PENGARUH OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN TERHADAP PERILAKU JERAPAN FOSFOR DAN FOSFOR TERPANEN PADA PERTANAMAN EDAMAME (Glycine max L. Merril) DI TANAH ULTISOL GEDUNG MENENG PADA MUSIM TANAM KESEPULUH
Abstract
Tanah Ultisol umumnya dicirikan oleh kesuburan yang rendah, kandungan bahan organik yang terbatas, reaksi tanah yang masam, serta tingkat kejenuhan aluminium (Al) dan besi (Fe) yang relatif tinggi. Pada kondisi masam, oksida Al dan Fe memiliki dominasi muatan positif yang lebih besar sehingga meningkatkan kemampuan tanah dalam mengadsorpsi fosfor (P). Tingginya adsorpsi P tersebut menyebabkan ketersediaan fosfor bagi tanaman menjadi terbatas. Suatu upaya menurunkan jerapan P tanah dan meningkatkan P terpanen tanaman yaitu intensifikasi lahan dan pemupukan baik secara organik maupun anorganik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh olah tanah dan pemupukan terhadap jerapan fosfor, jumlah fosfor terpanen dan korelasi antara jerapan fosfor dengan fosfor terpanen tanaman edamame. Penelitian ini mengimplementasikan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua perlakuan: olah tanah minim (T0) dan olah tanah intensif (T1), serta dua jenis pemupukan: tanpa pupuk (P0) dan kombinasi pupuk NPK 200 kg ha⁻¹ serta pupuk kandang ayam 1 Mg ha⁻¹ (P1). Setiap perlakuan diulang empat kali. Masing-masing dari perlakuan diulang empat kali. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah minimum mampu menurunkan jerapan maksimum P (Xmax), namun tidak berpengaruh nyata terhadap P-terpanen dan biomassa kering tanaman edamame. Sedangkan, pemberian pupuk NPK 200 kg ha-1 dan pupuk kandang ayam 1000 kg ha-1 mampu menurunkan jerapan maksimum P (Xmax) dan berpengaruh nyata terhadap P-terpanen dan biomassa kering tanaman edamame. Selain itu, jerapan maksimum P (Xmax) menunjukkan korelasi negatif terhadap P-tersedia dan P-potensial.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
