ENKAPSULASI BENIH CABAI BERBAHAN AKTIF Trichoderma sp. UNTUK PENGENDALIAN Ralstonia solanacearum
Abstract
Cabai memiliki nilai ekonomi dan permintaan pasar yang cukup tinggi. Hasil produksi cabai yang meningkat sebanyak 115.250 ton pada tahun 2022 harus dipertahankan dengan baik. Kendala budidaya cabai seperti serangan patogen Ralstonia solanacearum penyebab peyakit layu bakteri dapat dikendalikan dengan pemanfaatan agensia hayati seperti Trichoderma sp. yang selain berperan menjadi agensia hayati juga dapat menghasilkan fitohormon yang memacu pertumbuhan tanaman (Plant Growth Promoting Fungi). Trichoderma sp. dalam pertumbuhannya membutuhkan substrat sebagai energi, penggunaan dedak dan biochar yang dapat menjadi media perkembangbiakan Trichoderma sp. sebagai bahan penyalut dalam enkapsulasi benih perlu dikembangkan. Manfaat enkapsulasi pada benih yaitu dapat menjaga benih dari pengaruh lingkungan selama masa perkecambahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan dedak dan biochar sebagai bahan penyalut enkapsulasi benih cabai, serta kemampuan Trichoderma sp. sebagai bahan aktif pada enkapsulasi benih dalam mengendalikan penyakit layu bakteri Ralstonia solanacearum. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan berupa P01 (benih non-enkapsulasi). P02 (benih direndam Trichoderma sp. 106 konidia/mL), P1 (bahan penyalut dedak+Trichoderma sp. 106 konidia/mL), dan P2 (bahan penyalut biochar+Trichoderma 106 konidia/mL). Ulangan perlakuan diulang sebanyak lima kali dengan enam ulangan untuk setiap unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dedak dan biochar sebagai bahan penyalut dapat menjaga viabilitas Trichoderma sp. dan mampu mengandalikan penyakit layu bakteri Ralstonia solanacearum. Hasil penelitian ini berkontribusi untuk teknologi mutu benih dan pengendalian secara biologis.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
