Pengaruh Level Gliserol Yang Berbeda Dalam Pengencer Sitrat Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Beku Babi Landrace
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas semen beku babi Landrace dengan pengencer sitrat kuning telur (S-KT) disertai variasi konsentrasi gliserol (G). Sampel penelitian diperoleh dari empat pejantan babi landrace berumur antara 2 hingga 3 tahun dengan kondisi semen masih segar. Penelitian ini dirancang secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Pembagian perlakuan adalah sebagai berikut: P1 = S-KT + G 4%, P2 = S-KT + G 7%, P3 = S-KT + G 10%, dan P4 = S-KT + G 13%. Kemudian dilakukan pengujian parameter motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa dan Recovery Rate (RR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kadar gliserol tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap motilitas, viabilitas, maupun abnormalitas spermatozoa (P>0,05), Dengan Motilitas dan viabilitas tertinggi diperoleh pada perlakuan 4% gliserol, sementara abnormalitas terendah pada 13%. Kesimpulannya, variasi gliserol pada pengencer S-KT belum efektif untuk aplikasi inseminasi buatan (IB).
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



















