EVALUASI BOBOT KERING TAJUK DAN BOBOT DOMPOLAN (HEAD) BEBERAPA GENOTIPE SORGUM (Sorghum bicolor [L.] Moench) MELALUI SIDIK LINTAS (PATH ANALYSIS)
DOI:
https://doi.org/10.23960/jat.v11i2.6174
Abstract View: 617
Keywords:
Bobot dompolan (head), bobot kering tajuk, genotipe, sorgumAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bobot kering tajuk dan bobot dompolan (head), menghitung korelasi antara komponen pertumbuhan dan hasil berbagai genotipe sorgum, dan menentukan pengaruh langsung dan tidak langsung berbagai komponen pertumbuhan dan hasil terhadap bobot dompolan yang dihitung menggunakan sidik lintas pada berbagai genotipe sorgum. Penelitian dilakukan di Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, pada April sampai November 2019. Tujuh genotipe sorgum (Super-1, Mandau, P/I 150-21-A CYMMIT, P/F 5-193-C, P/F 10-90-A, UPCA, dan Talaga Bodas) disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi bobot kering tajuk dan bobot dompolan antargenotipe. Genotipe Mandau dan P/F 10-90 A menghasilkan bobot kering tajuk (66,93 g dan 56,46 g) dan bobot dompolan (52,68 g dan 56,81 g) lebih tinggi dibanding genotipe lain. Terdapat korelasi positif antara bobot kering tajuk dengan bobot dompolan (r=0,76**), serta bobot dompolan dengan bobot biji (r=0,90**). Bobot kering tajuk memiliki nilai pengaruh langsung terhadap bobot dompolan sebesar 0,6037. Selain itu, bobot biji memiliki pengaruh langsung terhadap bobot dompolan sebesar 0,7373.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The copyright holder is the author. Authors publishing under any license allowed by the journal retain the copyright and full publishing rights without restrictions.
The Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) license allows users to copy, distribute, and adapt the work, even for commercial purposes, as long as proper attribution is given to the original creator. This is a highly flexible license that encourages widespread dissemination and use of creative works, supporting innovation and collaboration across various fields.








