PENGARUH KETINGGIAN LETAK FEROMON (Ethyl 4-Methyloctanoate) TERHADAP KUMBANG TANDUK (Oryctes Rhinoceros L) PADA PERTANAMAN KELAPA SAWIT (Elais guineensis)

  • Akhmad Gazali
    Lambung Mangkurat university
  • Noor Khamidah
    Lambung Mangkurat university
  • Hadi Liardi Rahman
    Lambung Mangkurat university
DOI: https://doi.org/10.23960/jat.v11i2.6077
Keywords Kelapa sawit, Oryctes rhinoceros, replanting, sek feromon
Abstract Views (Last 12 Months)
925 Abstract Views
1235 Downloads

Abstract

Orhinoceros rhinoceros menyerang titik tumbuh sehingga menghambat pertumbuhan tanaman muda. Serangan berat pada kelapa sawit umur 1-2 tahun mengakibatkan titik tumbuh (daun tombak) patah dan membusuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  ketinggian letak feromon (ethyl 4-methyloctanoate) terhadap jumlah  hama kumbang tanduk (O. rhinoceros tertangkap pada pertanaman kelapa sawit (Elais guineensis). Penelitian ini dilaksanakan di Lahan replanting perkebunan masyarakat di desa pangkalan tiga Kabupaten kotawaringin kalimantan tengah. Metode yang digunakan adalah yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan sehingga ada 25 satuan percobaan. .Hasil penelitian menunjukkan Ketinggian letak Feromon(Ethyl 4-methyloctanoate) berpengaruhterhadap kumbang tanduk (O. rhinoceros L) yang tertangkap pada tanaman kelapa sawit (Elais guineensis). Perlakuan P2 dengan ketinggian 2,5 m  merupakan perlakuan yang paling efektif. dalam memerangkap kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L )  dengan rata-rata 122 imago setiap minggunya

Downloads

Download data is not yet available.
Cover
Published
2023-03-14
How to Cite
Gazali, A., Khamidah, N., & Rahman, H. L. (2023). PENGARUH KETINGGIAN LETAK FEROMON (Ethyl 4-Methyloctanoate) TERHADAP KUMBANG TANDUK (Oryctes Rhinoceros L) PADA PERTANAMAN KELAPA SAWIT (Elais guineensis). Jurnal Agrotek Tropika, 11(2), 269–274. https://doi.org/10.23960/jat.v11i2.6077