Journal of People, Forest and Environment
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/jopfe
<div id="jopfe-about-container" style="font-family: 'Segoe UI', Tahoma, Geneva, Verdana, sans-serif; color: #333; max-width: 1100px; margin: auto; background: #fff; padding: 30px; border-radius: 16px; border: 1px solid #e2e8f0; box-shadow: 0 10px 25px rgba(0,0,0,0.05);"> <div style="display: flex; flex-wrap: wrap; gap: 30px; border-bottom: 5px solid #fbbf24; padding-bottom: 30px; margin-bottom: 40px; align-items: flex-start;"> <div style="flex: 0 0 240px; margin: auto;"><img style="width: 100%; border-radius: 12px; box-shadow: 0 12px 20px rgba(6, 78, 59, 0.2);" src="https://jurnal.fp.unila.ac.id/public/journals/12/cover_issue_544_en_US.jpg" alt="JOPFE Cover" /></div> <div style="flex: 1; min-width: 320px;"> <div style="display: inline-block; background: #ecfdf5; color: #064e3b; padding: 5px 15px; border-radius: 50px; font-size: 13px; font-weight: 800; border: 1px solid #064E3B; margin-bottom: 15px; letter-spacing: 1px;">PEOPLE • FOREST • ENVIRONMENT</div> <h1 style="color: #064e3b; margin: 0 0 10px 0; font-size: 32px; font-weight: 800; line-height: 1.2;">Journal of People, Forest and Environment (JOPFE)</h1> <p style="font-size: 16px; color: #64748b; margin-bottom: 15px; font-weight: 600;">Online ISSN: 2807-6796</p> <p style="text-align: justify; margin: 0 0 20px 0; font-size: 15px; line-height: 1.7;"><strong>JOPFE</strong> publishes state-of-the-art results of primary findings and synthesized articles containing significant contributions to science and its theoretical application in areas related to people, forest, and environment research.</p> <div style="background: #f8fafc; padding: 15px; border-radius: 8px; border-left: 4px solid #fbbf24;"> <p style="margin: 0; font-size: 14px;"><strong>Language:</strong> Manuscripts in <strong>Bahasa Indonesia</strong> or <strong>English</strong> are welcome.</p> </div> </div> </div> <div style="display: grid; grid-template-columns: repeat(auto-fit, minmax(300px, 1fr)); gap: 20px; margin-bottom: 40px;"> <div style="background: #f0fdf4; padding: 25px; border-radius: 12px; border: 1px solid #dcfce7; text-align: center;"> <h3 style="color: #064e3b; margin-top: 0; font-size: 20px;">Focus & Scope</h3> <p style="font-size: 14px; line-height: 1.6; text-align: justify;">Articles published are the results of <strong>community service activities</strong> that concentrate on various aspects of forestry and environmental fields and their broad linkage.</p> </div> <div style="background: #f0fdf4; padding: 25px; border-radius: 12px; border: 1px solid #dcfce7; text-align: center;"> <h3 style="color: #064e3b; margin-top: 0; font-size: 20px;">Open Access Policy</h3> <p style="font-size: 14px; line-height: 1.6; text-align: justify;">JOPFE provides <strong>immediate open access</strong> to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.</p> </div> </div> <div style="background: #f8fafc; padding: 30px; border-radius: 12px; border: 1px solid #e2e8f0; margin-bottom: 40px; border-left: 6px solid #064E3B;"> <h2 style="color: #064e3b; margin-top: 0; font-size: 24px; text-transform: uppercase;">Theoretical Application</h2> <p style="text-align: justify; line-height: 1.8; font-size: 15px;">The journal serves as a vital platform for researchers and practitioners to share innovations that contribute to the sustainable relationship between human communities and forest ecosystems.</p> </div> <div style="text-align: center; margin-top: 50px; padding-top: 30px; border-top: 1px solid #eee; color: #94a3b8; font-size: 12px;"><strong>Journal of People, Forest and Environment (JOPFE)</strong> | Online ISSN: 2807-6796 <br />Faculty of Agriculture | University of Lampung | Indonesia</div> </div>University of Lampungen-USJournal of People, Forest and Environment2807-6796<span>The Copyright Notice will appear in About the Journal. It should describe for readers and authors whether the copyright holder is the author, journal, or a third party. It should include additional licensing agreements (e.g. </span><a class="action" href="http://creativecommons.org/" target="_new">CREATIVE COMMONS</a><span> licenses) that grant rights to readers (see </span><a class="action" href="/index.php/jopfe/information/sampleCopyrightWording" target="_new">EXAMPLES</a><span>), and it should provide the means for securing permissions, if necessary, for the use of the journal's content.</span>Studi Pengaruh Tutupan LahanTerhadap Resiko Penyakit Malaria DI Provinsi Lampung
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/jopfe/article/view/12272
