KADAR HARA KELAPA SAWIT PADA LAHAN GAMBUT YANG DIAPLIKASI MIKORIZA

  • Firlana Firlana
    Universitas Riau
  • Nelvia
    Fakultas Pertanian, Universitas Riau
  • Delita Zul
    Fakultas Pertanian, Universitas Riau
  • Kumbara
    Politeknik Pertanian Negeri PayaKumbuh
DOI: https://doi.org/10.23960/jat.v13i4.7663
Keywords Peat soil, oil palm, mycorrhiza, macro and micro nutrients, and different planting ages
Abstract Views (Last 12 Months)
451 Abstract Views
375 Downloads

Abstract

Kesuburan tanah gambut tergolong rendah yang dicirikan dengan sifat kimia tanah antara lain pH yang rendah (masam), unsur hara makro (seperti K, Ca, Mg, P) dan mikro (seperti Cu, Zn, Mn, Bo) di tanah tergolong rendah hingga sangat rendah, sedangkan kapasitas tukar kation (KTK) memiliki nilai sangat tinggi, namun tingkat kejenuhan basa (KB) dari sangat rendah. Untuk meningkatkan ketersediaan hara dan penyerapan pada tanaman membutuhkan organisme mikoriza yang mampu meningkatkan daya tanaman dalam menyerap unsur hara. Penelitian bertujuan untuk  menganalisis kadar unsur hara tanaman kelapa sawit yang ditanam di lahan gambut dengan pemberian mikoriza pada beberapa tingkat umur tanaman. Penelitian menggunakan metode survei dan sampel secara purposive random sampling pada umur tanam yang berbeda (1, 2, 3, 4 tahun) yang diaplikasi mikoriza diawal tanam. Sampel daun yang diambil  untuk umur <3 tahun pada daun ke-9 dan daun ke-17 umur >3 tahun. Sampel diambil  secara acak dan dianalisis di laboratorium serta analisis ANOVA dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Parameter yang diamati meliputi unsur hara makro (N, P, K, Mg, Ca) dan mikro (B, Cu, Zn) pada daun. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi mikoriza sangat nyata meningkatkan hara P daun pada umur 1 tahun serta peningkatan tertinggi hara N dan K dari perlakuan lainnya.

Downloads

Download data is not yet available.
Cover
Published
2025-11-30
How to Cite
Firlana, F., Nelvia, Delita Zul, & Kumbara. (2025). KADAR HARA KELAPA SAWIT PADA LAHAN GAMBUT YANG DIAPLIKASI MIKORIZA. Jurnal Agrotek Tropika, 13(4), 1153–1162. https://doi.org/10.23960/jat.v13i4.7663