Aquasains: Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP
<div id="aquasains-about-container" style="font-family: 'Segoe UI', Tahoma, Geneva, Verdana, sans-serif; color: #333; max-width: 1100px; margin: auto; background: #fff; padding: 30px; border-radius: 16px; border: 1px solid #e2e8f0; box-shadow: 0 10px 25px rgba(0,0,0,0.05);"> <div style="display: flex; flex-wrap: wrap; gap: 30px; border-bottom: 5px solid #fbbf24; padding-bottom: 30px; margin-bottom: 40px; align-items: flex-start;"> <div style="flex: 0 0 240px; margin: auto;"><img style="width: 100%; border-radius: 12px; box-shadow: 0 12px 20px rgba(6, 78, 59, 0.2);" src="https://jurnal.fp.unila.ac.id/public/journals/9/cover_issue_508_en_US.jpg" alt="Aquasains Cover" /></div> <div style="flex: 1; min-width: 320px;"> <div style="display: inline-block; background: #ecfdf5; color: #064e3b; padding: 5px 15px; border-radius: 50px; font-size: 13px; font-weight: 800; border: 1px solid #064E3B; margin-bottom: 15px; letter-spacing: 1px;">SCIENTIFIC COMMUNICATION JOURNAL</div> <h1 style="color: #064e3b; margin: 0 0 10px 0; font-size: 28px; font-weight: 800; line-height: 1.2;">Aquasains: Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan</h1> <p style="font-size: 14px; color: #64748b; margin-bottom: 15px; font-weight: 600;">p-ISSN: 2301-816X | e-ISSN: 2579-7638</p> <p style="text-align: justify; margin: 0 0 20px 0; font-size: 15px; line-height: 1.7;"><strong>Aquasains</strong> is a periodical journal that serves as a means of scientific communication to disseminate research results. Areas of study include the exploration and management of aquatic and marine resources.</p> <div style="display: flex; gap: 15px; align-items: center;"><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/2302" target="_blank" rel="noopener"> <img style="border-radius: 4px; border: 1px solid #eee;" src="https://jurnal.fp.unila.ac.id/public/site/images/heroe/sinta5ff.jpg" alt="Sinta Logo" height="60" /> </a></div> </div> </div> <div style="text-align: center; margin-bottom: 50px; background: #f0fdf4; padding: 25px; border-radius: 12px; border: 1px solid #dcfce7;"> <h3 style="color: #064e3b; margin-top: 0; font-size: 18px;">Submission & Participation</h3> <p style="font-size: 14px; margin-bottom: 15px;">We strongly prefer to receive manuscripts via our online submission system.</p> <a class="aqua-action-btn" href="https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/login/signIn">LOGIN</a> <a class="aqua-action-btn" style="background: #fbbf24; color: #333;" href="https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/user/register">REGISTRATION</a> <div style="margin-top: 20px; border-top: 1px solid #bdf2d5; pt: 15px;"><a class="aqua-nav-btn" href="#focus">Focus & Scope</a> <a class="aqua-nav-btn" href="#review">Peer Review</a> <a class="aqua-nav-btn" href="#ethics">Publication Ethics</a> <a class="aqua-nav-btn" href="#contact">Contact Address</a></div> </div> <div id="focus" style="margin-bottom: 50px; scroll-margin-top: 20px;"> <h2 style="color: #064e3b; border-left: 6px solid #fbbf24; padding-left: 15px; font-size: 24px; text-transform: uppercase;">Focus and Scope</h2> <div style="background: #f8fafc; padding: 25px; border-radius: 12px; margin-top: 20px; border: 1px solid #eef2f6;"> <p style="text-align: justify; line-height: 1.8;">Aquasains serves as a means of scientific communication for the exploration and management of aquatic and marine resources. The editorial board may abbreviate or refine the manuscript without altering intent. <strong>Frequency:</strong> Published twice a year (<strong>March and November</strong>), or previously January-June and July-December editions.</p> </div> </div> </div>en-US[email protected] (Eko Efendi)[email protected] (David Julian)Tue, 23 Jun 2026 00:00:00 +0000OJS 3.2.1.2http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine Bulbosa) Pada Pakan Terhadap Pertumbuhan Dan Parameter Hematologi Ikan Lele (Clarias Sp.)
