ISSR GENETIC ANALYSIS https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/11828 <p><em>Conventional breeding methods of chrysanthemum plants face several challenges to overcome, and physical mutagens such as gamma rays have proven effective in creating chrysanthemum mutants. As an important tool in flower germplasm innovation and variety improvement, gamma rays have greater penetrating power compared to other breeding methods. This research aims to determine the effect of various doses of gamma irradiation on chrysanthemum callus growth, plant regeneration, and morphology due to induction and to determine the existence of genetic variations using ISSR markers. The experiment consisted of four stages, namely, chrysanthemum callus explants were irradiated at doses of 0, 10, 20, and 30 Gray using gamma rays to induce mutations and observe the effect on callus growth. The irradiation results were planted in BA media 0.5, 1.5, and 3.0 mg L-1 to observe shoot growth. Next, the shoots were planted in rooting media containing NAA with and without activated charcoal (AC) for plant regeneration and amplification of chrysanthemum genomic DNA. The results showed that a lower radiation dose (10 Gray) had a positive influence on all growth parameters, while 30 Gray caused a significant reduction in plant height and number of leaves. NAA 1 mg L-1 AC 2 mg L-1 media gave the best results in supporting the growth of chrysanthemum plants at various levels of radiation exposure. Analysis using ISSR markers confirmed the presence of genetic variation in irradiated plants.</em></p> Desi Maulida, Dr., Rianida Taisa, Lisa Erfa, Nanang Wahyu Prajaka, Dilla Febria, Rahmadyah Hamiranti, Syariful Mubarok Copyright (c) 2026 Desi Maulida, Dr., Rianida Taisa, Lisa Erfa, Nanang Wahyu Prajaka, Dilla Febria, Rahmadyah Hamiranti, Syariful Mubarok http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/11828 Sun, 30 Nov 2025 00:00:00 +0000