EVALUASI KEEFEKTIFAN EKSTRAK DAUN TANAMAN DALAM PENGENDALIAN ANTRAKNOSA PEPAYA BERDASARKAN NILAI AUDPC (Area Under Disease Progress Curve)
Keywords
daun mangga, daun pepaya, daun mengkudu, rimpang lengkuas, pepaya, antraknosa
Abstract Views (Last 12 Months)
893 Abstract Views
1009 Downloads
Abstract
Penyakit antraknosa merupakan penyakit penting pada buah pepaya yang disebabkan oleh Colletotrichum gloeosporioides. Pengendalian penyakit tanaman mengunakan fungisida nabati berasal dari bahan-bahan alami, seperti daun mangga, daun pepaya, daun mengkudu, dan rimpang lengkuas dapat menghambat C. gloeosporioides. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan ekstrak daun mangga, daun pepaya, daun mengkudu, daun sirih, dan rimpang lengkuas berdasarkan nilai AUDPC dalam mengendalikan penyakit antraknosa C. gloeosporioides. Percobaan dilakukan dalam dua tahap yaitu uji in vitro dan uji in vivo. Rancangan percobaan yang digunakan uji in vitro disusun dalam Racangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan 5 ulangan. dan uji in vivo disusun dalam Racangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan 5 kelompok. Data yang diperoleh diuji lanjut mengunakan uji BNT pada taraf 5%. Konsentrasi yang digunakan masing masing ekstrak yaitu 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih memiliki pengaruh yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan C. gloeosporioides dibandingkan dengan perlakuan ekstrak daun mangga, daun mengkudu, daun pepaya, dan rimpang lengkuas
Downloads
Download data is not yet available.
Published
2023-11-27
How to Cite
Ramadani, S., Efri, E., Hendarto, K., & Prasetyo, J. (2023). EVALUASI KEEFEKTIFAN EKSTRAK DAUN TANAMAN DALAM PENGENDALIAN ANTRAKNOSA PEPAYA BERDASARKAN NILAI AUDPC (Area Under Disease Progress Curve). Jurnal Agrotek Tropika, 11(4), 615–625. https://doi.org/10.23960/jat.v11i4.8004
