Fermentabilitas dan Degradabilitas Ransum Domba yang Mengandung Daun Sengon (Albizia falcataria), Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus), dan Daun Jati (Tectona grandis)

  • Istiqomah Galuh Hayuning Aninditya
    Universitas Padjadjaran
  • Iman Hernaman
    Universitas Padjadjaran
  • Budi Ayuningsih
    Universitas Padjadjaran
Keywords Degradabilitas, Daun Jati (Tectona grandis), Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus), Daun Sengon (Albizia falcataria), Fermentabilitas
Abstract Views (Last 12 Months)
1 Abstract Views
5 Downloads

Abstract

Tantangan dalam penyediaan pakan berkualitas dan terjangkau bagi domba mendorong perlunya eksplorasi bahan pakan potensial berbasis sumber daya lokal dengan kandungan nutrien tinggi. Studi ini dilakukan guna mengkaji fermentabilitas dan degradabilitas ransum domba yang mengandung daun Nangka (Artocarpus heterophyllus), daun Sengon (Albizia falcataria), dan daun Jati (Tectona grandis), serta mengidentifikasi jenis daun yang memberikan respons tertinggi. Desain percobaan yang digunakan adalah eksperimental dengan model rancangan acak lengkap (RAL), mencakup tiga percobaan dan enam ulangan. Perlakuan tersebut meliputi P1= 30% daun Nangka + 70% rumput odot, P2= 30% daun Sengon + 70% rumput odot, dan P3= 30% daun Jati + 70% rumput odot. Metode in vitro diterapkan sesuai prosedur Tilley dan Terry (1969). Data diolah melalui analisis varians (ANOVA) dan uji berjarak Duncan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan (P<0,05) terhadap seluruh parameter, yaitu total asam lemak terbang (VFA), konsentrasi amonia (NH₃), degradabilitas bahan kering (DBK), dan degradabilitas bahan organik (DBO). Perlakuan dengan penambahan 30% daun Nangka (P1) menghasilkan nilai tertinggi pada seluruh parameter, yakni VFA sebesar 170,74 mM, NH₃ sebesar 6,46 mM, DBK sebesar 62,87%, dan DBO sebesar 58,52%. Dengan demikian, daun Nangka memiliki potensi sebagai bahan pakan potensial yang mampu meningkatkan fermentabilitas dan daya cerna ransum secara optimal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achmadi, P. C., Sudjarwo, E. & Djunaidi, I. H. (2021). The effect of teak leaf extract addition (Tectona grandis Linn.) to feed on laying quails production performance. The International Journal of Engineering and Science (IJES), 10(4), 31–34. https://doi.org/10.9790/1813-1004023134

Afzalani, Dianita, R., Apriani, S., Raguati, Muthalib, R.A. & Musnandar, E. (2023). Optimalisasi produksi protein mikroba rumen melalui suplementasi ekstrak tepung daun sengon (Albizia falcataria) yang mengandung tanin kondensasi. Jurnal Agripet, 23(1), 107–113. https://doi.org/10.17969/agripet.v23i1.22473

Antonius, A., Pazla, R., Putri, E. M., Negara, W., Laia, N., Ridla, M., Suharti, S., Jayanegara, A., Asmairicen, S., Marlina, L. & Marta, Y. (2023). Effectiveness of herbal plants on rumen fermentation, methane gas emissions, in vitro nutrient digestibility, and population of protozoa. Veterinary World, 16(7), 1477–1488. https://doi.org/10.14202/vetworld.2023.1477-1488

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat. (2023). Populasi Hewan Ternak (Ekor) 2022-2023.

Conway, E. J. & O’malley, E. (1942). Microdiffusion Methods. ammonia and urea using buffered absorbents (revised methods for ranges greater than 10 jug. N). Biochemistry Journal, 36, 665–661. https://doi.org/10.1042/bj0360655

Filasari, O., Christiyanto, M., Nuswantara, L. K. & Pangestu, E. (2019). Produksi volatile fatty acids dan amonia (NH3) hijauan pakan kambing secara in vitro. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 17(1), 111–115. https://doi.org/https://doi.org/10.36762/jurnaljateng.v17i1.791

Firsoni & Yunita, R. (2014). Uji Degradabilitas Pakan Komplit yang Mengandung Daun Chromolaena odorata secara In- Vitro. Jurnal Peternakan Indonesia, 16(2), 89–95. https://doi.org/https://doi.org/10.25077/jpi.16.2.89-95.2014

General Laboratory Procedure. (1996). A Technical Resource for Dairy Manufacturers Wisconsin Center for Dairy Research Yeasts and Molds: Friends and Foes. In Dairy Pipeline Winter 8, 1.

Hardini, P., Basuki, D.R. & Aziz, M.A. (2025). Penetapan kadar tanin ekstrak etanol daun jati (Tectona grandis L.f) secara spektrofotometri uv-vis determination of tanin compound from teak leaf ethanol extract (Tectona grandis l.f) using uv-vis spectrophotometry. Jurnal Pharma Bhakta, 5(1), 58–66. https://doi.org/https://oasis.iik.ac.id:9443/repo/items/show/11729.

Hernaman, I., Ayuningsih, B., Ramdani, D. & Islami, R. Z. (2022). The Improvement of Maize Cobs Quality through Soaking in Firewood Ash Filtrate and Its Impact on In Vitro Rumen Fermentability and Digestibility. Int. J. Adv. Sci. Eng. Inf. Technol., 12(1), 372–378. https://doi.org/https://doi.org/10.18517/ijaseit.12.1.10690

Hernaman, I., Budiman, A., Nurachma, S. & Hidajat, K. (2015). Kajian in vitro subtitusi konsentrat dengan penggunaan limbah perkebunan singkong yang disuplementasi kobalt (Co) dan seng (Zn) dalam ransum domba. Buletin Peternakan, 39(2), 71–77.

