LAJU DEKOMPOSISI VERMIKOMPOS PADA JENIS CACING TANAH DAN KOMPOSISI BAHAN BAKU
Abstract
Masalah lingkungan seringkali disebabkan oleh limbah organik, seperti kotoran sapi dan sisa tahu. Cacing tanah berperan dalam proses vermikompos sebagai pengurai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana spesies cacing tanah dan komposisi bahan baku memengaruhi laju dekomposisi vermikompos. Desain faktorial acak penuh memiliki dua komponen (RALF). Komponen pertama terdiri dari spesies cacing tanah (C1 = Perionyx excavatus dan C2 = Eudrilus eugeniae). Komposisi bahan baku merupakan faktor kedua: Masing-masing memiliki tiga replikasi: K1 (40% kotoran sapi: 60% ampas tahu); K2 (60% kotoran sapi: 40% ampas tahu); K3 (80% kotoran sapi: 20% ampas tahu); K4 (100% kotoran sapi); dan K5 (100% ampas tahu). Pengujian tambahan dengan 5% BNT dilakukan untuk menganalisis data guna mengidentifikasi perbedaan antar rata-rata perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara spesies cacing tanah dan komposisi bahan baku secara signifikan memengaruhi pH, EC, C organik, N total, dan rasio C/N dari vermikompos. pH tertinggi (7,93), EC tertinggi (7,02 mS/cm), C organik tertinggi (23,14%), N total tertinggi (6,40%), dan rasio C/N tertinggi (25,12%) semuanya dihasilkan oleh perlakuan C2K5.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
