Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Kualitas Fisik Silase Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) yang Difermentasi Menggunakan Starter Cairan Rumen

  • Nautus Stivano Dalle
    Universitas Nusa Cendana
  • Anjelus Jehanu
    Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
Abstract Views (Last 12 Months)
6 Abstract Views
9 Downloads

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi menggunakan cairan rumen sebagai starter terhadap kualitas fisik silase daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.). Penelitian dilakukan dengan rancangan acak lengkap menggunakan empat perlakuan lama fermentasi (0, 7, 14, dan 21 hari) dan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi pH, warna, aroma, tekstur, dan keberadaan jamur pada silase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi selama 7-14 hari menghasilkan pH optimal (3,63-4,13) yang menandakan fermentasi baik, menjaga warna hijau alami, aroma asam khas fermentasi, serta tekstur lembut dan stabil. Fermentasi 21 hari menunjukkan penurunan kualitas fisik dengan pH tinggi (5,75), warna coklat kehitaman, aroma asam busuk, tekstur lembek, dan munculnya jamur. Kesimpulannya, lama fermentasi optimal untuk silase daun ubi jalar dengan cairan rumen adalah 7 hingga 14 hari guna menghasilkan silase berkualitas tinggi dengan karakteristik fisik yang baik dan pertumbuhan jamur terkontrol. 

Downloads

Download data is not yet available.
Cover
Published
2026-07-11
How to Cite
Dalle, N. S., & Jehanu, A. (2026). Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Kualitas Fisik Silase Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) yang Difermentasi Menggunakan Starter Cairan Rumen. JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU, 14(2), 716–728. Retrieved from https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JIPT/article/view/11869