KOMBINASI BIOFRESH PLUS DAN DOSIS NPK DALAM MENEKAN PENYAKIT PUSTUL BAKTER Xanthomonas axonopodis pv. glycines PADA TANAMAN KEDELAI DI LAHAN ULTISOL

  • Anwar Anwar
    Universitas Musamus
  • Andi Khaeruni Andi Khaeruni
    Universitas halu Oleo
  • Vit Neru Satrah vit
    Universitas halu Oleo
DOI: https://doi.org/10.23960/jat.v14i2.11852
Abstract Views (Last 12 Months)
16 Abstract Views
21 Downloads

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) merupakan komoditas penting dalam mendukung ketahanan
pangan nasional. Namun, produktivitasnya di Indonesia, khususnya di lahan ultisol Sulawesi
Tenggara, masih rendah akibat kesuburan tanah yang terbatas dan infeksi penyakit pustul
bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv. glycines. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui efektivitas kombinasi pupuk hayati Biofresh plus dan dosis pupuk
anorganik NPK dalam menekan intensitas penyakit pustul bakteri pada beberapa varietas
kedelai ditanah ultisol. Penelitian menerapkan rancangan split plot dalam RAK, yang terdiri
atas 16 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diukur meliputi
keparahan penyakit, nilai luas di bawah kurva perkembangan penyakit (AUDPC), serta tingkat
efektivitas pengendalian penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Dena-1 (F4)
paling tahan terhadap pustul bakteri, dengan AUDPC terendah (247,80%-hari) dan keparahan
penyakit terendah di semua tahap. Kombinasi Biofresh plus dengan atau tanpa NPK rendah
(25–50%), lebih efektif menekan penyakit dibanding pupuk anorganik penuh, dengan
efektivitas tertinggi 32,91% (F1R2) Efektivitas pengendalian sangat bergantung pada
kombinasi varietas dan pupuk, di mana F4 paling efektif dengan R1, F1 dengan R2, dan F3
dengan R3.

Downloads

Download data is not yet available.
Cover
Published
2026-05-29
How to Cite
Anwar, A., Andi Khaeruni, A. K., & vit, V. N. S. (2026). KOMBINASI BIOFRESH PLUS DAN DOSIS NPK DALAM MENEKAN PENYAKIT PUSTUL BAKTER Xanthomonas axonopodis pv. glycines PADA TANAMAN KEDELAI DI LAHAN ULTISOL. Jurnal Agrotek Tropika, 14(2), 597–609. https://doi.org/10.23960/jat.v14i2.11852