DINAMIKA POPULASI LALAT BUAH (Bactrocera spp.) Pada PERTANAMAN JERUK SIAM (Citrus nobilis) Di KABUPATEN BANYUWANGI
Abstract
Lalat buah (Bactrocera spp.) menyebabkan penurunan produksi jeruk siam di Banyuwangi
sebesar 60% dari tahun 2016 hingga 2019. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan
informasi mengenai populasi lalat buah pada kebun jeruk siam di Kabupaten Banyuwangi.
Informasi ini bermanfaat untuk teknik monitoring dan perencanaan pengendalian lalat buah.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2023 – Juli 2023 di Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi
dan laboratorium Agroteknologi Universitas Jember. Penelitian ini menggunakan perangkap
mingguan untuk mengetahui populasi dan inkubasi buah untuk mengidentifikasi spesies lalat
buah. Lokasi penelitian terdiri dari dua desa di Kecamatan Tegalsari yaitu Desa Tegalrejo dan
Desa Tegalsari serta pada setiap desa terdapat tiga lokasi penelitian yang merupakan kebun
jeruk siam milik rakyat. Pengambilan data aktivitas harian lalat buah dilakukan setiap tiga jam
sekali dan dilakukan setiap 2 minggu sekali sebanyak 5 kali. Pengambilan data abiotik (suhu
dan kelembaban) dan biotik (jumlah buah) dilakukan setiap melakukan pemerangkapan. Hasil
analisis regresi menunjukkan suhu tidak berpengaruh signifikan sedangkan jumlah buah
berpengaruh signifikan terhadap populasi lalat buah. Uji T menunjukkan tidak terdapat
perbedaan yang signifikan antara populasi lalat buah di Desa Tegalsari dan Desa Tegalrejo.
Analisis Kruskal-wallis menunjukkan aktivitas lalat buah tertinggi pada pagi hari (9.00-12.00)
dan diikuti pada siang hari (12.00-15.00) serta jumlah lalat buah paling sedikit ditemukan
pada pagi hari (6.00-9.00). Terdapat tiga spesies yang didapatkan yaitu B. dorsalis, B.
carambola dan B. umbrosa. Hasil inkubasi buah terserang didapatkan spesies B. dorsalis dan B.
carambola dan tidak ditemukan parasitoid pada inkubasi yang dilakukan.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
