EKSTRAK TOMAT SEBAGAI SUMBER HORMON GIBERELIN DALAM PERANGSANGAN PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN TERATAI (Nymphaea sp)

  • Anti Uni Mahanani
    Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Petra Baliem Wamena
DOI: https://doi.org/10.23960/jat.v14i2.9869
Keywords Ekstrak Tomat, Giberelin, Pembungaan, teratai
Abstract Views (Last 12 Months)
7 Abstract Views
11 Downloads

Abstract

Teratai (Nymphaea sp) merupakan bunga yang biasa dipakai untuk menghias kolam. Tanaman teratai dapat dirangsang pertumbuhan dan pembentukan bunganya dengan hormon Giberelin (GA3). Ekstrak tomat dapat dijadikan sebagai salah satu sumber hormon Giberelin. Tujuan penelitian yaitu : 1) mengetahui pengaruh ekstrak tomat sebagai sumber hormon giberelin terhadap perangsangan pertumbuhan dan pembungaan tanaman teratai; 2) memperoleh konsentrasi ekstrak tomat yang sesuai sebagai sumber hormon giberelin untuk perangsangan pertumbuhan dan pembungaan tanaman teratai. Penelitian dilaksanakan di Distrik Honai Lama II Kabupaten Jayawijaya yaitu  pada November 2023 sampai Mei 2024. Rancangan penelitian menggunakan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap). Perlakuan yang digunakan terdiri dari tiga ekstrak tomat yaitu tanpa ekstrak tomat (T0), ekstrak tomat 500 mL per galon (T1), dan ekstrak tomat 1000 mL per galon (T2). Masing-masing perlakuan diulang tiga kali 1) pemberian ekstrak tomat sebagai sumber hormon giberelin (GA3) terhadap perangsangan pertumbuhan dan pembungaan tanaman teratai  berpengaruh signifikan terhadap jumlah daun usia 30, 60, 90 dan 120 HST; luas daun usia 90 HST; panjang tangkai teratai usia 30, 60, 90 dan 120 HST; jumlah bunga usia 60 HST; bobot segar dan bobot kering tanaman, 2) Konsentrasi ekstrak tomat yang paling sesuai dalam perangsangan pertumbuhan dan pembungaan tanaman teratai adalah 1000 mL per galon).

Downloads

Download data is not yet available.
Cover
Published
2026-05-29
How to Cite
Mahanani, A. U. (2026). EKSTRAK TOMAT SEBAGAI SUMBER HORMON GIBERELIN DALAM PERANGSANGAN PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN TERATAI (Nymphaea sp). Jurnal Agrotek Tropika, 14(2), 384–392. https://doi.org/10.23960/jat.v14i2.9869