The Effect of Various EM4 and Molasses Balances in Fermented Rice Bran Production on Their Quality

  • Olga Tessalonika
    Departement of Nutrition and Feed Technology, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Padjadjaran
  • Iman Hernaman
    Departement of Nutrition and Feed Technology, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Padjadjaran
  • Denny Rusmana
    Departement of Nutrition and Feed Technology, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Padjadjaran
DOI: https://doi.org/10.23960/jipt.v14i1.p173-185
Keywords EM4, fermented bran, quality, molasses
Abstract Views (Last 12 Months)
161 Abstract Views
244 Downloads

Abstract

This study aims to determine the effect of the ratio of EM4 and molasses added to rice bran to produce fermented bran with the best value results that can be seen from parameters, such as: acidity degree / pH value, lactic acid content, dry matter loss, and Fleigh value. This research was conducted at the Laboratory of Ruminant Animal Nutrition and Animal Food Chemistry, Faculty of Animal Science, Padjadjaran University. This research was conducted experimentally using the Completely Randomized Design method with 3 treatments and 6 replications, P0 = 1 kg rice bran + 300 g molasses, P1 = 1 kg rice bran + 200 g molasses + 100 mL EM4, P2 = 1 kg rice bran + 100 molasses + 200 mL EM4. Data were analyzed using Analysis of Variance and Duncan's Multiple Range Analysis further test. The results showed that the use of the ratio of EM4 and molasses had a significant effect on pH, lactic acid content, dry matter shrinkage, and Fleigh value on dry matter shrinkage. Giving the ratio of EM4 and molasses at P2 can produce a low pH value (4.61), high lactic acid content (18.02), low material shrinkage (3.6%), and Fleigh value (172.45). This research can conclude that the making of fermented bran with rice bran, molasses, and EM4 in the ratio of 1 kg: 100 g molasses: 200 mL EM4 produces the best ratio.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adiputra, R., Ramadiyanti, M., Ulfah, T., & Maesaroh, D. I. (2022). Pengaruh lama waktu inkubasi, konsentrasi starter terhadap pH, viskositas dan sifat organoleptik yoghurt susu sapi. Composite: Jurnal Ilmu Pertanian, 4(2), 81–92. https://doi.org/10.37577/composite.v4i2.557.

Aglazziyah, H., B. Ayuningsih., & L. Khairani. (2020). Pengaruh penggunaan dedak fermentasi terhadap kualitas fisik dan pH silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan, 2(3): 156-166.

Aryanta, I W. R. 2007. Peranan bakteri asam laktat dalam industri pengolahan bahan pangan. Prosiding Orasi Ilmiah Guru Besar Universitas Udayana tahun 1991 – 2005. Badan Penjaminan Mutu Universitas Udayana, Denpasar.

Astuti, T., Rofiq, M. N., & Nurhaita, N. (2017). Evaluasi kandungan bahan kering, bahan organik dan protein kasar pelepah sawit fermentasi dengan penambahan sumber karbohidrat. Jurnal Peternakan, 14(2), 42–47. https: //doi.org/10.24014/jupet.v14i2.4247.

Ayuni, T., Kurniawan, W., Napirah, A., & Rahman. (2017). Fermentation Characteristics of Corn Stover and Gliricydia sepium Combination Silage with Different Presentations. The 7th International Seminar on Tropical Animal Production, 1–5.

Aziz, M., Kusmayadi, T., Rohayati, T., Hadist, I., & Herawati, E. (2022). Pengaruh dosis effective microorganism (em4) terhadap kandungan bahan kering abu dan bahan organik pada dedak padi hasil fermentasi. JANHUS Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science, 7(1), 29. https://doi.org/10.52434/janhus.v7i1.2283.

Barus, E. P. B., Rizqiati, H., & Bintoro, V. P. (2019). Total bakteri asam lakta, nilai ph, total padatan terlarut, dan sifat organoleptik cocofir dengan lama fermentasi yang berbeda. Jurnal Teknologi Pangan, 3(2), 247–252.

Castillo, M. (2024). Silage and Haylage Production. NC State Extension Publications, 1, 1–14.

Harahap, A. E. (2014). Simulasi bakteri asam laktat yang diisolasi dari silase daun pelepah sawit pada saluran pencernaan ayam. Jurnal Peternakan 11 (2): 43-47.

Hu, C. H., Ren, L. Q., Zhou, Y., & Ye, B. C. (2019). Characterization of antimicrobial activity of three lactobacillus plantarum strains isolated from chinese traditional dairy food. Food Science Nutrititon 7: 1997– 2005.

Jasin, I., & Sugiyono. (2014). Pengaruh penambahan tepung gaplek dan isolat bakteri asam laktat dari cairan rumen sapi po terhadap kualitas silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Jurnal Peternakan Indonesia.16(2), 96. https://doi.org/10.25077/jpi.16.2.96-103.2014.

Kasmiran, A. (2011). Pengaruh lama fermentasi jerami padi dengan mikroorganisme lokal terhadap kandungan bahan kering, bahan organik, dan abu. Lentera, 11(1), 48–52.

Kiti, A. A., Jamilah, I., & Rusmarilin, H. (2018). Aktivitas antimikroba isolat bakteri asam laktat yang diisolasi dari pangan pliek u terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan khamir candida albicans secara in vitro. Journal of Healthcare Technology and Medicine 4(1):118–126.

Kuncoro, D. C., Mahtarudin., & Fathul, F. (2015). Pengaruh penambahan berbagai starter pada silase ransum berbasis limbah pertanian terhadap protein kasar, bahan kering, bahan organik, dan kadar abu. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, Universitas Lampung, Lampung. 3(4); 234-238.

