DAYA MENAHAN AIR DAN INFILTRASI PADA PERTANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) DI LAHAN BPTP TEGINENENG
Keywords
Daya menahan air, Infiltrasi, Kerapatan isi, Porositas, Tanaman Kedelai
Abstract Views (Last 12 Months)
766 Abstract Views
865 Downloads
Abstract
Infiltrasi dan daya menahan air merupakan salah satu parameter untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah melalui pendekatan sifat fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gipsum dan bahan organik terhadap laju infiltrasi dan daya menahan air pada pertanaman kedelai di lahan BPTP Tegineneng. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2014 hingga April 2015 Lahan BPTP Unit Percobaan Tegineneng, Lampung Selatan dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Pada penelitian ini terdapat 4 perlakuan dan 3 ulangan. Percobaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dan ntuk infiltrasi penelitian ini menggunakan metode singgel ring. Laju infiltrasi paling cepat pada irigasi 0,5 (penyiraman 3 hari sekali) terdapat pada perlakuan G 1 (gipsum 130 kg/ha) dengan kecepatan laju infiltrasi awal (5 menit ke 1) 324 mm/jam dan titik konstan (5 menit ke 5) 168 19,60 km/jam sedangkan pada irigasi 0,75 (penyiraman 6 hari sekali) terdapat pada perlakuan B 1 (bahan organik 5 ton/ha) dengan laju infiltrasi awal (5 menit ke 1) 200 mm/ jam dan laju infiltrasi konstan (5 menit ke 5) 72 mm/jam. Penambahan bahan organik pada penelitian ini meningkatkan daya menahan air tanah
Downloads
Download data is not yet available.
Issue
Published
2018-09-27
How to Cite
Wira Bisana, I. P., Afandi, A., Wiharso, D., & Manik, K. E. S. (2018). DAYA MENAHAN AIR DAN INFILTRASI PADA PERTANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) DI LAHAN BPTP TEGINENENG. Jurnal Agrotek Tropika, 6(3). https://doi.org/10.23960/jat.v6i3.2928
