TANGGAPAN PERTUMBUHAN TIGA KLON TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) TERHADAP TIGA METODE SAMBUNG PUCUK SETELAH TANAM

  • Rusdi Evizal
    Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Adri Alviando
    Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Sri Ramadiana
    Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Setyo Dwi Utomo
    Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar Lampung
DOI: https://doi.org/10.23960/jak.v2i1.13379
Abstract Views (Last 12 Months)
5 Abstract Views
17 Downloads

Abstract

Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan yang berkembang optimal di wilayah beriklim tropis. Komoditas ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan devisa dan pertumbuhan ekonomi nasional. Penerapan teknik sambung pucuk yang dikombinasikan dengan penggunaan klon-klon unggul menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki kualitas hasil tanaman kakao. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai metode sambung pucuk dan klon scion terhadap keberhasilan sambungan dan pertumbuhan vegetatif awal tanaman kakao. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial (3x3) dengan dua faktor, yaitu tiga metode sambung pucuk (G1 : sambatan/splice, G2 : baji/cleft, dan G3 : sisip kulit/bark) serta tiga klon scion (K1 : MCC 01, K2 : MCC 02, dan K3 : Sul 02), yang disambungkan pada batang bawah half-sib Klon MCC 02. Data dikumpulkan melalui pengamatan terhadap persentase sambungan hidup, jumlah tunas, jumlah daun, panjang tunas, serta pertambahan tinggi sciondan pertambahan diameter scion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sambung pucuk berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan scion setelah 4 bulan penyambungan, dengan metode baji (cleft grafting) yang memberikan hasil tanggapan pertumbuhan paling tinggi pada variabel persentase sambungan hidup, jumlah tunas, jumlah daun, dan pemanjangan tunas tumbuh pada scion. Pada variasi scion klon kakao yang digunakan tidak menunjukkan hasil perbedaan yang signifikan, dan hubungan interaksi antara tiga scion klon kakao dengan metode sambung pucuk yang berbeda juga tidak menjukkan hasil perbedaan yang signifikan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-04-29
How to Cite
Evizal, R., Alviando, A., Ramadiana, S., & Utomo, S. D. (2026). TANGGAPAN PERTUMBUHAN TIGA KLON TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) TERHADAP TIGA METODE SAMBUNG PUCUK SETELAH TANAM: GROWTH RESPONSE OF THREE CLONES OF COCOA (Theobroma cacao L.) TO THREE METHODS OF SHOOT GRAFTING AFTER PLANTING. Jurnal Agrotek Kultura, 2(1), 118–127. https://doi.org/10.23960/jak.v2i1.13379