LAJU DEKOMPOSISI VERMIKOMPOS PADA JENIS CACING TANAH DAN KOMPOSISI BAHAN BAKU
Abstract Views (Last 12 Months)
71 Abstract Views
Abstract
Limbah organik (kotoran sapi dan ampas tahu) sering menimbulkan masalah dalam lingkungan. Cacing tanah merupakan dekomposer limbah organik dalam proses vermikomposting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis cacing tanah dan komposisi bahan baku terhadap laju dekomposisi vermikompos. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis cacing tanah yaitu C1= Perinyx excavatus dan C2= Eudrilus eugeniae, dan faktor kedua adalah komposisi bahan baku yaitu K1 = 40% kotoran sapi : 60% ampas tahu, K2 = 60% kotoran sapi : 40% ampas tahu, K3 = 80% kotoran sapi : 20% ampas tahu, K4 = 100% kotoran sapi dan K5 =100% ampas tahu. Hasil uji percobaan dilakukan uji lanjutan dengan BNT 5% untuk mengetahui perbedaan rerata perlakuan. Hasil penelitian didapatkan bahwa kombinasi jenis cacing dan jenis bahan baku mempengaruhi pH, EC, C-organik, N-total, dan C/N rasio vermikompos. Kombinasi C2K5 menghasilkan pH tertinggi (7.93%), kombinasi C1K3 menghasilkan EC tertinggi (7.02 ms/cm), kombinasi C1K4 menghasilkan C-organik terbaik (23.14%), kombinasi C1K5 menghasilkan nilai N-total tertinggi (6.40%) dan kombinasi C2K3 menghasilkan C/N rasio tertinggi (25.12%).
Downloads
Download data is not yet available.
Published
2026-02-28
How to Cite
Veranida, R. A. (2026). LAJU DEKOMPOSISI VERMIKOMPOS PADA JENIS CACING TANAH DAN KOMPOSISI BAHAN BAKU. Jurnal Agrotek Tropika, 14(2). Retrieved from https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/8369

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
