PENGARUH NAUNGAN DAN PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KROKOT (Portulaca Oleracea L.)
Abstract
Krokot (Portulaca oleracea L.) merupakan gulma potensial yang memiliki banyak manfaat, khususnya sebagai sumber pangan dan tanaman obat, sehingga berpeluang dikembangkan sebagai komoditas alternatif. Namun, pemanfaatan dan pembudidayaan krokot masih belum dilakukan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai teknik budidaya yang tepat agar produksi krokot dapat berkelanjutan, aman dikonsumsi, dan berkualitas. Budidaya intensif dapat dilakukan melalui pengaturan suhu, intensitas cahaya, kelembapan, kondisi tanah, dan ketersediaan nutrisi. Penelitian dilaksanakan di Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur pada September hingga November 2023. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Petak Terbagi dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama (main plot) yaitu intensitas cahaya yang terdiri atas naungan 0% (kontrol/N0), naungan 50% (N1) dan naungan 75% (N2). Faktor kedua (sub plot) yaitu dosis pupuk kandang kambing (P) yang terdiri atas 0 g/polibag (kontrol/P0), 40 g/polibag (P1), 60 g/polibag (P2) dan 80 g/polibag (P3). Parameter yang diukur selama pengamatan yaitu waktu muncul tunas, jumlah daun, jumlah cabang, diameter tajuk, waktu muncul bunga, bobot basah tanaman, dan kandungan klorofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tanpa naungan dan dosis pupuk kandang kambing 60 g/polibag merupakan perlakuan efektif untuk mendukung pertumbuhan dan hasil krokot. Perlakuan naungan 0% secara tunggal mampu memengaruhi jumlah daun, jumlah cabang, diameter tajuk, waktu muncul bunga dan bobot basah tanaman. Perlakuan dosis pupuk kandang kambing 60 g/polibag secara tunggal mampu memengaruhi seluruh parameter pengamatan.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
