HUBUNGAN KARAKTER AGRONOMI DAN HASIL PADI BERDASARKAN UMUR BIBIT MENGGUNAKAN METODE SAWAH APUNG DI KABUPATEN PANGANDARAN
DOI:
https://doi.org/10.23960/jat.v11i3.6483
Abstract View: 1084
Keywords:
Cekaman abiotik, lahan pertanian suboptimal, pangan, sawah apungAbstract
Lahan pertanian suboptimal yang disebabkan oleh banjir dapat menyebabkan cekaman abiotik yang akan menghambat proses metabolisme sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Penerapan sawah apung dengan menggunakan varietas unggul dan ketepatan umur bibit merupakan solusi yang dapat dilakukan agar tanaman mampu beradaptasi pada cekaman abiotik dan mampu tumbuh optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji ketahanan dua varietas padi berdasarkan umur bibit berbeda yang ditanam menggunakan metode sawah apung di lahan sawah banjir Kabupaten Pangandaran. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Oktober 2022 di Lahan Sawah Dusun Buniayu, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor yaitu varietas sebagai faktor pertama yang terdiri atas Inpari 30 Sub-Ciherang dan Inpari 3, serta umur bibit sebagai faktor kedua yang terdiri atas 14 hari setelah semai (HSS)dan 21 HSS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas mempengaruhi parameter jumlah anakan umur 2, 4, 6, 8, dan 10 MST, luas daun, panjang akar, biomasa tanaman, jumlah malai per rumpun, serta bobot gabah per rumpun. Perlakuan umur bibit mempengaruhi parameter jumlah anakan umur 2 dan 6 MST serta bobot gabah per rumpun. Padi varietas Inpari 3 memiliki karakteristik agronomi dan hasil yang lebih baik dibandingkan padi varietas Inpari 30 Sub-Ciherang. Penggunaan umur bibit 14 HSS menghasilkan pertumbuhan anakan lebih baik dibandingkan umur bibit 21 HSS, sedangkan umur bibit 21 HSS menghasilkan hasil padi lebih tinggi dibandingkan dengan umur bibit 14 HSS.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The copyright holder is the author. Authors publishing under any license allowed by the journal retain the copyright and full publishing rights without restrictions.
The Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) license allows users to copy, distribute, and adapt the work, even for commercial purposes, as long as proper attribution is given to the original creator. This is a highly flexible license that encourages widespread dissemination and use of creative works, supporting innovation and collaboration across various fields.








