PENGARUH PAPARAN MEDAN MAGNET 0,2 mT TERHADAP PERKECAMBAHAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS LUMBUNG SEWU CANTIK USANG
Abstract
Padi (Oryza sativa L.) merupakan bahan pangan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Ketidakseimbangan antara konsumsi dan produksi disebabkan oleh menyusutnya ketersediaan biji padi berkualitas. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi perkecambahan seperti suhu, kelembaban, dan lama penyimpanan. Biji padi yang disimpan melewati masa simpannya akan mengalami penurunan viabilitas dan vigor biji. Salah satu metode invigorisasi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki viabilitas dan vigor biji yaitu melalui paparan medan magnet. Padi gogo Lumbung Sewu Cantik (LSC) merupakan padi lokal asal Pringsewu yang memiliki banyak keunggulan dan baru didaftarkan pada tahun 2018 sehingga belum banyak dikaji dan dibudidayakan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengkaji pengaruh paparan medan magnet 0,2 mT dengan lama paparan yang berbeda terhadap padi gogo LSC usang pada fase perkecambahan. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan antara lain benih normal tanpa pemberian medan magnet 0,2 mT (SnM0) sebagai biji kontrol, biji usang dengan medan magnet 0,2 mT selama 7’48” (SoM7), 11’44” (SoM11), 15’36” (SoM15). Pengulangan dilakukan sebanyak 5 kali. Parameter yang diamati yaitu Koefisien Kecepatan Perkecambahan (KKP), Indeks Perkecambahan (IP), Indeks Kecepatan Perkecambahan (IKP), Rerata Waktu Perkecambahan (RWP), dan Sebaran Waktu Perkecambahan (SWP). Berdasarkan hasil analisis ragam dan uji Duncan’s Multiple Range Test pada α=0,05 menunjukkan bahwa pemberian medan magnet berkekuatan 0,2 mT mampu memulihkan vigor biji padi gogo LSC usang pada parameter KKP, RWP, dan SWP karena mampu menyamai KKP, RWP, dan SWP benih kontrol (SnM0).
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