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13441
<p>Pemanfaatan ekstrak bawang dayak (<em>Eleutherine bulbosa</em>) sebagai bahan tambahan pakan alami merupakan salah satu upaya untuk mendukung budidaya ikan lele (<em>Clarias</em> sp.). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan ekstrak bawang dayak dalam pakan terhadap pertumbuhan dan profil hematologi ikan lele. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu K (0 g/kg pakan), P1 (0,25 g/kg pakan), P2 (0,75 g/kg pakan), dan P3 (1,25 g/kg pakan), masing-masing terdiri atas tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan panjang mutlak, bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, tingkat kelangsungan hidup, eritrosit, leukosit, hemoglobin, hematokrit, <em>respiratory burst</em>, dan kualitas air. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak bawang dayak tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap seluruh parameter yang diamati. Meskipun demikian, perlakuan P1 menghasilkan rata-rata pertumbuhan panjang mutlak tertinggi. Ekstrak bawang dayak mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin, namun pada dosis yang digunakan belum mampu meningkatkan pertumbuhan maupun profil hematologi ikan lele secara signifikan.</p>Wirya Satria Pratama
Copyright (c)
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13441Perbandingan Komposisi Spesies Hasil Tangkapan Alat Tangkap Pancing Ulur yang Didaratkan di PPN Brondong
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13403
<p>Komposisi spesies hasil tangkapan pancing ulur perlu dianalisis karena perubahan volume dan jenis tangkapan setiap bulan dapat menunjukkan perbedaan karakteristik sumber daya ikan yang didaratkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan komposisi spesies hasil tangkapan pancing ulur di pelabuhan perikanan pada dua bulan yang berbeda. Penelitian menggunakan data sekunder dari data pendaratan hasil tangkapan pancing ulur. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase komposisi spesies berdasarkan volume tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total hasil tangkapan meningkat dari 35.116 kg pada bulan Maret menjadi 61.573 kg pada bulan April. Spesies dominan pada kedua bulan adalah Kakap Merah (Bambangan), dengan komposisi 59,90% pada Maret dan 61,13% pada April. Jumlah spesies juga meningkat dari 6 spesies menjadi 10 spesies, sehingga komposisi hasil tangkapan pada April lebih beragam dibandingkan Maret. Perbedaan tersebut diduga dipengaruhi oleh jumlah unit pancing ulur yang mendarat, daerah penangkapan, musim, habitat, dan kondisi oseanografi perairan. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan komposisi hasil tangkapan pancing ulur pada dua bulan, dengan Kakap Merah sebagai spesies dominan.</p>Arinda Alyadiva Alyadiva
Copyright (c)
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13403 Analisis Komposisi, Persentase, dan Dominasi Jenis Ikan Hasil Tangkapan yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13404
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis ikan hasil tangkapan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, menghitung persentase kontribusi masing-masing jenis ikan terhadap total hasil tangkapan, mengidentifikasi jenis ikan dominan, serta menganalisis perbedaan volume hasil tangkapan berdasarkan data pendaratan dan jumlah armada yang melakukan operasi penangkapan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder pendaratan ikan yang diperoleh dari PPN Brondong selama Januari dan Februari 2024. Data dianalisis dengan menghitung total produksi dan persentase kontribusi masing-masing jenis ikan terhadap total hasil tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total hasil tangkapan yang didaratkan mencapai 6.895.578 kg yang terdiri atas 35 kelompok jenis ikan. Ikan mata besar (swanggi) merupakan jenis ikan yang mendominasi hasil tangkapan dengan kontribusi sebesar 25,06%, diikuti ikan kurisi sebesar 21,41% dan ikan biji nangka sebesar 12,14%. Ketiga jenis ikan tersebut menyumbang 58,61% dari total hasil tangkapan yang didaratkan. Komposisi hasil tangkapan didominasi oleh kelompok ikan demersal yang memiliki nilai ekonomis penting. Produksi hasil tangkapan pada Februari mengalami penurunan sebesar 706.282 kg (18,58%) dibandingkan Januari, yang diikuti oleh penurunan jumlah kapal yang melakukan pendaratan dari 366 unit menjadi 297 unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ikan demersal masih mendominasi hasil tangkapan yang didaratkan di PPN Brondong dan perubahan jumlah armada diduga menjadi faktor utama yang memengaruhi perbedaan volume hasil tangkapan selama periode penelitian.</p>Rissa Nuraini rissanurainii
