PENGARUH BEBERAPA FUNGISIDA TERHADAP PENYAKIT BULAI DAN PRODUKSI PADA JAGUNG VARIETAS BISI-18 GENERASI F-2

  • Cipta Ginting
    Fakultas Pertanian Universitas Lampung
  • Ari Saputra
    Fakultas Pertanian Universitas Lampung
  • Lestari Wibowo
    Fakultas Pertanian Universitas Lampung
  • Tri Maryono
    Fakultas Pertanian Universitas Lampung
  • Joko Prasetyo
    Fakultas Pertanian Universitas Lampung
  • Suskandini Ratih Dirmawati
    Fakultas Pertanian Universitas Lampung
DOI: https://doi.org/10.23960/jat.v11i2.7183
Keywords Asam fosfit, dimetomorf, metalaksil, Peronosclerospora sorghi
Abstract Views (Last 12 Months)
1262 Abstract Views
1705 Downloads

Abstract

Metalaksil dilaporkan sudah tidak efektif lagi dalam mengendalikan penyakit bulai pada jagung dan mulai digantikan dengan fungisida berbahan aktif dimetomorf. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan fungisida asam fosfit, dimetomorf, dan metalaksil dalam pengendalian penyakit bulai jagung yang disebabkan oleh Peronosclerospora sorghi di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei hingga Oktober 2022 di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan lahan petani di Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat. Pada percobaan ini ini diuji empat perlakuan (kontrol, asam fosfit, dimetomorf, dan metalaksil) yang disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan enam kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam fosfit dan dimetomorf efektif mengendalikan penyakit bulai dan secara signifikan meningkatkan produksi pada jagung varietas BISI-18 generasi kedua. Sementara itu, metalaksil tidak efeketif untuk mengendalikan penyakit bulai dan menghasilkan produksi yang sama dengan yang diperoleh dari tanaman kontrol (tanpa aplikasi fungisida).

Downloads

Download data is not yet available.
Cover
Published
2023-05-05
How to Cite
Ginting, C., Saputra, A., Wibowo, L., Maryono, T., Prasetyo, J., & Dirmawati, S. R. (2023). PENGARUH BEBERAPA FUNGISIDA TERHADAP PENYAKIT BULAI DAN PRODUKSI PADA JAGUNG VARIETAS BISI-18 GENERASI F-2. Jurnal Agrotek Tropika, 11(2), 209–216. https://doi.org/10.23960/jat.v11i2.7183