PERBANDINGAN KARAKTER MORFOLOGI ANGGREK VANDA SPESIES BALI DAN YOGYAKARTA
Abstract
Anggrek Vanda merupakan salah satu jenis anggrek yang dikembangkan di Indonesia
terutama di Bali dan Yogyakarta, namun populasinya mengalami penurunan yang disebabkan
oleh faktor alam seperti letusan gunung merapi, serta faktor sosial seperti eksploitasi
berlebihan, sehingga memerlukan penanganan serius. Untuk mengetahui perbedaan tanaman
anggrek Vanda dari Bali dan Yogyakarta dilakukan karakterisasi morfologi guna mengungkap
keragaman dari tanaman anggrek baik dari segi pertumbuhan, maupun penampilan.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan karakter morfologi anggrek Vanda
spesies Bali dan Yogyakarta. Penelitian dilakukan di Bali pada bulan Juli hingga Agustus 2023,
dan di Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada pada bulan September hingga Desember
2023. Sampel yang digunakan merupakan tanaman anggrek dewasa yang ambil secara
purposive sampling dari habitat alami dan kebun koleksi, masing-masing di wilayah Bali
(Pancasari, Baturiti, dan Denpasar Selatan) dan Yogyakarta (Pakem, Petung, dan Umbulharjo).
Kriteria tanaman yang sedang berbunga dari masing-masing spesies yang menjadi objek
penelitian. Karakterisasi morfologi meliputi pengukuran: tinggi tanaman; panjang ruas;
diameter batang; panjang daun; lebar daun; jumlah daun; diameter bunga; diameter tangkai
bunga; panjang tangkai bunga; dan jumlah bunga pertangkai Berdasarkan hasil penelitian
karakterisasi morfologi ditemukan 6 jenis tanaman anggrek yaitu: V. tricolor lindl. Var suavis
(Bali dan Merapi), V. limbata (Bali dan aksesi Yogyakarta), V. helvola (Bali dan aksesi
Yogyakarta). Secara morfologi ke-6 tanaman anggrek ini terlihat sama, namun adapun bagian
yang bisa dijadikan sebagai pembeda yang dapat dilihat pada bagian daun dan bunga.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