Ismawati, I. & Marliani, L. (2017). Telaah fitokimia dan aktivitas antioksidan dari daun jati merah (Tectona grandis Linn.) dan daun jati putih (Gmelina arborea Roxb.). Jurnal Farmasi Galenika, 4((Edisi Khusus Semnas TOI)), 77–83. https://doi.org/https://journal.bku.ac.id/jfg/index.php/jfg/article/view/90

Marhaeniyanto, E. & Susanti, S. (2018). Fermentabilitas ruminal secara in vitro suplementasi tepung daun gamal, kelor, randu dan sengon dalam konsentrat hijau. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 28(3), 213–223. https://doi.org/10.21776/ub.jiip.2018.028.03.04

Marhaeniyanto, E., Susanti, S. & Murti, A. T. (2020). Penampilan produksi kambing peranakan etawa yang diberi pakan konsentrat berbasis daun tanaman. Journal of Tropical Animal Production, 21(2), 93–101. https://doi.org/10.21776/ub.jtapro.2020.021.02.2

Marlissa, F.C.M., Suarjana, I.G.K. & Besung, I. N. K. (2020). Jumlah fungi pada cairan rumen sapi Bali. Indonesia Medicus Veterinus. 9(3), 383–391. https://doi.org/10.24843/imv.2020.v09.i03.p08

Nora, D., Astuti, T. & Wahid, D. (2017). Efektivitas daun nangka dalam ransum ruminansia terhadap, kecernaan bahan kering, bahan organik dan kandungan tanin. Jurnal Bibiet, 2(1): 20–26. https://doi.org/10.22216/jbbt.v2i1.1917

Nurdianti, R. R., Nuryana, R. S., Handoko, A., Hernaman, I., Ramdani, D., Jayanegara, A., Dickhoefer, U., Böttger, C. & Südekum, K. H. (2023). Nutritional compositions of Katuk leaves and their supplementation to hays of different quality: an in vitro study. Journal of Agricultural Science, 161(3), 428–437. https://doi.org/10.1017/S002185962300031X

Pelu, A. D., Sangkala, H. & Ismail, A.M. (2022). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun nangka (Artrocarpus heterophyllus Lam.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Sains dan Kesehatan, 6(1), 46–54. https://doi.org/10.57214/jusika.v6i1.221

Rahmatillah, R.S., Ramdani, D., Hernaman, I., Jayanegara, A. & Hidayatik, N. (2024). Evaluation of the effects of green tea extract as a dietary supplement in sheep on gas production, volatile fatty acids, and digestibility. Veterinary World, 17(10), 2204–2210. https://doi.org/10.14202/vetworld.2024.2204-2210

Sasongko, W.T., Firsoni, & Wahyono, T. (2021). Protein Protection to Increase Ruminant Feed Protein Efficiency in Vitro. In International Conference on Improving Tropical Animal Production for Food Security (ITAPS 2021), 20, 92–95. https://doi.org/10.1002/jsfa.2740290908

Sunarti, L.Y., Tarmidi, A. R. & Hernaman, I. (2020). Pengaruh penggunaan daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) sebagai pengganti rumput lapangan terhadap total produksi ammonia dan asam lemak terbang (in vitro). Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis, 3(1), 31–36. https://doi.org/10.30872/jpltrop.v3i1.3625

Susanti, S. & Marhaeniyanto, E. (2014). Kadar saponin daun tanaman yang berpotensi menekan gas metana secara in-vitro. Buana Sains, 14(1), 29–38. https://doi.org/https://doi.org/10.33366/bs.v14i1.78

Tilley, J.M.A. & Terry, R.A. (1969). A Two-Stage Technique for in Vitro Digestion of Forages Crops. Journal of the British Grassland Society, 18, 104–111. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1111/j.1365-2494.1963.tb00335.x

Wahyono, T., Sasongko, W. T., Sholihah, M. & Pikoli, M. R. (2017). Pengaruh penambahan tanin daun nangka (Artocarpus heterophyllus) terhadap nilai biologis daun kelor (Moringa oleifera) dan jerami kacang hijau (Vigna radiata) secara in vitro. Buletin Peternakan, 41(1), 15–25. https://doi.org/10.21059/buletinpeternak.v41i1.22450

Wahyudi, I., Ramdani, A., Hawa, H.N., & Rahayu, S. (2022). Potensi daun jati (Tectona grandis) sebagai hijauan pakan domba secara in-vitro. In Prosiding Seminar Teknologi dan Agribisnis Peternakan, 9, 191–197. http://jnp.fapet.unsoed.ac.id/index.php/psv/article/view/1606

Widiana, A., Taufikurahman, Limin, S. H., Hernaman, I. & Manurung, R. (2014). Utilization of solid residue Melaleuca cajuputi Powell leaves as cattle feed. Pakistan Journal of Nutrition. 13(10), 554–556. https://doi.org/10.3923/pjn.2014.554.556

Cover
Published
2026-07-11
How to Cite
Aninditya, I. G. H., Hernaman, I., & Ayuningsih, B. (2026). Fermentabilitas dan Degradabilitas Ransum Domba yang Mengandung Daun Sengon (Albizia falcataria), Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus), dan Daun Jati (Tectona grandis). JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU, 14(2), 703–715. Retrieved from https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JIPT/article/view/11061