DAYA INFEKSI DAN EFEKTIVITAS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR Gigaspora margarita PADA TANAMAN JAGUNG DENGAN MASA SIMPAN YANG BERBEDA

  • Maria Viva Rini
    Fakultas Pertanian Universitas Lampung
  • Lita Andriyyani
    Fakultas Pertanian Universitas Lampung
  • M. A. Syamsul Arif
    Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
DOI: https://doi.org/10.23960/jat.v8i3.4331
Keywords Gigaspora margarita, daya infeksi, efektivitas, masa simpan
Abstract Views (Last 12 Months)
3884 Abstract Views
1278 Downloads

Abstract

Fungi mikoriza arbuskular (FMA) merupakan salah satu tipe mikoriza yang sangat luas penyebarannya dan membentuk simbiosis mutualisme dengan akar tanaman. Saat ini, pupuk hayati berbahan dasar spora mikoriza sudah banyak dikembangkan, namun laporan tentang berapa lama pupuk ini dapat disimpan tanpa spora kehilangan daya infeksi dan efektivitasnya sangat sedikit. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi pengaruh masa simpan terhadap (1) daya infeksi spora Gigaspora margarita dan (2) pertumbuhan tanaman jagung. Spora G. margarita yang telah disimpan selama 0, 6, dan 22 bulan diinokulasikan ke akar kecambah jagung dan ditanam dalam pot bervolume 450 ml berisi media tanam campuran pasir steril dan zeolite (2:1 berdasarkan volume).  Infeksi akar diamati pada 1, 2, dan 3 minggu setelah inokulasi FMA. Untuk studi efektivitas, kecambah jagung diinokulasi dengan spora G. margarita dan ditanam dalam polibag yang berisi 8 kg media dan dipelihara di rumah kaca selama 8 minggu.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu simpan mempengaruhi daya infeksi FMA G. margarita. Spora G. margarita pada semua masa simpan berhasil menginfeksi akar lebih dari 50% 8 minggu setelah inokulasi dan mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung.

Downloads

Download data is not yet available.
Cover
Published
2020-09-28
How to Cite
Rini, M. V., Andriyyani, L., & Arif, M. A. S. (2020). DAYA INFEKSI DAN EFEKTIVITAS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR Gigaspora margarita PADA TANAMAN JAGUNG DENGAN MASA SIMPAN YANG BERBEDA. Jurnal Agrotek Tropika, 8(3), 453–459. https://doi.org/10.23960/jat.v8i3.4331