Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pemanfaatan Sampah Dapur Organik Menjadi Kompos Dan Eco-enzyme Di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar
Abstract
Permasalahan sampah dapur organik di tingkat rumah tangga masih menjadi tantangan lingkungan akibat rendahnya pemilahan dan pemanfaatan limbah berbasis sumber. Di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar, sebagian besar ibu rumah tangga masih membuang sampah dapur tanpa pengolahan, sehingga diperlukan intervensi pemberdayaan untuk mendorong perubahan perilaku sosial yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perubahan perilaku ibu rumah tangga dalam mengelola sampah dapur menjadi kompos dan eco-enzyme secara mandiri dan berkelanjutan. Metode yang digunakan merupakan kombinasi dari pendekatan Community-Based Development (CBD) dan Participatory Rural Appraisal (PRA). Hasil evaluasi secara kuantitatif dan kualitatif menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku dalam memandang sampah dapur organik. Pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam membangun kesadaran dan kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Unduhan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.


