HUBUNGAN KARAKTER AGRONOMI DAN HASIL PADI BERDASARKAN UMUR BIBIT MENGGUNAKAN METODE SAWAH APUNG DI KABUPATEN PANGANDARAN

  • Nasrudin Nasrudin
    Universitas Perjuangan Tasikmalaya
  • Selvy Isnaeni
    Universitas Perjuangan Tasikmalaya
  • R. Arif Malik Ramadhan
    Universitas Perjuangan Tasikmalaya
DOI: https://doi.org/10.23960/jat.v11i3.6483
Keywords Cekaman abiotik, lahan pertanian suboptimal, pangan, sawah apung
Abstract Views (Last 12 Months)
1302 Abstract Views
886 Downloads

Abstract

Lahan pertanian suboptimal yang disebabkan oleh banjir dapat menyebabkan cekaman abiotik yang akan menghambat proses metabolisme sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Penerapan sawah apung dengan menggunakan varietas unggul dan ketepatan umur bibit merupakan solusi yang dapat dilakukan agar tanaman mampu beradaptasi pada cekaman abiotik dan mampu tumbuh optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji ketahanan dua varietas padi berdasarkan umur bibit berbeda yang ditanam menggunakan metode sawah apung di lahan sawah banjir Kabupaten Pangandaran. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Oktober 2022 di Lahan Sawah Dusun Buniayu, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor yaitu varietas sebagai faktor pertama yang terdiri atas Inpari 30 Sub-Ciherang dan Inpari 3, serta umur bibit sebagai faktor kedua yang terdiri atas 14 hari setelah semai (HSS)dan 21 HSS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas mempengaruhi parameter jumlah anakan umur 2, 4, 6, 8, dan 10 MST, luas daun, panjang akar, biomasa tanaman, jumlah malai per rumpun, serta bobot gabah per rumpun. Perlakuan umur bibit mempengaruhi parameter jumlah anakan umur 2 dan 6 MST serta bobot gabah per rumpun. Padi varietas Inpari 3 memiliki karakteristik agronomi dan hasil yang lebih baik dibandingkan padi varietas Inpari 30 Sub-Ciherang. Penggunaan umur bibit 14 HSS menghasilkan pertumbuhan anakan lebih baik dibandingkan umur bibit 21 HSS, sedangkan umur bibit 21 HSS menghasilkan hasil padi lebih tinggi dibandingkan dengan umur bibit 14 HSS.

Downloads

Download data is not yet available.
Cover
Published
2023-05-24
How to Cite
Nasrudin, N., Isnaeni, S., & Ramadhan, R. A. M. (2023). HUBUNGAN KARAKTER AGRONOMI DAN HASIL PADI BERDASARKAN UMUR BIBIT MENGGUNAKAN METODE SAWAH APUNG DI KABUPATEN PANGANDARAN. Jurnal Agrotek Tropika, 11(3), 419–427. https://doi.org/10.23960/jat.v11i3.6483