KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA, INTENSITAS PENYAKIT, RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) KARENA APLIKASI PUPUK HAYATI DAN PUPUK PELENGKAP ALKALIS

  • Dini Aprilia
    Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung
  • Lestari Wibowo
    Fakultas Pertanian Universitas Lampung
  • Kushendarto Kushendarto
    Fakultas Pertanian Universitas Lampung
  • Suskandini Ratih Dirmawati
    Fakultas Pertanian Universitas Lampung
DOI: https://doi.org/10.23960/jat.v12i3.9416
Keywords Arthropoda, cabai, penyakit tanaman, pupuk
Abstract Views (Last 12 Months)
495 Abstract Views
224 Downloads

Abstract

Cabai (Capsicum annuum L.) di Indonesia merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang bernilai ekonomi tinggi dan merupakan tanaman hortikultura yang banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati dan pupuk pelengkap alkalis serta interaksi kedua pupuk tersebut terhadap keanekaragaman arthropoda, intensitas penyakit, serta respon pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk hayati dan pupuk pelengkap alkalis dapat menghasilkan keanekaragaman arthropoda dengan nilai indeks keanekaragaman H’= 1,15-1,49 dan nilai kemerataan E= 0,3-0,6. Pemberian kombinasi pupuk hayati dan pupuk pelengkap alkalis dapat menekan keterjadian penyakit keriting pada tanaman cabai merah. Pemberian kombinasi pupuk hayati dan pupuk pelengkap alkalis dapat meningkatkan hasil produksi tanaman cabai merah dengan jumlah buah sehat rata-rata tertinggi yaitu 483 buah dan bobot buah sehat rata-rata tertinggi yaitu 1,31 kg per luas 2 m².

Downloads

Download data is not yet available.
Cover
Published
2024-09-30
How to Cite
Aprilia, D., Wibowo, L., Kushendarto, K., & Dirmawati, S. R. (2024). KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA, INTENSITAS PENYAKIT, RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) KARENA APLIKASI PUPUK HAYATI DAN PUPUK PELENGKAP ALKALIS. Jurnal Agrotek Tropika, 12(3), 608–623. https://doi.org/10.23960/jat.v12i3.9416