PERBANDINGAN VARIASI WAKTU FERMENTASI VINASSE DARI LIMBAH INDUSTRI BIOETANOL TERHADAP PRODUKSI TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.)
Abstract
Vinasse merupakan limbah yang dihasilkan dari proses produksi bioetanol dari limbah pabrik kecap yang berbentuk cair. Karena bersifat asam, limbah cair ini memerlukan metode tertentu untuk dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair (POC). Salah satu metode yang dapat digunakan yaitu fermentasi dengan penambahan Effective Microorganism 4 (EM4). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis POC terbaik dan pengaruh NPK dalam memberikan manfaat maksimal bagi pengelolaan limbah industri yang lebih efisien dan meningkatkan hasil pertanian. Metode penelitian terdiri dari tiga tahap yaitu: (1) formulasi POC dengan lama fermentasi 7 dan 14 hari; (2) karakterisasi produk POC dengan pengukuran kandungan unsur hara di laboratorium dan (3) aplikasi POC pada tanaman pakcoy di polybag. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dua faktor yaitu jenis POC dan pupuk NPK. Perlakuan terdiri dari V (vinasse tanpa fermentasi, tanpa NPK); VK (vinasse tanpa fermentasi + NPK); V7 (vinasse fermentasi 7 hari + NPK); V14 (vinasse fermentasi 14 hari + NPK); K (NPK); KN (tanpa NPK, tanpa vinasse) dan diulang sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan lama fermentasi berpengaruh terhadap kadar C-organik, K2O, pH dan kadar gula, namun tidak berpengaruh terhadap kadar N organik dan P2O5. Perlakuan vinasse yang difermentasi 7 dan 14 hari memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif dan produksi tanaman pakcoy. Sebaliknya, pemberian vinasse tanpa fermentasi tidak direkomendasikan karena terlihat menghambat pertumbuhan tanaman.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