Copyright (c)
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13404ANALISIS PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN DAN NILAI PRODUKSI IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP PANCING ULUR DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) BRONDONG, JAWA TIMUR
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13399
<p>Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong merupakan salah satu sentra pendaratan ikan terbesar di pantai utara Jawa Timur, dengan ikan kakap merah (<em>Lutjanus sp</em>.) sebagai salah satu komoditas ekonomis penting yang banyak didaratkan oleh armada pancing ulur (<em>hand line</em>). Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan hasil tangkapan serta nilai produksi ikan kakap merah yang didaratkan pada bulan Mei dan Juli 2024. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari catatan produksi tempat pendaratan ikan (Formulir Statistik L-4/L-5) PPN Brondong, dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan volume tangkapan kakap merah dengan pancing ulur menurun dari 20.700 kg pada bulan Mei menjadi 16.736 kg pada bulan Juli 2024, atau turun sebesar 19,15%, dengan nilai produksi turun dari Rp1.614.600.000 menjadi Rp1.305.408.000 pada persentase penurunan yang sama karena harga rata-rata di tingkat pelabuhan relatif stabil pada kisaran Rp78.000/kg. Kontribusi pancing ulur terhadap total tangkapan kakap merah dari seluruh alat tangkap di PPN Brondong meningkat dari 57,37% (Mei) menjadi 59,28% (Juli), menegaskan peran strategis alat tangkap ini sebagai penyumbang utama produksi kakap merah. Kapal berukuran 5–10 GT merupakan kontributor volume tertinggi pada kedua bulan (50,13% dan 61,11%), sementara kontribusi kapal 20–30 GT menurun drastis dari 10,27% menjadi 0,06%, mengindikasikan pergeseran daerah penangkapan atau intensitas operasi akibat faktor musim. Penurunan hasil tangkapan pada bulan Juli diduga berkaitan dengan transisi musim timur menuju puncak musim kemarau yang memengaruhi pola migrasi dan ketersediaan kakap merah di perairan Laut Jawa. Penelitian ini merekomendasikan pemantauan berkelanjutan terhadap hasil tangkapan per kelas ukuran kapal sebagai dasar pengelolaan sumber daya kakap merah yang berkelanjutan di PPN Brondong.</p>Aqila Aurela Efin Sagita
Copyright (c)
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13399Perbandingan Nilai Produksi Cumi-Cumi dengan Empat Komoditas Perikanan Tangkap Terbesar di PPN Brondong
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13400
<p>Cumi-cumi (<em>Loligo spp.</em>) merupakan salah satu komoditas perikanan tangkap yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Namun, besarnya volume produksi belum tentu menunjukkan tingginya nilai produksi dibandingkan komoditas perikanan tangkap lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai produksi serta mengetahui kontribusi nilai produksi cumi-cumi terhadap total nilai produksi lima komoditas perikanan tangkap terbesar yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa data produksi, harga jual, dan nilai produksi lima komoditas perikanan tangkap pada bulan Oktober dan November 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cumi-cumi memiliki nilai produksi tertinggi meskipun volume produksinya tidak menjadi yang terbesar. Kontribusi nilai produksi cumi-cumi juga merupakan yang terbesar, yaitu 52,75% pada bulan Oktober dan 42,86% pada bulan November. Temuan ini menunjukkan bahwa cumi-cumi merupakan komoditas unggulan yang memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai ekonomi perikanan tangkap di PPN Brondong serta berpotensi menjadi dasar dalam mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.</p>Ester Dorry Laura Lawolio Lawolio
Copyright (c)
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13400Ecotoxicological Response Ikan Lele (Clarias Sp.) terhadap Pencemar Perairan: Paparan Insektisida Profenofos, Limbah Bauksit, dan Limbah Cair Tahu
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13360
