KEBERHASILAN TUMBUH BIBIT VANILI DARI PENYAKIT BUSUK BATANG PADA BERBAGAI MEDIA TANAM DAN APLIKASI ASAP CAIR
Abstract
Vanili termasuk bahan minyak atsiri dengan nilai ekonomi yang signifikan, namun tanaman ini sangat mudah terserang penyakit busuk batang yang penyebabnya adalah jamur Fusarium oxysporum. Pemanfaatan asap cair yang berasal dari tempurung kelapa sebagai agen antimikroba alami, serta penggunaan media tanam alternatif seperti cocopeat dan arang sekam, memiliki potensi untuk mengendalikan patogen sekaligus mendukung pertumbuhan bibit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media tanam terhadap pertumbuhan bibit vanili dan Infeksi patogen. Penelitian ini dilakukan pada Maret-Juni 2025 di Laboratorium Penyakit Tanaman dan Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3x4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu media tanam (M): M0 (tanah dan kotoran hewan kambing), M1 (cocopeat). dan M2 (arang sekam). Faktor kedua yaitu konsentrasi asap cair (A): A0 (tanpa asap cair), A1 (asap cair 7,5%), A2 (asap cair 12,5%), dan A3 (asap cair 17,5%). Homogenitas data diuji dengan uji Barlett, sedangkan aditifitas diuji dengan uji Tukey. Selanjutnya dilakukan analisis ragam dan uji lanjut berupa uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf 5%. Hasil penelitian secara in vivo mengindikasikan tidak terdapat perbedaan nyata baik dari media tanam, konsentrasi asap cair, maupun interaksinya terhadap pertumbuhan bibit dan perkembangan penyakit. Secara in vitro menunjukkan bahwa perlakuan asap cair 7,5% menjadi perlakuan terbaik dalam menghambat pertumbuhan koloni Fusarium oxysporum.