APLIKASI BAHAN PEMBENAH TANAH DAN PUPUK NPK TERHADAP POPULASI DAN BIOMASSA CACING TANAH PADA TANAMAN JAGUNG (Zea Mays L.) DI TANAH ULTISOL
Abstract
Tanah Ultisol memiliki tingkat kesuburan tanah yang relatif rendah. Populasi dan biomassa cacing tanah dapat dijadikan sebagai salah satu indikator tingkat kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh aplikasi bahan pembenah tanah dan pupuk NPK terhadap populasi dan biomassa cacing tanah pada tanaman jagung (Zea mays L.) di tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, faktor pertama bahan pembenah tanah (B) terdiri dari B0: Tanpa bahan pembenah tanah (tanpa biochar dan pupuk kandang sapi), B1: Bahan pembenah tanah 1 (biochar sekam padi 5 Mg ha-1 + pupuk kandang sapi 5 Mg ha-1), B2: Bahan pembenah tanah 2 (biochar tongkol jagung 5 Mg ha-1 + pupuk kandang sapi 5 Mg ha-1), B3: Bahan pembenah tanah 3 (biochar batang singkong 5 Mg ha-1 + pupuk kandang sapi 5 Mg ha-1). Faktor kedua yaitu pupuk dasar (P) terdiri dari P0: tanpa pemupukan Urea, TSP, dan KCl, P1: Pemupukan ½ dosis (Urea 225 kg ha-1, TSP 112,5 kg ha-1, dan KCl 100 kg ha-1), P2: Pemupukan dosis penuh (Urea 450 kg ha-1, TSP 225 kg ha-1, dan KCl 200 kg ha-1), setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 36 petak satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi
antara bahan pembenah tanah dengan pupuk N, P, dan K terhadap populasi cacing tanah dikedalaman 0-10 cm pada setiap pengamatan. Terdapat Interaksi antarabahan pembenah tanah dengan pemupukan N, P, Dan K terhadap biomassa cacing tanah dikedalaman 0-10 cm pada pengamatan 45 hari setelah tanam (HST). Tidak terdapat korelasi antara populasi dan biomassa cacing tanah terhadap kadar air, pH, C-Organik dan suhu.