<p>Ikan lele (<em>Clarias </em>sp.) memiliki sensitivitas terhadap perubahan kualitas lingkungan sehingga sering digunakan sebagai bioindikator pencemaran perairan. Pencemaran dari aktivitas pertanian, pertambangan, dan industri rumah tangga berpotensi mengganggu kelangsungan hidup organisme akuatik. Penelitian ini bertujuan menganalisis respons ekotoksikologi ikan lele terhadap paparan pencemar tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Juni 2025 menggunakan metode eksperimen melalui uji toksisitas pendahuluan dan uji utama selama 96 jam dengan beberapa variasi konsentrasi. Parameter yang diamati meliputi mortalitas ikan serta kualitas air (pH dan suhu), kemudian dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC<sub>50</sub>. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi toksikan dan lama paparan meningkatkan mortalitas ikan. Nilai LC<sub>50</sub> 96 jam insektisida profenofos sebesar 0,007 ppm, sedangkan limbah bauksit dan limbah cair tahu masing-masing sebesar 36,271 ppm. Profenofos tergolong sangat toksik, sementara limbah bauksit dan limbah cair tahu memiliki toksisitas lebih rendah, namun tetap berpotensi mencemari perairan.</p>Sunyi Farta Sepia, Devi Dwi Agustina, Miftakhul Maghfiroh, Jona Immanuel Tambunan, Tri Apriadi
Copyright (c)
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13360EFFECTIVENESS ANALYSIS OF LIQUID ORGANIC FERTILIZER MADE FROM CATFISH (Clarias sp.) VISCERA WASTE ON THE PRODUCTIVITY OF Azolla microphylla
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13280
<p>Catfish (Clarias sp.) viscera waste has the potential to pollute the environment but contains high levels of N, P, and K nutrients. This study aimed to determine the effect of liquid organic fertilizer (LOF) made from catfish viscera waste on the productivity of Azolla microphylla and to identify the most effective dosage. A Completely Randomized Design (CRD) with three treatments was used: P0 (control, no LOF), P1 (dose 2.250 ml/L), and P2 (dose 2.625 ml/L), each replicated three times. LOF was produced through 14-day fermentation using Lactobacillus spp. probiotic. Azolla microphylla was cultivated in 25-liter buckets with an initial weight of 30 g for 30 days. Parameters measured included absolute weight growth and daily growth rate. ANOVA results showed significant differences among treatments (p=0.009). Tukey Post Hoc test indicated that P1 and P2 differed significantly from P0 but not from each other. Treatment P1 produced the highest absolute weight growth (203.00 g), followed by P2 (173.33 g) and P0 (108.67 g). A dose of 2.250 ml/L was the most effective dosage to enhance Azolla microphylla productivity.</p>Andika Hasyim, Ni Nyoman Dian Martini, Jasmine Masyitha Amelia
Copyright (c) 2026 Andika Hasyim, Ni Nyoman Dian Martini, Jasmine Masyitha Amelia
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13280Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000RELATIONSHIP BETWEEN COMMUNITY KNOWLEDGE AND PARTICIPATION IN CORAL REEF CONSERVATION ON SEBESI ISLAND, INDONESIA
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13170
<p><em>Community participa-tion is a key factor in supporting the sustainability of coral reef ecosystems, particularly in small island communities that rely heavily on marine resources. Community knowledge is considered one of the factors that may influence participation in conservation efforts. This study aimed to analyze the relationship between community knowledge and participation in coral reef ecosystem conservation on Sebesi Island, Lampung Province, Indonesia. A quantitative survey approach was employed using structured questionnaires administered to 30 respondents selected from the local community. The research instrument was tested for validity and reliability prior to data collection. Data were analyzed using descriptive statistics and Pearson correlation analysis at a significance level of 5%. The results indicated that community knowledge regarding coral reef conservation was generally in the good category, as was the level of community participation in conservation activities. Pearson correlation analysis revealed a strong positive relationship between community knowledge and participation (r = 0.690; p < 0.05), indicating that higher levels of knowledge were associated with greater community involvement in coral reef conservation. These findings suggest that improving environmental knowledge through education, outreach, and community empowerment programs may enhance public participation in coral reef ecosystem conservation. The study provides empirical evidence to support community-based conservation strategies for the sustainable management of coral reef ecosystems on small islands.</em></p>Khadijah, Meisy Legiawati, Amara Choirunisa, Apria Pamilda, Rezhati Rahmalia, Ni Wayan Rintan Malika Putri, Ridwan Ali Sahroni, Reza Raihandi Akbar, M. Rizko Fajrin, David Julian, Muhammad Reza
