PENGARUH MEDIA LIMBAH PERTANIAN PADAT TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Purpureocillium lilacinum (Syn. Paecilomyces lilacinus)

  • Maruf Kurniawan
    Fakultas Pertanian Universitas Lampung
  • I Gede Swibawa
    Fakultas Pertanian Universitas Lampung
  • Solikhin Solikhin
    Fakultas Pertanian Universitas Lampung
  • Yuyun Fitriana
    Fakultas Pertanian Universitas Lampung
DOI: https://doi.org/10.23960/jat.v9i3.5278
Keywords Purpureocillium lilacinum, bonggol pisang, kulit ubi ubikayu, beras
Abstract Views (Last 12 Months)
594 Abstract Views
460 Downloads

Abstract

Pengaruh Media Limbah Pertanian Padat terhadap Pertumbuhan Jamur Purpureocillium lilacinum (Syn. Paecilomyces lilacinus). Jamur P. lilacinum (Syn. P. lilacinus) adalah jamur parasit telur nematoda puru akar (Meloidogyne spp.). Selain  sebagai musuh alami nematoda, jamur P. lilacinum (Syn. P. lilacinus) juga berperan sebagai dekomposer bahan organik. Limbah pertanian banyak yang digunakan untuk menumbuhkan jamur, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan pembawa pembuatan bionematisida berbahan aktif jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pertumbuhan jamur P. lilacinum (Syn. P. lilacinus) pada limbah pertanian padat kulit ubi ubikayu, bonggol pisang, beras dan campurannya. Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 ulangan diterapkan dalam percobaan menggunakan jamur isolat dengan kode B4100. Data dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan pemisahan nilai tengah menggunakan uji BNT pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat P. lilacinum (Syn. P. lilacinus) tumbuh pada media limbah pertanian padat yang derajat keasamannya dimodifikasi dan nutrisinya ditambah. Pertumbuhan jamur yang paling baik dengan produksi spora yang paling tinggi terjadi pada media beras

Downloads

Download data is not yet available.
Cover
Published
2021-10-14
How to Cite
Kurniawan, M., Swibawa, I. G., Solikhin, S., & Fitriana, Y. (2021). PENGARUH MEDIA LIMBAH PERTANIAN PADAT TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Purpureocillium lilacinum (Syn. Paecilomyces lilacinus). Jurnal Agrotek Tropika, 9(3), 397–406. https://doi.org/10.23960/jat.v9i3.5278