PEMANFAATAN LIMBAH AMPAS TAHU DAN BLOTONG KERING SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus)

  • Ias Marroha Doli Siregar
    Politeknik Negeri Sriwijaya
  • Christian Yosua Salomo
    Politeknik Negeri Sriwijaya
DOI: https://doi.org/10.23960/jat.v13i1.7775
Keywords miselium, jamur tiram, substrat, limbah
Abstract Views (Last 12 Months)
835 Abstract Views
562 Downloads

Abstract

Salah satu faktor penting yang berperan dalam proses budidaya jamur tiram adalah substrat yang digunakan sebagai media tanam.  Limbah pengolahan hasil pertanian yang dapat dimanfaatkan antara lain ampas tahu dan blotong kering, dimana kedua media tersebut ketersediaanya cukup melimpah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kombinasi media tanam yang tepat untuk pertumbuhan jamur tiram putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama ampas tahu terdiri atas kontrol, A1 (100 g/baglog), A2 (200 g/baglog), A3 (300 g/baglog), serta anak petak blotong kering terdiri atas kontrol, B1 (50 g/baglog), B2 (100 g/baglog) B3 (150 g/baglog) dengan berat 1000 g/baglog dan setiap perlakuan diulangi tiga kali. Secara umum penelitian ini menegaskan bahwa jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dapat tumbuh pada media yang tanam berasal dari limbah pabrik tahu, limbah pabrik gula dan limbah pabrik kayu. Pemberian ampas tahu berpengaruh nyata terhadap jumlah badan buah. Pemberian blotong kering berpengaruh nyata terhadap persentase pertumbuhan miselium. Kombinasi perlakuan berpengaruh nyata terhadap persentase pertumbuhan miselium. Perlakuan terbaik untuk pertumbuhan pertumbuhan dan produksi jamur tiram A1B3.

Downloads

Download data is not yet available.
Cover
Published
2025-10-20
How to Cite
Siregar, I. M. D., & Salomo, C. Y. (2025). PEMANFAATAN LIMBAH AMPAS TAHU DAN BLOTONG KERING SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus). Jurnal Agrotek Tropika, 13(1), 22–28. https://doi.org/10.23960/jat.v13i1.7775