The Intake of Total Digestible Nutrient, Digestibility of Dry Matter and Organic Matter of Lactating Cows that Get Supplements of Curcuma xanthorriza Roxb
Abstract
Downloads
References
Anggorodi, R. 1994. Nutrisi Aneka Ternak. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Damasto, P. E. 2008. Pengaruh Penambahan Tepung Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) dalam Ransum terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik pada Domba Lokal Jantan. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Damayanti, E. 2017. Evaluasi Kecukupan Nutrien Sapi Perah terhadap Produksi dan Kualitas Susu serta Performa yang Dihasilkan pada Peternakan Rakyat. Skripsi. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Hindratiningrum, N., M. Bata dan S. A. Santosa. 2011. Produk fermentasi rumen dan produksi protein mikroba sapi lokal yang diberi pakan jerami amoniasi dan beberapa bahan pakan sumber energi. Agripet, 11(2): 29–34.
Indah, M. 2004. Mekanisme Kerja Hormon. http://repository.usu.ac.id. 24/09/2010. Diakses pada 10 Februari 2020
Indriani, A. P., A. Muktiani dan E. Pangestu. 2013. Konsumsi dan produksi protein susu sapi perah laktasi yang diberi suplemen Temulawak (Curcuma xanthorriza) dan Seng Proteinat. Animal Agriculture Journal, 2(1): 128–135.
Maheswari, H., 2002. Pemanfaatan Obat Alami: Potensi Dan Prospek Pengembangannya. Thesis. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor
Muqqorobin, A. 2008. Pengaruh Penambahan Tepung Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) dalam Ransum terhadap Performan Domba Lokal Jantan. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Mustaqim, A. dan D. W. Harjanti. 2019. Produksi Susu dan Total Solid Susu Sapi Laktasi yang Mendapat Suplemen Tepung Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb). Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Semarang. (Belum Dipublikasi)
National Research Council. 2001. Nutrients Requerement of Diary Cattle. 7th ed. National Academic Science. Washington D.C.
Novianti, B.P. Purwanto dan A. Atabany. 2014. Efisiensi produksi susu dan kecernaan rumput gajah (pennisetum purpureum) pada sapi perah fh dengan pemberian ukuran potongan yang berbeda. J. Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan, 2(1): 224–230.
Nuswantara, L.K., M. Soejono, R. Utomo dan B.P. Widyobroto. 2005. Pengaruh ransum prekursor nitrogen tinggi dan energi tinggi terhadap kecernaan nutrien sapi perah dengan pakan basal jerami padi. J. Pengembangan Peternakan Tropis, 30(3) : 175–178.
Paramita, W. L., W. E. Susanto, dan A. B. Yulianto. 2008. Konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik dalam haylase pakan lengkap ternak sapi Peranakan Ongole. Media Kedokteran Hewan, 24: 59–62.
Purba, E. P. 2016. Pengaruh Penambahan Silase Daun Singkong dan Mineral Mikro Organik dalam Ransum Berbasis Limbah Kelapa Sawit terhadap Kecernaan Serat Kasar dan Protein Kasar pada Sapi. Skirpsi. Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Resnawati, H. 2010. Kualitas Susu Pada Berbagai Pengolahan dan Penyimpanan. Prosiding Prospek Industri Sapi Perah Menuju Perdagangan Bebas 2020. Balai Penelitian Ternak. Bogor
Rifat M., Y.B.P. Subagyo, Wara Pratitis. 2008. Pengaruh penambahan tepung temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dalam ransum terhadap performa kelinci lokal jantan. Biofarmasi, 6(2): 58–63.
Rokhayati, U. A. Pengaruh suplementasi energi dan undegrated protein terhadap produksi susu sapi perah frisesian holstein. Inovasi, 7(2): 33–43.
Rukmana, R., 1995. Temulawak Tanaman Rempah dan Obat. Kanisius. Yogyakarta.
Schmidt, F. L., J.E. Hunter, A.N. Outerbridge, S. Goff. 1988. The joint relation of experience and ability with job performance: a test of three hypotheses. J. Applied Psychology, 73: 46–57.
SNI 3148-1:2017. 2017. Pakan konsentrat – Bagian 1: Sapi perah. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.
Sulistyowati, E., I. Badarina, U. Santoso. 2010. Suplementasi level temulawak (Curcuma xanthorrhiza, roxb) yang berbeda dalam konsentrat pada sapi frisien holland laktasi: pengaruhnya terhadap total digestible nutrient (TDN) ransum. J. Sain Peternakan Indonesia, 5(1) : 20-26.
Sunaryati, A. Muktiani, J. Achmadi. 2013. Suplementasi temulawak (Curcuma xanthoriza) dan Zn proteinat terhadap konsumsi dan produksi energi susu pada sapi perah. Animal Agriculture Journal, 2(1): 168–174.
Susilowati, D.R., S. Utami, H. A. Suratim. 2013. Nilai berat jenis dan total solid susu Kambing Sapera di Cilacap dan Bogor. J. Ilmiah Peternakan 1(3): 1071–1077
Tillman, A. D., S. Reksohadiprodjo, H. Hartadi, S. Prawirokusumo, S. Lebdosoekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan ke-6. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Van Soest, P. J. 1994. Nutritional Ecology of The Ruminant. 2nd ed. Comstock Publishing Associates A Division of Cornell University Press. Ithaca and London.
Wijayakusuma H. 2003. Penyembuhan dengan temulawak. Milenia Populer, Jakarta.



















