SKRINING ISOLAT Trichoderma spp. SEBAGAI AGEN HAYATI TERHADAP PENYAKIT BUSUK AKAR, LUKA API, DAN POKKAHBOENG PADA TEBU

  • Wiwit Wicaksono Jati
    Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia
  • Ari Kristini
  • Agustin Sri Mulyani
DOI: https://doi.org/10.23960/jat.v14i1.8524
Keywords Trichoderma, antagonisme, penyakit, tebu, kitinase
Abstract Views (Last 12 Months)
221 Abstract Views
185 Downloads

Abstract

Penyakit jamur pada tanaman tebu menjadi faktor pembatas dalam proses produksi gula. Serangan penyakit busuk akar dan pangkal batang tebu menyebabkan penurunan produktivitas tebu 12-15,4%. Serangan penyakit luka api 2% dapat menyebabkan penurunan hasil 5% dan kerugian karena penyakit pokkahboeng 10-38%. Kerugian akibat penyakit pada tebu cukup tinggi sehingga pemanfaatan agen hayati seperti jamur perlu dicoba.  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh beberapa isolate Trichoderma yang memiliki kemampuan antagonisme tinggi dan  menghasilkan enzim kitinase. Percobaan dilakukan di Laboratorium Penyakit tumbuhan Pasuruan dengan metode uji antagonis dual kultur secara berselang dan bersamaan. Uji kitinolitik dilakukan dengan menumbuhkan isolat Trichoderma pada media koloid kitin. Penentuan agen hayati dilakukan dengan cara skoring menggunakan matriks. Skor 1 untuk isolat yang unggul pada uji antagonisme bersamaan, skor 2 untuk isolat yang unggul pada uji antagonisme berselang dan skor 3 untuk isolat yang unggul pada uji kitinolitik. Hasil penentuan isolat sebagai agen hayati dengan matriks menunjukkan bahwa Isolat T5 Xyl dan T9 Xyl, T12 La dan T3 Pkb dapat digunakan untuk pengendalian penyakit busuk akar dan pangkal batang tebu, penyakit luka api dan penyakit pokkahboeng.

Downloads

Download data is not yet available.
Cover
Published
2026-02-28
How to Cite
Jati, W. W., Kristini, A., & Mulyani, A. S. (2026). SKRINING ISOLAT Trichoderma spp. SEBAGAI AGEN HAYATI TERHADAP PENYAKIT BUSUK AKAR, LUKA API, DAN POKKAHBOENG PADA TEBU. Jurnal Agrotek Tropika, 14(1), 11–23. https://doi.org/10.23960/jat.v14i1.8524