PENGENALAN AGENSIA HAYATI UNTUK MENGENDALIKAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PEPAYA

  • Puji Lestari
    Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Jl. Soemantri Brojonegoro No 1. Bandar Lampung
DOI: https://doi.org/10.23960/jpfp.v4i1.10736
Keywords agensia hayati, hama dan penyakit, pepaya, pengabdian masyarakat
Abstract Views (Last 12 Months)
930 Abstract Views
543 Downloads

Abstract

Pepaya merupakan komoditas hortikultura prioritas di Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Tengah sebagai sentra produksi utama yang memasok kebutuhan lokal dan luar daerah. Namun, produktivitas pepaya masih rendah akibat serangan hama dan penyakit, sementara penggunaan pestisida kimia menimbulkan risiko lingkungan dan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih penggunaan agensia hayati sebagai alternatif pengendalian hama dan penyakit pepaya secara ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, dan praktik langsung yang diikuti oleh petani pepaya dari kedua kabupaten. Materi mencakup teknik perbanyakan jamur agensia hayati seperti  Trichoderma spp. dan aplikasi agensia hayati di lapangan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest yang menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 60,71%. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami dan mampu menerapkan teknik agensia hayati secara mandiri. Pengenalan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia dan mendorong praktik pertanian berkelanjutan di wilayah tersebut

Downloads

Download data is not yet available.

References

FAO. 2020. Integrated pest management: Sustainable approach to pest control. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Herlinda, S., Sari, A. D., & Nurtika, N. 2016. Pengaruh aplikasi Trichoderma spp. terhadap pertumbuhan tanaman dan serangan patogen tular tanah. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika. 16(2): 125–132.

Kurniawati, H., & Suryanto, D. 2014. Efektivitas Bacillus thuringiensis terhadap larva Spodoptera litura pada berbagai waktu aplikasi. Jurnal Proteksi Tanaman. 22(1): 45–52.

Maisarah, A.M., Nurul Amira, B., Asmah R., and Fauziah O. 2013.Antioxidant analysis of different parts of Carica papaya. International Food Research Journal. 20(3): 1043-1048.

Sastrosiswojo, S. 2003. Pengendalian hama terpadu pada tanaman sayuran. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura.

Suprapta, D. N. 2001. Mikroba antagonis sebagai agensia hayati: prinsip dan aplikasinya dalam pengendalian penyakit tanaman. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia. 7(1): 1–7.

Sulistyowati, E., Purnomo, D., & Hidayat, W. 2015. Interaksi antara agensia hayati dan pestisida terhadap pengendalian penyakit tanaman. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 20(2): 89–95.

Widjayanto, D. W., Siregar, M. R., & Widyastuti, M. E. 2012. Pengaruh aplikasi Trichoderma sp. terhadap intensitas serangan patogen tular tanah. AgroLife, 1(1): 40–45.

Cover
Published
2025-06-09
How to Cite
Lestari, P. (2025). PENGENALAN AGENSIA HAYATI UNTUK MENGENDALIKAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PEPAYA. Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung, 4(1), 236–242. https://doi.org/10.23960/jpfp.v4i1.10736