PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANONITROFOS DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI TANAH ULTISOLNATAR PADA MUSIM TANAM KE DUA

  • Ryandi Eka Putra
    FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG
  • Dermiyati Dermiyati
  • Nur Afni Afrianti
  • Henrie Buchari
DOI: https://doi.org/10.23960/jat.v8i1.3689
Keywords jagung, kombinasi pupuk, Organonitrofos, pupuk anorganik
Abstract Views (Last 12 Months)
969 Abstract Views
761 Downloads

Abstract

Pupuk Organonitrofos merupakan pupuk organik yang dirakit dari bahan-bahan kotoran sapi segar, limbah MSG, sabut kelapa, Trichodermasp., serta mikroba penambat N dan pelarut P sehingga diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi pupuk Organonitrofos dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung, dan melakukan uji Relative Agronomic Effectiviness (RAE) terhadap produksi jagung.  Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 11 perlakuan dan 3 ulangan.  Perlakuan adalah kombinasi pupuk Organonitrofos dan pupuk anorganik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi pupuk Organonitrofos dan anorganik pada T6 (100% Organonitrofos + 100% NPK) memberikan pengaruh terbaik terhadap fase generatif yang ditunjukkan padavariabel tinggi tanaman, bobot basah brangkasan bobot tongkol dengan kelobot dan bobot tongkol tanpa kelobot dan  merupakan dosis paling efektif secara agronomis karena memiliki nilai RAE 425%.  Terdapat korelasi yang nyata antara P-tersedia tanah dengan bobot tongkol berkelobot dan P-tersedia tanah dengan bobot tongkol tanpa kelobot jagung.

Downloads

Download data is not yet available.
Cover
Published
2020-02-02
How to Cite
Putra, R. E., Dermiyati, D., Afrianti, N. A., & Buchari, H. (2020). PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANONITROFOS DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI TANAH ULTISOLNATAR PADA MUSIM TANAM KE DUA. Jurnal Agrotek Tropika, 8(1), 111–121. https://doi.org/10.23960/jat.v8i1.3689