<p><strong>ABSTRAK.</strong> Perubahan tutupan lahan merupakan salah satu faktor lingkungan yang berpotensi memengaruhi dinamika penyakit berbasis vektor, termasuk malaria. Provinsi Lampung mengalami perubahan penggunaan lahan yang cukup intensif dalam beberapa dekade terakhir, seiring dengan meningkatnya aktivitas pertanian, perkebunan, dan perkembangan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap risiko kejadian penyakit malaria di Provinsi Lampung. Data yang digunakan berupa data sekunder angka kesakitan malaria yang diukur melalui Annual Parasite Incidence (API) pada tahun 2016, 2019, dan 2022, serta data tutupan lahan yang diperoleh dari interpretasi citra satelit Landsat. Kelas tutupan lahan yang dianalisis meliputi hutan negara, hutan rakyat, lahan terbuka, perkebunan, pertanian campuran, persawahan, dan permukiman. Analisis dilakukan menggunakan metode regresi linier berganda untuk mengetahui arah dan besaran pengaruh masing-masing jenis tutupan lahan terhadap insidensi malaria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perubahan tutupan lahan memiliki pengaruh yang relatif terbatas terhadap variasi kejadian malaria di Provinsi Lampung. Namun demikian, tutupan lahan berupa area persawahan dan permukiman menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap insidensi malaria, sementara perubahan tutupan hutan negara tidak memperlihatkan pengaruh yang berarti. Nilai koefisien determinasi yang relatif rendah mengindikasikan bahwa kejadian malaria dipengaruhi pula oleh faktor lain di luar variabel tutupan lahan, seperti kondisi iklim, perilaku masyarakat, dan kualitas pelayanan kesehatan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dengan strategi kesehatan masyarakat dalam upaya pengendalian malaria di Provinsi Lampung.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: <em>Perubahan tutupan lahan; Insidensi malaria; Annual Parasite Incidence (API); Penyakit berbasis vektor; Provinsi Lampung</em></p>Ario Jihan PranataSamsul BakriJhons Fatriyadi SuwandiBainah Sari Dewi
Copyright (c) 2026
2026-05-262026-05-26611910.23960/jopfe.v6i1.12272Peran Kepercayaan Lokal Masyarakat terhadap Pengelolaan Hutan Mangrove di Tahura Ngurah Rai, Bali
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/jopfe/article/view/12367
<p>Bali memiliki garis pantai yang luas dan sumber daya alam yang penting, termasuk mangrove yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta penopang perekonomian masyarakat sekitar. Di Indonesia, ekosistem mangrove seringkali mengalami alih fungsi lahan, pencemaran, dan eksploitasi, sehingga dapat menurunkan kualitas dan merusak ekosistem mangrove. Hutan mangrove yang berada di Bali, secara unik menerapkan kearifan lokal masyarakat Hindu Bali sebagai strategi konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepercayaan lokal masyarakat Bali dalam pengelolaan hutan mangrove. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan data dikumpulkan melalui proses wawancara mendalam yang diperoleh dari informasi kunci terdiri dari pimpinan, pengelola, tokoh adat serta masyarakat sekitar kawasan hutan mangrove. Penelitian dilaksanakan pada Oktober-November 2025 yang berlokasi di sekitar kawasan mangrove Tahura Ngurah Rai. Adapun alat dan bahan yang digunakan pada penelitian diantaranya ATK, <em>handphone</em>, <em>laptop</em>, panduan pertanyaan yang digunakan pada saat wawancara terkait pengeloolaan hutan mangrove yang diajukan pada narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal yang berlandaskan <em>Tri Hita Karana</em> (keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta manusia dengan alam lingkungannya) dan keyakinan akan roh penjaga dapat membentuk paradigma holistik di mana mangrove dipandang sebagai bagian dari spiritual dan ekologis yang tak dapat dipisahkan. Kepercayaan ini dilaksanakan dalam bentuk praktik melalui ritual seperti <em>Piodalan</em> dan <em>Tumpek Wariga</em>, serta norma sosial berupa larangan. Kearifan lokal dapat beradaptasi dengan program konservasi, sehingga simpulan bahwa kearifan lokal bukan sekedar budaya, melainkan modal sosial yang sangat berperan dalam partisipasi aktif masyarakat untuk mempertahankan ekologis hingga sosial pengelolaan mangrove di Tahura Ngurah Rai, Bali.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: <strong>Kearifan Lokal; Mangrove;</strong> <strong>Tri Hita Karana</strong></p>Komang Intan GayatriSugeng P. HariantoSurnayanti SurnayantiMachya Kartika Tsani
Copyright (c) 2026
2026-05-262026-05-2661101710.23960/jopfe.v6i1.12367Pengaruh Profil Wisatawan Terhadap Persepsi Pengunjung Ekowisata Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatrensis) di Resor Pemerihan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Provinsi Lampung
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/jopfe/article/view/12401
