KAJIAN TINGKAT KEANERAGAMAN MAKRO FAUNA TANAH PADA BEBERAPA POLA AGROFORESTRI DI KECAMATAN PUSPO, KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR
Abstract
Agroforestri sangat cocok dikembangkan dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai, karena dapat tingkatkan kesuburan fisika, kimia, biologi tanah, serta membantu dalam upaya rehabilitasi lahan kritis. Keberadaan Makro fauna tanah dalam pola agroforestri sangat berarti karena berfungsi memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah lewat proses imobilisasi serta humifikasi dan berfungsi dalam penyediaan faktor hara lewat dekomposisi bahan organik tanah. Oleh karena itu makro fauna tanah dapat dijadikan sebagai indikator yang paling sensitif terhadap perubahan dalam penggunaan lahan, sehingga dapat digunakan untuk menduga kualitas lahan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji tingkat keanekaragaman makro fauna tanah dan kualitas lahan pada berbagai pola agroforestri. Metodologi penelitian meliputi (1) pengambilan sampel makro fauna tanah dengan metode hand sorting, (2) identifikasi makro fauna tanah yaitu mengamati morfologi lewat loup dan mikroskop stereo serta memakai buku acuan ,( 3) penentuan titik sampling pada 3 pola agroforestri : Pinus dan Cabai, Pinus dan Bawang Prei, serta Mahoni dan toma. Alat dan bahan penelitian : GPS, kantung plastik, pinset, cangkul, linggis, termometer tanah, Hygrometer, pH-meter dan soil moisture tester, nampan plastik, saringan, kertas label, alat tulis, dan formalin 70 % dan 5%. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah didapatkan 17 Spesies makro fauna tanah pada berbagai pola agroforestri. Indeks Keanekaragaman semakin menurun dengan meningkatnya pH tanah, temperatur tanah, dan kelembaban tanah. Indeks Keanekaragaman semakin meningkat dengan meningkatnya C-organik dan N-total. Indeks Keaneragamann antara 1,62 – 1,88 artinya tingkat keanekaragaman tergolong sedang. Sedangkan kualitas lahan pada semua pola agroindustri tergolong sedang.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
