RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PEMBIBITAN TERHADAP DOSIS DAN INTERVAL WAKTU PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH PASAR
Abstract
Ketersediaan limbah organik pasar seperti sisa buah, sayuran, ikan, dan unggas sangat melimpah, namun pemanfaatannya sebagai pupuk cair masih terbatas. Penggunaan limbah pasar sebagai pupuk organik cair (POC) dapat mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan sirkulasi hara dalam pertanian berkelanjutan. Pemanfaatan limbah organik pasar sebagai sumber pupuk berkontribusi pada pengurangan limbah dan mendorong daur ulang nutrisi berkelanjutan di bidang pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbaikan dan peningkatan pertumbuhan bibit kelapa sawit melalui aplikasi POC berbahan limbah pasar dengan dosis dan interval berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap, yaitu dosis POC (0; 5; 10; 15 ml/l) dan interval aplikasi (6; 8; 10 hari). Parameter yang diamati meliputi pertambahan tinggi, diameter batang, jumlah daun, panjang daun, dan lebar daun yang diukur secara berkala. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dosis dan interval aplikasi POC memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre-nursery. Setiap parameter memiliki perlakuan terbaik yang konsisten diperoleh pada kombinasi dosis 15 ml/l dengan interval aplikasi 10 hari. Pada perlakuan ini, tinggi bibit mencapai 18,50 cm, diameter batang 2,45 cm, jumlah daun 4,50 helai, lebar daun 3,70 cm, dan panjang daun 14,20 cm. Dosis POC 15 ml/l dengan interval aplikasi 10 hari merupakan kombinasi perlakuan paling efektif dalam meningkatkan seluruh parameter pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre-nursery.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
