Journal of People, Forest and Environment https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/jopfe <p><strong>Journal of People, Forest and Environment (JOPFE)</strong> publishes state of the art results of primary findings and synthesized articles containing significant contribution to science and its theoretical application in areas related to people, forest and environment research and its broad linkage. Manuscripts in Bahasa Indonesia or English are welcome. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.<br /><br />The articles published in JOPFE are the results of community service activities that concentrate on various aspects of forestry and environmental fields. The International Standard Serial Numbers (ISSN) assigned to JOPFE is <strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20210831512005647">Online ISSN: 2807-6796</a></strong></p> en-US <span>The Copyright Notice will appear in About the Journal. It should describe for readers and authors whether the copyright holder is the author, journal, or a third party. It should include additional licensing agreements (e.g. </span><a class="action" href="http://creativecommons.org/" target="_new">CREATIVE COMMONS</a><span> licenses) that grant rights to readers (see </span><a class="action" href="/index.php/jopfe/information/sampleCopyrightWording" target="_new">EXAMPLES</a><span>), and it should provide the means for securing permissions, if necessary, for the use of the journal's content.</span> surnayanti@fp.unila.ac.id (Surnayanti, S.Hut., M.Si.) surnayanti@fp.unila.ac.id (Surnayanti, S.Hut., M.Si.) Thu, 04 Dec 2025 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Dinamika Tutupan Hutan Mangrove Akibat Aktivitas Manusia di Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/jopfe/article/view/11716 <p>Ekosistem mangrove Indonesia menghadapi tekanan antropogenik kompleks yang mengancam keberlanjutannya. Penelitian ini menganalisis dinamika tutupan hutan mangrove di Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur periode 2014-2024 menggunakan citra <em>landsat 8</em> dan metode Support Vector Machine dengan akurasi &gt;88%. Hasil menunjukkan paradoks konservasi signifikan: mangrove meningkat 415,35 ha (53%) dari 783,81 ha menjadi 1.199,16 ha, namun hanya 43,98% mangrove awal yang bertahan. Regenerasi alami mendominasi pada bekas tambak dan lahan terbuka, sementara konversi terbesar terjadi menjadi tambak (11,02%) dan kebun campuran (7,45%). Aktivitas manusia menunjukkan dampak ganda: tekanan konversi dan eksploitasi berlanjut, namun penurunan aktivitas tambak akibat abrasi justru memicu pemulihan alami. Temuan kritis berupa kematian mangrove Avicennia sp. akibat genangan permanen mengindikasikan tekanan global seperti kenaikan muka air laut memperparah dampak lokal. Meskipun terjadi peningkatan kuantitatif, fragmentasi habitat dan penurunan kualitas ekosistem menunjukkan kerentanan jangka panjang. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dinamika mangrove pesisir Indonesia dan merekomendasikan pendekatan pengelolaan integratif yang menggabungkan konservasi dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan untuk menciptakan resiliensi ekosistem pesisir.</p> Roni Candra, Trio Santoso, Rudi Hilmanto, Indriyanto Indriyanto Copyright (c) 2025 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/jopfe/article/view/11716 Thu, 04 Dec 2025 00:00:00 +0000 Peningkatan Biomassa Bibit Sengon Laut (Falcataria moluccana) Dengan Pemberian Biochar Limbah Kayu Meranti (Shorea Spp.) https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/jopfe/article/view/11978 <p>Biochar merupakan hasil pirolisis biomassa yang memiliki potensi sebagai pembenah tanah karena kemampuannya memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar kayu meranti terhadap biomassa semai sengon laut (<em>Falcataria moluccana</em>). Penelitian dilakukan selama lima bulan Kaca dan Laboratorium Silvikultur Universitas Lampung. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, yaitu: K (0% biochar), M5 (5%), M10 (10%), M15 (15%), dan M20 (20%), masing-masing dengan 8 ulangan. Parameter yang diamati meliputi bobot kering akar (BKA), bobot kering pucuk (BKP), bobot kering total (BKT), dan nisbah pucuk akar (NPA). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 1%. Hasil menunjukkan bahwa seluruh parameter memberikan respons yang sangat nyata terhadap perlakuan biochar. Perlakuan M20 memberikan hasil tertinggi, dengan peningkatan BKA sebesar 75%, BKP sebesar 44%, dan BKT sebesar 51% dibanding kontrol. Peningkatan tersebut dikaitkan dengan kemampuan biochar dalam meningkatkan retensi air, aerasi, dan ketersediaan hara di media tanam. Didapatkan pula penurunan rasio NPA yang mencerminkan distribusi biomassa yang lebih seimbang. Dapat disimpulkan bahwa biochar kayu meranti berpotensi meningkatkan pertumbuhan biomassa sengon laut dan dapat diaplikasikan sebagai pembenah tanah.