PENGARUH JENIS BAKTERI PELARUT FOSFAT (BPF) DAN JENIS PUPUK FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.)

Andi Setiadi, Dermiyati Dermiyati, Yohannes C Ginting, Kus Hendarto, Suskandini Ratih, Mareli Telaumbanua

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bakteri pelarut fosfat (BPF), pupuk fosfat, dan interaksi keduanya dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Penelitian dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama merupakan jenis pupuk fosfat yang terdiri dari: tanpa pupuk fosfor (P0), SP-36 150 kg ha-1 (P1) dan BFA 192,85 kg ha-1 (P2). Faktor kedua merupakan jenis BPF yang terdiri dari: tanpa BPF (M0), BPF dari suspensi MOL TKKS (M1), BPF dari suspensi MOL rimpang nanas (M2), dan kombinasi BPF dari suspensi MOL TKKS dan rimpang nanas (M3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri pelarut fosfat (BPF) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Pupuk SP-36 menghasilkan produksi dan jumlah buah mentimun lebih baik dibandingkan dengan tanpa pupuk P yang didukung oleh peningkatan variabel bobot kering akar, bobot kering brangkasan, usia berbunga, jumlah bunga betina. BPF dari MOL TKKS dengan pupuk SP-36 memberikan pengaruh lebih baik terhadap panjang tanaman dan jumlah daun.

Keywords


bakteri pelarut fosfat, mentimun, pupuk fosfat

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jat.v9i3.5297

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter

Agrotek Tropika google map widget for websitegoogle widget

 

Agrotek Tropika