Copyright (c) 2026 Khadijah, Meisy Legiawati, Amara Choirunisa, Apria Pamilda, Rezhati Rahmalia, Ni Wayan Rintan Malika Putri, Ridwan Ali Sahroni, Reza Raihandi Akbar, M. Rizko Fajrin, David Julian, Muhammad Reza
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13170Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000COMMUNITY KNOWLEDGE AS A DRIVER OF PARTICIPATION IN MANGROVE ECOSYSTEM MANAGEMENT: A CASE STUDY FROM SEBESI ISLAND, INDONESIA
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13169
<p><span class="fontstyle0">Coastal areas play an important role in supporting the economic, social, and environmental aspects of communities, one of which is through the presence of mangrove ecosystems. Mangroves have vital ecological and economic functions, such as protecting shorelines from abrasion, providing habitats for marine organisms, and serving as a source of livelihood for coastal communities. Sebesi Island in Lampung is one of the regions with a fairly extensive mangrove ecosystem; however, its management has not yet fully involved the local community. This study aims to determine the relationship between community knowledge and participation in the management of the mangrove ecosystem on Sebesi Island. Data were collected through questionnaires, interviews, and field observations. The analysis results show a positive and significant relationship between the level of knowledge and community participation, with a Pearson correlation coefficient of 0.551 and a significance level of 0.002. These findings indicate that increasing community understanding can encourage greater involvement in sustainable mangrove management.</span></p>Erina Hartati, Adelia Desya Putri, Mingga Ayu Saputri, Putri Sania, Syariah Nursyina Arrum, Wulan Dwi Ganarsih, Wanda Julia, Bunga Erya Padela, David Julian, Muhammad Reza
Copyright (c) 2026 Erina Hartati, Adelia Desya Putri, Mingga Ayu Saputri, Putri Sania, Syariah Nursyina Arrum, Wulan Dwi Ganarsih, Wanda Julia, Bunga Erya Padela, David Julian, Muhammad Reza
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13169Thu, 25 Jun 2026 00:00:00 +0000FORMULATION OF CANNA STARCH AND TAPIOCA ON WATER CONTENT, ELASTICITY AND SENSORY PROPERTIES OF MACKEREL FISH PEMPEK
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13158
<p>The study aims to determine the effect of ganyong and tapioca starch formulations on water content, elasticity and sensory properties of mackerel fish pempek, and to determine the best formulation of ganyong and tapioca starch with water content, elasticity and sensory properties of pempek that meet SNI 7661:2019. This study used a single factor RAKL and 4 replications. The research treatments were tapioca and ganyong starch formulations with a ratio of 100%: 0% (P0), 90%: 10% (P1), 80%: 20% (P2), 70%: 30% (P3), 60%: 40% (P4), and 50%: 50% (P5). Data were analyzed using variance (ANARA) and continued with the Least Significant Difference Test (LSD) at a level of 5%. The results showed that the formulation of tapioca and ganyong starch affected the water content, hardness, springiness, cohesiveness, color, aroma, taste, texture and overall acceptance of mackerel fish pempek. The treatment of 10% ganyong starch and 90% tapioca produced the best mackerel fish pempek according to SNI 7661:2019 with a color score of 6.94 (yellowish white), aroma 7.20 (typical pempek), taste 6.66 (typical pempek), texture 6.87 (chewy), overall acceptance 7.39 (like), water content of 51.45%, protein content of 18.39%, hardness value of 244.77 N, springiness value of 7.97 mm, and cohesiveness value of 0.63 N.</p>Widratul Faszrah, Sussi Astuti, Erdi Suroso, Novita Herdiana
Copyright (c) 2026 Widratul Faszrah, Sussi Astuti, Erdi Suroso, Novita Herdiana
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JPBP/article/view/13158Tue, 23 Jun 2026 00:00:00 +0000