<p>Gajah Sumatra (<em>Elephas maximus sumatrensis</em>) merupakan salah satu satwa liar yang menjadi tujuan wisata di indonesia. Namun, pengembangannya harus berdasarkan konsep ekowisata yang merupakan sebuah perjalanan wisata yang dilakukan seseorang ke daerah alami dengan tujuan untuk mengkonservasi, melestarikan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor profil pengunjung yang berpengaruh terhadap penilaian ekowisata gajah di Resor Pemerihan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Pengambilan data di lakukan pada bulan September s.d. Oktober 2025. Penelitian ini menggunakan metode wawancara secara langsung terhadap 85 responden, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel waktu kunjungan sangat mempengaruhi penilaian wisatawan terhadap ekowisata gajah dengan nilai signifikan (0,058), sedangkan variabel yang lain tidak menunjukan pengaruh yang signifikan jenis kelamin (0,925), umur (0,491), Pendidikan (0,762), pekerjaan (0,699), penghasilan (0,258), dan daerah asal (0,254).</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Ekowisata, Gajah Sumatra, Persepsi Pengunjung, Profil Wisatawan</p>Herdi AdesatiaRusita RusitaBainah Sari DewiGunardi Djoko Winarno
Copyright (c) 2026
2026-05-262026-05-2661182610.23960/jopfe.v6i1.12401KOMPOSISI TANAMAN PENYUSUN LAHAN AGROFORESTRI DI SISTEM HUTAN KERAKYATAN LESTARI
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/jopfe/article/view/12626
<p>Agroforestri merupakan sistem penggunaan lahan yang mengintegrasikan tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian dalam satu unit lahan untuk memberikan manfaat ekonomi dan ekologis secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi jenis tanaman penyusun sistem agroforestri di SHK Lestari. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai November 2025 di area kelola Sistem Hutan Kerakyatan (SHK) Lestari, Tahura Wan Abdul Rachman, Provinsi Lampung. Penentuan petak contoh menggunakan metode <em>systematic random sampling</em> dengan total 66 petak contoh yang tersebar pada berbagai tingkat pertumbuhan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lapangan terhadap tingkat semai, pancang, tiang, dan pohon. Data yang dianalisis meliputi Indeks Nilai Penting (INP), indeks keanekaragaman (H'), indeks kekayaan jenis (R), dan indeks kemerataan (E). Hasil penelitian menunjukkan komposisi vegetasi terdiri atas 33 spesies dari 18 famili dengan total 1.608 individu. Jenis tanaman yang mendominasi berdasarkan nilai INP tertinggi adalah durian (<em>Durio zibethinus</em>) pada tingkat semai (51,04) dan pohon (73,22), serta kakao (<em>Theobroma cacao</em>) pada tingkat pancang (51,16) dan tiang (123,04). Nilai indeks keanekaragaman (H') berkisar antara 1,84–2,52 yang termasuk kategori sedang, indeks kekayaan jenis (R) 2,67–4,71 (sedang hingga tinggi), serta indeks kemerataan (E) 0,66–0,79 yang relatif merata mencerminkan adanya interaksi antara proses alami dan pengelolaan intensif oleh masyarakat terhadap tanaman bernilai ekonomi tinggi.</p>Luthfiah ZainGunardi Djoko WinarnoMachya Kartika TsaniBainah Sari Dewi
Copyright (c) 2026
2026-05-262026-05-2661273810.23960/jopfe.v6i1.12626Struktur Vegetasi, Estimasi Produksi, dan Potensi Ekonomi Lahan Agroforestri Pekarangan di Kabupaten Lampung Barat
https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/jopfe/article/view/13198
<p>Agroforestri pekarangan merupakan sistem budidaya yang memadukan berbagai jenis tanaman dalam satu unit lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan, obat, dan fungsi ekologis rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur vegetasi, kategori dan pemanfaatan tanaman, serta fluktuasi produksi pada sistem agroforestri pekarangan di Kabupaten Lampung Barat. Penelitian dilakukan pada tiga kecamatan, yaitu Batu Ketulis, Belalau, dan Balik Bukit, menggunakan kombinasi metode inventarisasi vegetasi pada petak contoh berukuran 20 × 20 m dan wawancara terstruktur terkait produksi tanaman periode 2021–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekarangan masyarakat memiliki 28 jenis tanaman dari 19 famili yang tersusun atas pohon, perdu, semak, herba, dan tanaman merambat. Famili Myrtaceae merupakan famili paling dominan, sedangkan kopi (Coffea canephora) memiliki kerapatan dan kerapatan relatif tertinggi, sehingga menjadi spesies yang paling mendominasi struktur vegetasi. Jenis tanaman yang dibudidayakan memiliki fungsi beragam sebagai sumber pangan, obat, peneduh, dan tanaman pagar, dengan pemanfaatan terbesar pada bagian buah. Selain itu, produksi tanaman selama 2021–2024 menunjukkan fluktuasi yang dipengaruhi oleh umur tanaman dan kondisi lingkungan, terutama fenomena kekeringan akibat El Nino yang menyebabkan beberapa tanaman tidak berbuah pada tahun-tahun tertentu. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa agroforestri pekarangan memiliki potensi ekologis dan ekonomis yang penting bagi ketahanan pangan rumah tangga dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan di Kabupaten Lampung Barat.</p>Erlina RufaidahSurnayanti SurnayantiKomang Intan Gayatri
Copyright (c) 2026
2026-06-192026-06-1961394910.23960/jopfe.v6i1.13198