PENINGKATAN MUTU BENIH PADI GOGO (Oryza sativa L.) YANG MENGALAMI DETERIORASI AKIBAT PENYIMPANAN MELALUI MATRICONDITIONING PLUS UNTUK MENDUKUNG PRODUKSI PADI DAN KEBERLANJUTAN PERTANIAN
Abstract
Peningkatan produksi tanaman padi selalu dilakukan guna memenuhi kebutuhan pangan dan menjaga ketahanan pangan. Peningkatan produksi tanaman padi dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan kering sub optimal untuk budidaya tanaman padi gogo. Walaupun demikian, masih terdapat beberapa kendala dalam meningkatkan produksi padi gogo di Indonesia, seperti rendahnya ketersediaan benih unggul dengan viabilitas dan vigor yang tinggi. Benih berpotensi terkena cekaman biotik dan abiotik, sehingga mutu benih akan mengalami penurunan (deteriorasi) dan berdampak pada pertumbuhan tanaman menjadi tidak optimal. Deteriorasi dapat dikendalikan salah satunya dengan menggunakan matriconditioning plus. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan acak lengkap faktorial, yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah perbandingan bahan matriconditioning plus dan yang kedua adalah lamanya waktu perendaman benih dalam matriconditioning plus. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah daya berkecambah, uji hitung pertama, kadar air benih, daya hantar listrik benih, uji muncul tanah, dan identifikasi jamur patogen yang menginfeksi benih. Perkecambahan benih dilakukan pada media kertas stensil dan tanah inseptisol untuk pengujian uji muncul tanah. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji F pada taraf nyata 5% dan data yang berbeda nyata dilakukan uji lanjut DNMRT. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mutu benih padi gogo yang mengalami deteriorasi dapat ditingkatkan dengan matriconditioning plus yang ditandai dengan meningkatnya daya berkecambah dari 73% menjadi 88% dan menurunnya daya hantar listrik benih dari semula 42,15 µS.cm-1g-1 menjadi 14 µS.cm-1g-1 pada perbandingan bahan matricontioning plus 9:6:8 dan perendaman benih selama 6 jam.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
