SKRINING ISOLAT Trichoderma spp. SEBAGAI AGEN HAYATI TERHADAP PENYAKIT BUSUK AKAR, LUKA API, DAN POKKAHBOENG PADA TEBU
Abstract
Penyakit jamur pada tanaman tebu menjadi faktor pembatas dalam proses produksi gula. Serangan penyakit busuk akar dan pangkal batang tebu menyebabkan penurunan produktivitas tebu 12-15,4%. Serangan penyakit luka api 2% dapat menyebabkan penurunan hasil 5% dan kerugian karena penyakit pokkahboeng 10-38%. Kerugian akibat penyakit pada tebu cukup tinggi sehingga pemanfaatan agen hayati seperti jamur perlu dicoba. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh beberapa isolate Trichoderma yang memiliki kemampuan antagonisme tinggi dan menghasilkan enzim kitinase. Percobaan dilakukan di Laboratorium Penyakit tumbuhan Pasuruan dengan metode uji antagonis dual kultur secara berselang dan bersamaan. Uji kitinolitik dilakukan dengan menumbuhkan isolat Trichoderma pada media koloid kitin. Penentuan agen hayati dilakukan dengan cara skoring menggunakan matriks. Skor 1 untuk isolat yang unggul pada uji antagonisme bersamaan, skor 2 untuk isolat yang unggul pada uji antagonisme berselang dan skor 3 untuk isolat yang unggul pada uji kitinolitik. Hasil penentuan isolat sebagai agen hayati dengan matriks menunjukkan bahwa Isolat T5 Xyl dan T9 Xyl, T12 La dan T3 Pkb dapat digunakan untuk pengendalian penyakit busuk akar dan pangkal batang tebu, penyakit luka api dan penyakit pokkahboeng.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
