ZONASI AGROKLIMAT KABUPATEN LAMPUNG TENGAH UNTUK TANAMAN PADI BERBASIS GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM
DOI:
https://doi.org/10.23960/jat.v11i2.7185
Abstract View: 1733
Keywords:
Iklim, kesesuaian, Oldeman, padi, Schmidt-Ferguson, skoringAbstract
Klasifikasi iklim di Indonesia diperlukan untuk menyederhanakan iklim yang jumlahnya sangat beragam. Sistem klasifikasi yang cukup sering digunakan di Indonesia adalah klasifikasi Schmidt – Ferguson dan Oldeman. Lokasi dalam penelitian ini adalah Kabupaten Lampung tengah. Dalam penentuan tipe iklim Kabupaten Lampung Tengah didapatkan 2 tingkat kategori kesesuaian iklim Schmidt- Ferguson terhadap padi. Kategori Sangat Sesuai (SS) sebesar 68.087,22 ha dari 45,29% luas total lahan sawah dan untuk kategori Sesuai (S) sebesar 82.235,04 ha dari 54,71% luas total lahan sawah. Pada kesesuaian iklim Oldeman terhadap padi didapatkan 2 tingkat kategori. Luas untuk Kategori Sangat Sesuai (SS) sebesar 146.097,48 ha dari 97,17% luas total lahan sawah dan untuk kategori Sesuai (S) sebesar 4.252,54 ha dari 2,83% luas total lahan sawah. Analisa kesesuaian padi dilakukan untuk mendapatkan zona agroklimat padi berdasarkan peta guna lahan sawah dan 5 faktor pembatas wilayah, yaitu: 1) Klasifikasi iklim oldeman, 2) Klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson, 3) Suhu, 4) Kelembaban, dan 5) Kemiringan lereng. Ke-5 faktor tersebut akan di-overlay menggunakan Quantum GIS. Hasil dari analisa ini adalah bahwa Kabupaten Lampung Tengah didominasi kategori Sesuai (S) yang dimana baik untuk kegiatan pertanian terutama tanaman padi. Wilayah kabupaten lampung Tengah terdapat 3 kategori tingkat kesesuaian terhadap tanaman padi. Pada kategori Sangat Sesuai (SS) sebesar 104.088,48 ha dari 69,21% luas total lahan sawah, untuk kategori Sesuai (S) sebesar 45.915,96 ha dari 30,53% luas total lahan sawah, dan kategori Tidak Sesuai (TS) sebesar 389,09 ha dari 0,25% luas total lahan sawah.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The copyright holder is the author. Authors publishing under any license allowed by the journal retain the copyright and full publishing rights without restrictions.
The Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) license allows users to copy, distribute, and adapt the work, even for commercial purposes, as long as proper attribution is given to the original creator. This is a highly flexible license that encourages widespread dissemination and use of creative works, supporting innovation and collaboration across various fields.








