PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN KOMPOS JERAMI SERTA APLIKASI PUPUK HAYATI BIO MAX GROW (BMG) PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.)
DOI:
https://doi.org/10.23960/jat.v8i1.3690
Abstract View: 1502
Keywords:
Mentimun, Pupuk Hayati, Pupuk Organik.Abstract
Pemupukan dengan menggunakan bahan organik dan penambahan pupuk hayati dapat mempengaruhi produksi tanaman sayuran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pemberian bahan organik dan pupuk hayati yang digunakan pada panjang tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah bunga betina, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, bobot buah tanaman mentimun. Bahan organik yang digunakan adalah pupuk kandang ayam (20 ton/ha), kompos jerami (20 ton/ha) dan pupuk hayati Bio Max Grow (BMG) 0 ml/l, 10 ml/l, dan 20 ml/l. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukabanjar, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran pada Oktober 2018 – Januari 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial (3x3) dengan tiga ulangan sebagai kelompok dan terdapat 9 kombinasi perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk kandang ayam dengan aplikasi pupuk hayati BMG pada masing-masing dosis tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman mentimun, namun menghasilkan produksi yang paling tinggi dan lebih baik daripada perlakuan lainnya.Meskipun perlakuan pupuk kopos jerami tidak lebih baik daripada pupuk kandang ayam, perlakuan pupuk kompos jerami dengan masing-masing dosis aplikasi pupuk BMG menghasilkan pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun yang lebih baik dibanding tanpa perlakuan.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The copyright holder is the author. Authors publishing under any license allowed by the journal retain the copyright and full publishing rights without restrictions.
The Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) license allows users to copy, distribute, and adapt the work, even for commercial purposes, as long as proper attribution is given to the original creator. This is a highly flexible license that encourages widespread dissemination and use of creative works, supporting innovation and collaboration across various fields.








