AKTIVITAS EKSTRAK DAUN DAN KULIT BATANG BUAH NONA (Annona reticulata L.) TERHADAP MORTALITAS ULAT GRAYAK JAGUNG (Spodoptera frugiperda J. E. Smith)
DOI:
https://doi.org/10.23960/jat.v12i1.8526
Abstract View: 490
Keywords:
Annona reticulata L., LC50, Mortalitas, Penghambatan Perkembangan, Pestisida Nabati, Spodoptera frugiperda J. E. SmithAbstract
Contoh dari hama utama yang menyerang tanaman jagung yakni ulat grayak (Spodoptera frugiperda J.E. Smith)yang perlu dikendalikan. Penggunaan pestisida kimia dalam pengendalian jangka lama memengaruhi dengan cara negatif terhadap lingkungan ataupun kesehatan khalayak. Maka dari itu, dibutuhkan bahan pengganti yaitu pestisida yang ramah lingkungan. Pestisida nabati merupakan contoh dari bahan pengendalian alternatif yang dapat digunakan diantaranya yaitu dengan pengaplikasian ekstrak daun dan kulit batang buah nona (Annona reticulata L.). Penelitian ini diselenggarakan di bulan Januari sampai Juli 2023 dalam Laboratorium Hama Tumbuhan dan Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Riset ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok, yang ekstraknya mencakup 6 konsentrasi serta 3 ulangan (kelompok). Data yang diperoleh dilakukan analisa menggunakan sidik ragam yang setelah itu dilaksanakan uji Beda Nyata Jujur dalam taraf nyata 5%. Di sisi lain dilaksanakan analisa probit guna mengetahui LC50 menggunakan program SPSS 29. Hasil riset membuktikan jika aplikasi ekstrak daun dan kulit batang buah nona (A. reticulata L.) sangat nyata dapat menyebabkan mortalitas pada larva S. frugiperda dan mampu menghambat perkembangan S. frugiperda serta menyebabkan gagal pupa dan gagal imago. Nilai LC50 pada 4 hari setelah aplikasi ekstrak daun buah nona yaitu 1,27 (0,37-1,79)%. Sedangkan, nilai LC50 pada 6 hsa untuk aplikasi kulit batang buah nona yaitu 2,24 (0,78-3,23)%.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The copyright holder is the author. Authors publishing under any license allowed by the journal retain the copyright and full publishing rights without restrictions.
The Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) license allows users to copy, distribute, and adapt the work, even for commercial purposes, as long as proper attribution is given to the original creator. This is a highly flexible license that encourages widespread dissemination and use of creative works, supporting innovation and collaboration across various fields.