McDonald, P., R. Edwards., J. Greenhalgh., C. Morgan., L. Sinclair., & R. Wilkinson. (2011). Animal Nutrition. New York (USA): Prentice Hall.

Medaando, Rahmawati, & Turnip, M. (2024). Identifikasi bakteri asam laktat berdasarkan kemiripan fenotipik dari kulit nanas varietas queen di kalimantan barat yang difermentasi secara alami. Life Science, 13(1), 23–34. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/LifeSci%0AIdentifikasi.

Nisa, Z., Ayuningsih, B., & Susilawati, I. (2020). Pengaruh penggunaan dedak fermentasi terhadap kadar lignin dan selulosa silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan, 2(3): 145-155.

Nurfuzianti, R., Lubis N., & Cahyati. E. J. (2021). Review: Pengaruh proses fermentasi terhadap kandungan asam laktat pada makanan fermentasi. Parapemikir: Jurnal Ilmiah Farmasi, 10(2), 71. https://doi.org/10.30591/pjif.v10i2.2098.

Puspitasari, F. D., Shovitri, M., & Kuswytasari, N. D. (2012). Isolasi dan karakterisasi bakteri aerob proteolitik dari tangki septik. Jurnal Sains dan Seni ITS, 1(1), E1-E4.

Qadarullah, M.N., Munir., & Irmayani. (2018). Analisis nilai pH dan tingkat kerusakan silase pakan komplit yang diformulasi dengan daun lamtoro (Leucaena leucocephala) sebagai pakan ternak ruminansia. Jurnal Bionature. 19(2), 119-125.

Ridwan, M., Saefulhadjar, D., & Hernaman, I. (2020). Kadar asam laktat, amonia dan pH silase limbah singkong dengan pemberian molases berbeda. Majalah Ilmiah Peternakan 23(1): 30-34.

Saraswati, R., & Praptana, R. H. (2017). Percepatan proses pengomposan aerobik menggunakan biodekomposer / acceleration of aerobic composting process using biodecomposer. Perspektif, 16(1), 44–57. https://doi.org/10.21082/psp.v16n1.2017.

Sari, A. F., Amalia, K. M., & Rochim, J. N. (2021). Karakteristik hasil fermentasi buah annona montana menggunakan saccharomyces cereviceae. Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian, 4(2), 99–111. https://doi.org/10.26877/jiphp.v4i2.7052.

Septian, M. H., Pramono, P. B., Nugraha, W. T., & Asih, A. R. (2023). Pengaruh pemberian dedak aromatik terhadap kandungan asam laktat, ph, dan bahan kering silase rumput pakchong (Pennisetum purpureum cv, Thailand). Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan, 11(1), 11–17. https://doi.org/10.20956/jitp.v11i1.22751.

Siswinarti, M., Pramono, P.B., & Septian, M.H. (2023). Pemanfaatan mikroorganisme lokal (Mol) terhadap kadar asam laktat, nilai pH, bahan kering, dan nilai Fleigh fermentasi anaerob kulit singkong (Manihot esculenta). Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu 11: 51-64.

Suryani, Y., Hernaman, I., & Ningsih, N. (2017). Pengaruh penambahan urea dan sulfur pada limbah padat bioetanol yang difermentasi em-4 terhadap kandungan protein dan serat kasar. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 5(1), 13. https://doi.org/10.23960/jipt.v5i1.p13-17.

Sutrisno, A., Ratnasari, E., & Fitrihidajati, H. (2015). Fermentasi limbah cair tahu menggunakan em4 sebagai alternatif nutrisi hidroponik dan aplikasinya pada sawi hijau (Brassica juncea var. Tosakan). Lentera Bio, 1–8. http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/lenterabio.

Tasry H.A, Muhtarudin, Farda F.T., Erwanto., &Tantalo S. (2016). Pengaruh pemberian molases dan bungkil kelapa sawit terhadap serat kasar, protein kasar dan bahan kering silase kulit pisang kepok (Musa Paradisiaca Formatypica). 6 (11), 1–23.

Wati, S. W., Mashudi, & Irsyammawati, A. (2018). Kualitas silase rumput odot (Pennisetum purpureum cv. mott) dengan penambahan Lactobacillus plantarum dan molasses pada waktu inkubasi yang berbeda. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis, 1(1), 45 – 53.

Yuniwati. (2012). Optimasi kondisi proses pembuatan kompos dari sampah organik dengan cara fermentasi menggunakan EM4. Jurnal Teknologi. 5(2): 172-181.

Yuvita, D., Mustabi, J., & Asriany, A. (2021). Pengujian karakteristik dan kandungan lemak kasar silase pakan komplit yang berbahan dasar eceng gondok (Eichornia crassipes) dengan lama fermentasi yang berbeda. Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak, 14(2), 14–27. https://doi.org/10.20956/bnmt.v14i2.12550.

Sebayang, F. (2006). Pembuatan etanol dari molases secara fermentasi menggunakan sel Saccharomyces cerevisiae yang termobilisasi pada kalsium alginat. Jurnal Teknologi Proses 5 (2):75-80.

Cover
Published
2026-03-06
How to Cite
Tessalonika, O., Hernaman, I., & Rusmana, D. (2026). The Effect of Various EM4 and Molasses Balances in Fermented Rice Bran Production on Their Quality. JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU, 14(1), 173–185. https://doi.org/10.23960/jipt.v14i1.p173-185