PENGARUH WARNA CAHAYA LED DAN UMUR PANEN TERHADAP KADAR KLOROFIL, VITAMIN C, DAN ANTIOKSIDAN SELADA KERITING (Lactuca sativa L .) DI PLANT FACTORY
Abstract
Meningkatnya kesejahteraan hidup masyarakat memerlukan kualitas sayur dengan
kandungan gizi yang lebih tinggi yaitu mengandung lebih banyak antioksidan, vitamin, dan mineral. Pemanfaatan cahaya buatan seperti spektrum merah dan biru dapat meningkatkan
kandungan gizi sayuran pada selada keriting maupun tanaman lainnya. Tanaman muda
mengandung gizi lebih baik dibanding tanaman dewasa, oleh karena itu perlu diteliti
perlakuan kombinasi kedua faktor tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh
cahaya LED dan umur panen terhadap kandungan klorofil, vitamin C, dan antioksidan selada
keriting di plant factory. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial
dengan dua faktor, yaitu faktor I adalah empat taraf cahaya LED yaitu P (putih), M (merah), B
(biru), dan MB (merah-biru) dan faktor II adalah umur panen yaitu U 14 (14 hst) dan U 40 (40
hst). Semua perlakuan diulang empat kali. Warna cahaya merah-biru dan umur panen 40 hst
berinteraksi secara signifikan dan memberikan jumlah klorofil tertinggi di antara semua
perlakuan yaitu sebesar 29,38 SPAD. Kombinasi perlakuan cahaya biru dan umur panen 40
hst memberikan daya antioksidan terbesar yaitu 94,88 mg/g dan kandungan vitamin C
tertinggi yaitu 168,10 mg/g pada selada keriting.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
