APLIKASI GIBERELIN (GA3) DAN PUPUK DAUN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI LADA PERDU
DOI:
https://doi.org/10.23960/jat.v9i3.5144
Abstract View: 912
Keywords:
Giberelin, lada perdu, produksi, pupuk daun.Abstract
Lada merupakan tanaman tahunan yang banyak dimanfaatkan sebagai rempah, bumbu masak, dan obat. Upaya peningkatan produksi lada di Indonesia khususnya di Lampung agar tidak semakin menurun tiap tahunnya. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kombinasi antara konsentrasi giberelin (GA3) dan volume semprot pupuk daun yang terbaik untuk meningkatkan produksi tanaman lada perdu (Piper nigrum L.). Penelitian dilaksanakan di kebun Politeknik Negeri Lampung, pada bulan Agustus 2019 sampai dengan Februari 2020, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 15 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi GA3 (G) : 0 mL L-1 (G0), 50 mL L-1 (G1), 100 mL L-1 (G2), 150 mL L-1 (G3), dan 200 mL L-1(G4). Faktor kedua adalah volume semprot pupuk daun (D) : 0 ml (D0), 100ml (D1), dan 200 ml (D2). Analisis data penelitian menggunakan uji F, jika ada perbedaan maka dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi giberelin (GA3) tidak berpengaruh pada pengamatan diameter batang, jumlah cabang, jumlah bunga, tetapi berpengaruh terhadap jumlah ruas, jumlah buah dan bobot buah pada taraf 150 mL L-1 (G3) dan 200 mL L-1 (G4). Perlakuan volume semprot pupuk daun pada pengamatan diameter batang, jumlah ruas, jumlah buah dan bobot buah yang tidak berpengaruh, tetapi berpengaruh terhadap jumlah cabang dan jumlah bunga pada taraf 200 ml (D2). Interaksi giberelin (GA3) dan pupuk daun menghasilkan diameter batang, jumlah cabang, jumlah ruas, jumlah buah dan bobot buah yang tidak berpengaruh, tetapi berpengaruh terhadap jumlah bunga pada kombinasi konsentrasi giberelin (GA3) 100 mL L-1 dengan volume semprot pupuk daun 100 ml.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The copyright holder is the author. Authors publishing under any license allowed by the journal retain the copyright and full publishing rights without restrictions.
The Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) license allows users to copy, distribute, and adapt the work, even for commercial purposes, as long as proper attribution is given to the original creator. This is a highly flexible license that encourages widespread dissemination and use of creative works, supporting innovation and collaboration across various fields.