</p> Max Kurniawan, Melya Riniarti, Inggar Damayanti, Ceng Asmarahman Copyright (c) 2025 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/jopfe/article/view/11978 Thu, 04 Dec 2025 00:00:00 +0000 IDENTIFIKASI DAERAH JELAJAH SIAMANG (Symphalangus syndactylus) DI RHINO CAMP RESORT SUKARAJA ATAS, TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/jopfe/article/view/8952 <p><em>TNBBS merupakan aset Nasional yang harus dijaga kelestariannya. Indikator kelestarian hutan tersebut adalah keanekaragaman flora dan fauna baik yang hidup di atas tanah maupun di bawah tanah. Salah satu satwa yang ada di TNBBS adalah Siamang (Symphalangus syndactylus). Alih fungsi lahan dari hutan menjadi kebun banyak dilakukan masyarakat hal ini dikarenakan kurangnya lahan untuk kegiatan pertanian. Kerusakan hutan juga cenderung disertai dengan menurunnya tutupan hutan akibat peralihan fungsi hutan (deforestation), baik untuk pemukiman penduduk maupun untuk perluasan areal pertanian dan Perkebunan. Pola pergerakan Siamang dapat berubah seiring berjalannya waktu tergantung pada ketersediaan sumber pakan, air, perubahan iklim, dan persaingan antar kelompok serta beberapa masalah perubahan habitat. Penelitian ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui daerah jelajah Siamang di Rhino Camp Sukaraja Atas TNBBS. Daerah jelajah Siamang dipengaruhi oleh ketersediaan pakan yang ada pada suatu wolayah. Kelompok 1 diketahui memiliki daerah jelajah harian 6564,78 m/hari (Januari), 6830,27 m/hari (Februari), dan 2794,51 m/hari (Maret).</em></p> Ahmad Mujahid, Rudi Hilmanto, Sugeng P. Harianto, Fawwaz Akbar Copyright (c) 2024 JOURNAL OF PEOPLE, FOREST AND ENVIRONMENT https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/jopfe/article/view/8952 Thu, 04 Dec 2025 00:00:00 +0000 RESPONS PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria) TERHADAP PEMBERIAN KOMPOS LIMBAH KULIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/jopfe/article/view/12210 <p>Kopi robusta <em>(Coffea canephora</em>) merupakan kopi yang banyak ditanam di Provinsi Lampung terutama di Tahura Wan Abdul Rachman. Meskipun demikian, limbah kulit kopi mengandung berbagai unsur hara yang dapat ditransformasi menjadi kompos. Limbah kulit kopi yang dihasilkan dari budidaya kopi di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh kompos limbah kulit kopi terhadap pertumbuhan bibit sengon dan menemukan proporsi campuran yang paling efektif. Penelitian dilaksanakan pada April hingga September 2025 di rumah kaca Laboratorium Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan campuran kompos dan tanah: M0 (tanah 100%), M1 (tanah 75% + kompos 25%), M2 (tanah 50% + kompos 50%), M3 (tanah 25% + kompos 75%), dan M4 (kompos 100%), masing-masing dengan empat kali pengulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun selama 12 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan M3 menghasilkan pertumbuhan tertinggi dengan tinggi akhir 52 cm, diameter 5,8 mm, dan 6-8 helai daun, diikuti oleh M1, M2, dan M0. Perlakuan M3 dan M1 telah memenuhi standar SNI 8420:2018 untuk tinggi minimal bibit sengon (35 cm), sementara semua perlakuan melampaui standar diameter minimal (2 mm). Berdasarkan kesimpulan, perlakuan M2 menunjukkan pertumbuhan yang paling stabil pada diameter batang dan jumlah daun, menjadikannya proporsi campuran terbaik untuk mendukung pertumbuhan bibit sengon. Penelitian ini membuktikan bahwa kompos limbah kulit kopi memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan bibit sengon dan dapat menjadi alternatif pemanfaatan limbah organik di kawasan konservasi.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> bibit sengon, kompos kulit kopi, media tanam, Paraserianthes falcataria, Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman.</p> Wangga Lasmi Damayanti, Surnayanti Surnayanti, Sugeng P. Harianto, Machya Kartika Tsani Copyright (c) 2025 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/jopfe/article/view/12210 Fri, 19 Dec 2025 00:00:00 +0000 Nilai Ekonomi Jasa Lingkungan Air Way Biha Untuk Pemanfaatan Irigasi Di Desa Paku Negara, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/jopfe/article/view/12237 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai ekonomi jasa lingkungan air Sungai Way Biha yang dimanfaatkan sebagai irigasi pertanian di Desa Paku Negara, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesediaan membayar masyarakat. Penelitian dilakukan menggunakan metode Contingent Valuation Method (CVM) dengan pendekatan Willingness to Pay (WTP). Data dikumpulkan melalui wawancara langsung terhadap 80 responden petani pengguna irigasi dengan teknik purposive sampling. Analisis data meliputi perhitungan nilai rata-rata WTP, total WTP, serta analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel sosial ekonomi terhadap WTP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata WTP petani sebesar Rp56.716,42 per hektar per musim tanam, dengan total nilai WTP mencapai Rp16.720.000 per musim tanam atau Rp33.440.000 per tahun. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap WTP adalah pendapatan, pengeluaran rumah tangga, dan kepemilikan lahan. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai ekonomi jasa lingkungan air Way Biha masih relatif rendah dan dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi serta tradisi lokal, sehingga diperlukan peningkatan kesadaran dan kebijakan pengelolaan berkelanjutan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air.</p> Rio Gading, Slamet Budi Yuwono, Rudi Hilmanto, Christine Wulandari Copyright (c) 2025 https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/jopfe/article/view/12237 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000